Interpretasi, Ekspresi, dan Style Film Pendek Perspektif Terbalik karya Andree Sascha

Yunis Dwi Retnani


Abstract


Perspektif Terbalik merupakan salah satu film pendek terbaik Indonesia karya Andree Sascha dengan durasi kurang lebih delapan menit. Film yang tidak menggunakan prolog dan beberapa dialog dari beberapa pemain yang terekam di dalamnya pun berhasil menarik beberapa perhatian viewer, serta mendapatkan berbagai penghargaan.Sehingga, hal tersebut menarik perhatian penulis untuk mengkaji film ini dengan menggunakan pandangan Rudolf Arnheim bahwa film as art, artinya sebuah film dibuat dengan mengandung unsur nilai seni ataupun estetika dan diharapkan bagi penikmat hasil karya seni dapat melakukan interpretasi atau pemaknaan sesuai imajinasinya terhadap sebuah film. Fokus dalam penelitian ini menggunakan interpretasi individual, ekspresi, dan style dalam film pendek “perspektif terbalik” karya Andree Sascha untuk merepresentasi makna. Hasil yang didapat ialah film ini mengajak penonton untuk memberikan makna secara bebas dan tidak seperti biasanya atau terbalik. Berdasarkan tiga fokus penelitian terhadap film ini, perspektif terbalik memiliki makna keseluruhan terkait dengan pesan film itu sendiri, yaitupenonton tidak dianjurkan untuk melakukan hal-hal yang berbau negatif dan dari unsur-unsur sinemanya, serta maksud dari judulnya sendiri ialah penonton diajak melakukan interpretasi terhadap bagian-bagian yang melekat pada film karena merekalah yang berbicara mengenai alur cerita dan harus memiliki pemikiran yang berbeda atau perspektif secara terbalik dengan apa yang telah dilihatnya

Keywords


film perspektif terbalik; interpretasi individual; ekspresi; gaya; representasi

Full Text:

PDF

References


Arnheim, R. (1957). Film as Art. California: University of California Press.

Arnheim, R. (1969). Visual Thinking.California: University of California Press.

Carroll, N. (1996). Theorizing The Moving Image. New York: Cambridge University Press.

Carroll, N. (2000). Theories of Art Today. Madison: University of Winconsin Press.

Graham, G. (2005). Philosophy of The Arts: An Introduction To Aesthetics. London dan New York: Routledge.

Ida, R. (2014). Metode Penelitian: Studi Media dan Kajian Budaya. Jakarta: Prenada Media Grup.

Rahman, T., & Ekosiwi, E.K. (2013). “Film Sebagai Seni Visual: Sebuah Refleksi FilosofisTerhadap Ontologi Film Rudolf Arnheim”. Program Studi Filsafat, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia.

https://www.youtube.com/watch?v=MWQuQn8d1S8&list=RDMWQuQn8d1S8&index=1 Film Pendek berjudul “Perspektif Terbalik”. Diakses pada tanggal 26 April 2017, pukul 15.30 Wib.

http://www.kelasfotografi.com/search/label/Pemula?max-results=8 “Pengertian Cara Pengambilan Gambar Kamera”. Diakses pada tanggal 26 April 2017, pukul 18.30 Wib.

www.filmpendek.id “Keterangan dari film pendek yang berjudul perspektif terbalik”.




DOI: https://doi.org/10.22219/SATWIKA.Vol3.No2.142-154 | Abstract views : 317 | PDF views : 317 |

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Yunis Dwi Retnani

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Web Analytics View Satwika Stats

Creative Commons License

Satwika is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.