Tata Artistik (Scenografi) dalam Pertunjukan Kesenian Tradisi Berbasis Kerakyatan

Heny Purnomo


Abstract


Kepuasan rasa dan nilai estetik yang didapatkan penonton melalui interaksi dalam pertunjukan sering menjadi persoalan yang berujung pada merosotnya aktivitas produksi pergelaran. Beberapa dekade terakhir, ludruk sebagai pertunjukan tradisi berbasis kerakyatan, kini tampak sepi penonton, dan persoalan yang mendasar ketika pertunjukan Irama Budaya sebagai satu-satunya ludruk tobong yang bertahan di Surabaya belum mampu menarik perhatian penonton. Pertunjukan yang diadakan secara live di Gedung Ludruk THR Surabaya, kini bertambah beban permasalahannya ketika media televisi berkembang dan meningkat sangat pesat. Berbagai tayangan hiburan berbasis industri seni popular, sekarang didukung panataan artistik dengan kecanggihan teknologi, namun juga memunculkan persoalan terkait keberadaan kesenian tradisi yang sering diselenggarakan di panggung prosenium. Tayangan media televisi hampir tidak pernah menyisakan waktu kosong sedikitpun, sebaliknya pertunjukan berbasis kerakyatan yang diselenggarakan secara live dianggap ketinggalan jaman dan tidak memberi keuntungan pasar. Persoalan tersebut merupakan "fenomena sosial” yang menarik untuk diteliti. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan faktor pendukung, menjelaskan penataan skenografi dan peranan di balik keberadaan pertunjukan ludruk Irama Budaya. Untuk menganalisa penelitian digunakan teori relevan melalui analogi Goffman ditunjang berbagai konsep skenografi. Penelitian dengan metode kualitatif dan pendekatan skenografi ini, lebih menitik-beratkan teknik pengumpulan data lewat observasi, wawancara, dan studi pustaka. Penelusuran faktor-faktor pendukung dan penataan tata artistik menghasil-kan asumsi tentang peranan skenografi di balik keberadaan pertunjukan ludruk Irama Budaya Surabaya

Keywords


skenografi; pertunjukan; kesenian tradisi berbasis kerakyatan

Full Text:

PDF

References


Bungin, Burhan. 2012, Analisis Data Penelitian Kualitatif: Pemahaman Filosofis dan Metodologis ke Arah Penguasaan Model Aplikasi. Jakarta: Rajawali Pers.

Dewi, Citra Smara.dan Koesoemadinata, Fabianus Hiapianto. 2012. Menjadi Skenografi. Solo: Metagraf.

Emzir. 2012, Analisis Data: Metodologi Penelitian Kualitatif. Jakarta: Rajawali Pers.

Hamzah, A. Nawir. 2007. Sutradara Drama Panggung dan Televisi, Jakarta: Win Communications.

Harymawan, R.M.A., 1988, Dramaturgi. Bandung: R o s d a.

Jazuli, M., 2014. Sosiologi Seni: Pengantardan Model Studi Seni. Yogyakarta: GrahaIlmu.

Padmodarmaya, Pramana. 1988, Tatadan Teknik Pentas. Jakarta: Balai Pustaka.

Purnomo, Heny.2 0 1 5. “Aneka Ria Srimulat: Kajian Seni Populer di Kompleks Taman Hiburan Rakyat Surabaya”. Tesis Magister, Universiyas Negeri Surabaya.

Riantiarno, N. 2011, Kitab Teater: Tanya Jawab Seputar Seni Pertunjukan. Jakarta: Grasindo.

Supriyanto, Henri. 2018, Ludruk dalam Pusaran Zaman. Surabaya: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur




DOI: https://doi.org/10.22219/SATWIKA.Vol2.No2.95-106 | Abstract views : 360 | PDF views : 360 |

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Heny Purnomo

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Web Analytics View Satwika Stats

Creative Commons License

Satwika is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.