PENTA POLITIKA INDONESIA DALAM PERSPEKTIF SEJARAH PERADABAN MASA LALU DAN MASA KINI

Umi Salamah


Abstract


Founding Father negara Indonesia memberikan contoh bagaimana menghargai sejarah peradaban bangsa
sendiri seiring kemajuan ilmu pengetehuan dan teknologi dalam merumuskan landasan kenegaraan dan citacita kemerdekaan. Sejarah kejayaan dan keruntuhan peradaban bangsa digunakan sebagai tata buku masa lalu
dalam menyusun rencana pembangunan peradaban bangsa di masa depan agar kedaulatan politik, kemandirian
ekonomi, dan kepribadian yang berbudaya kuat, berdaulat, dan bermartabat. Sebagai salah satu bukti, bahwa
peradaban bangsa Indonesia di masa lalu lebih maju dari bangsa Eropa adalah ditemukannya prasasti
konsep pemilahan kekuasaan sejak Abad-12, sementara di Eropa digaungkan dalam tulisan John Locke dan
Montesquieu mulai akhir Abad 17. Carut-marutnya, perpolitikan di negara Indonesia saat ini, lebih disebabkan
oleh pemahaman yang dangkal para elit politik terhadap substansi sejarah peradaban dan budaya masa lalu
yang telah dirumuskan oleh para pendiri bangsa Indonesia dalam cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945,
Preambule UUD 1945, Batang Tubuh UUD 1945, dan ideologi Pancasila. Para elit enggan mengkaji substansi
nilai-nilai dan pesan yang terkandung dalam dokumen tersebut. Mereka lebih suka “Membeli Produk Instan”
peradaban luar negeri demi kepentingan pribadi dan kelompoknya. Tidak mengherankan jika pragmatisme
politik, produk Barat itu lebih berkembang daripada tata berpolitik yang beretika sebagaimana yang dilakukan
oleh para leluhur kejayaan Nusantara dan para pendiri bangsa. Prinsip yang harus dipegang kuat adalah
ketika belajar dari peradaban bangsa lain bukan berarti menghilangkan eksistensi budaya sendiri.


Keywords


Landasan kenegaraan, Penta Politica, tata buku masa lalu, amandemen UUD 1945

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.22219/SATWIKA.Vol1.No1.39-50 | Abstract views : 162 | PDF views : 162 |

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Umi Salamah

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Web Analytics View Satwika Stats

Creative Commons License

Satwika is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.