Actualization Of Human Rights Values Through Bureaucratic Reform Towards Justice Bureaucratic Governance

Nurul Edy


Abstract


Before entering the reform era, bureaucratic governance in Indonesia was characterized by the practice of collusion and nepotism in which the bureaucracy could not carry out its duties and obligations professionally and they could not achieve their careers fairly and sustainably. Therefore, the aim of bureaucratic reform is to realize fair bureaucratic governance in which bureaucratic apparatus can carry out their duties and obligations professionally and the bureaucracy can reach career paths as a state apparatus fairly and professionally. So far, bureaucratic reform has not yet reached its objectives, where bureaucratic governance, especially in the context of the promotion of the position of state civil apparatus (ASN), is still colored by the practice of collusion and nepotism caused by high political intervention in ASN promotion. Regional autonomy and regional head elections are wrong which causes bureaucratic reform to not work effectively. The regional head who is the result of the regional election places ASN in the strategic position of regional apparatus according to their political interests, not based on the potential possessed by the ASN. For this reason, the design of bureaucratic reforms needs to be reorganized so that the gap of political intervention in bureaucratic governance can be minimized in order to realize a professional bureaucracy.
Keywords: Bureaucracy, Bureaucratic Reform, Human Rights

 


Full Text:

PDF

References


Ashari Topo Edy. (2010). Strategi Pemberdayaan PNS Dalam Rangka Reformasi Birokrasi. Journal Borneo Administrator, 6(1). Ashari, E. T. (2010). Reformasi Pengelolaan SDM Aparatur, Prasyarat Tata Kelola Birokrasi Yang Baik. Jurnal Borneo Administrator, 6(2). Gie, K. K. (2003). Reformasi birokrasi dalam mengefektifkan kinerja pegawai pemerintahan. Jakarta: Bappenas.. 2003b. Report on Corruption Abolition. Kompas, 9. Gie, K. K. (2003). Reformasi birokrasi dalam mengefektifkan kinerja pegawai pemerintahan. Jakarta: Bappenas.. 2003b. Report on Corruption Abolition. Kompas, 9. Ginting, R., & Haryati, T. (2011). Reformasi Birokrasi Publik di Indonesia. CIVIS, 1(2/Juli). Hamudy, M. I. A. (2011). Negosiasi dalam reformasi pemerintahan daerah. Bisnis & Birokrasi Journal, 17(1). Handayani Roswati Siti, dkk., 2006, Lembaga Ombudsman Daerah Yogyakarta Dan Pemerintahan Yang Baik, PUSHAM UII Yogyakarta, Yogyakarta. Islamy, Muh. Irfan, Agenda Kebijaksanaan Reformasasi Administrasi Negara. Jurnal administrasi Vol II, Jakarta. Maani, K. D. (2005). Upaya Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik di Era Otonomi Daerah. Jurnal Demokrasi, 4(2). Maryam, N. S. (2017). Mewujudkan Good Governance Melalui Pelayanan Publik. Jurnal Ilmu Politik dan Komunikasi, 6(1). Monoarfa, H. (2012). Efektivitas dan efisiensi penyelenggaraan pelayanan publik: Suatu tinjauan kinerja lembaga pemerintahan. Jurnal Pelangi Ilmu, 5(01). Mustopadidjaja. 2001. REFORMASI BIROKRASI, PERWUJUDAN GOOD GOVERNANCE, DAN PEMBANGUNAN MASYARAKAT MADANI. Disampaikan Pada Silaknas ICMI 2001, Bertema”Mobilitas Sumber Daya Untuk Pemberdayaan Masyarakat Madani Dan Percepatan Perwujudan Good Governance” Nawawi, J. (2012). Membangun Kepercayaan Dalam Mewujudkan Good Governance. Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan, 1(3), 19-29. Nurbarani, M. (2009). Reformasi Birokrasi Pemerintah Kota Surakarta (Doctoral dissertation, UNIVERSITAS DIPONEGORO). Osborne, David dan Ted Gaebler, 1996, Mewirausahakan Birokrasi, Jakarta: Pustaka Binaman Pressindo. Prasojo, E., & Kurniawan, T. (2008, July). Reformasi Birokrasi dan Good Governance: Kasus Best Practices dari Sejumlah Daerah di Indonesia. In Prosiding pada 5 th International Symposium of Jurnal Antropologi Indonesia, Banjarmasin (pp. 22-25). Prasojo, E., & Kurniawan, T. (2008, July). Reformasi Birokrasi dan Good Governance: Kasus Best Practices dari Sejumlah Daerah di Indonesia. In Prosiding pada 5 th International Symposium of Jurnal Antropologi Indonesia, Banjarmasin (pp. 22-25). Purwanto, Erwan Agus dan Wahyudi Kumorotomo, 2005, Birokrasi Publik dalam Romli, L. (2008). Masalah Reformasi Birokrasi. Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS, 50, 1-3. Samin, R. (2011). Reformasi Birokrasi. Jurnal Fisip UMRAH, 2(2), 172-182. Samin, R. (2011). Reformasi Birokrasi. Jurnal Fisip UMRAH, 2(2), 172-182. Setiyono, B. (2012). Birokrasi Dalam Perspektif “Politik & Administrasi” (Vol. 1). NUANSA. Sistem Politik Semi-Parlementer, Yogyakarta: Gava Media. Suhardono, Edi dkk, 2001, "Good governance Untuk Daulat Siapa?" Forum LSM DIY, Yogyakarta Susanti, I. (2014). Pengaruh good governance, pemanfaatan teknologi informasi dan pengendalian intern terhadap kinerja organisasi (studi pada skpd kabupaten siak). Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Riau, 1(1). Susanto, E. H. (2017). Kelambanan Reformasi Birokrasi dan Pola Komunikasi Lembaga Pemerintah. Jurnal ASPIKOM-Jurnal Ilmu Komunikasi, 1(1), 109-123. Tahir, A. (2014). Kebijakan publik dan transparansi penyelenggaraan pemerintahan daerah. PATEN, 8(89). Tome, A. H. (2012). Reformasi Birokrasi Dalam Rangka Mewujudkan Good Governance Ditinjau Dari Peraturan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 20 Tahun 2010. Jurnal Hukum Unsrat, 20(3), 132-147. Undang-undang Republik Indonesai Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara.




DOI: https://doi.org/10.22219/LOGOS.Vol2.No1.115-133 | Abstract views : 140 | PDF views : 35

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Journal of Local Government Issues

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.