Pemikiran Muhammad Hashim Kamali dalam “Principle of Islamic Jurisprudence”

Salman Abdullah Rahmad

Abstract


Tradisi hukum Islam (fiqh) mengenal adanya sumber-sumber hukum yaitu Alquran, Sunnah, Ijma’ dan Qiyas. Landasan penetapan hukum model qiyas asy-Syafi’i memiliki kesamaan secara struktur logika dengan cara berfikir Aristoteles. Akan tetapi, landasan penemuan ‘illat hukum harus didasari pada apa yang ditemukan dalam Alquran, Sunnah, dan Ijma’. Dalam konteks ini, peran akal ada tetapi dibatasi oleh peran teks.

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.22219/jes.v2i2.5109

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 FALAH Jurnal Ekonomi Syariah

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.

Editorial Office

University of Muhammadiyah Malang

Jl. Raya Tlogomas, No. 246 Malang, Jawa Timur, Indonesia

Phone (+62) 341464318 ex 166

email: jurnalfalah@umm.ac.id

Creative Commons License

falah is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at http://ejournal.umm.ac.id/index.php/JES/index.

 

View My Stats