Perbandingan Tingkat Pengembalian Kredit pada Lembaga Perkreditan Desa (LPD) yang dicirikan Kecamatan Mayoritas Penduduk Bekerja di Sektor Pertanian dengan Jasa di Kabupaten Gianyar.

Nita Agustini, Ketut Budi Susrusa, Makse Korri Arisena


Abstract


Pembentukan Lembaga Perkreditan Desa (LPD) dalam membantu masyarakat desa untuk meningkatkan usaha ekonomi diantaranya adalah melalui LPD Kecamatan Payangan dan LPD Kecamatan Gianyar, Gianyar, Bali. LPD senantiasa mengutamakan dan memperhatikan aspek efisiensi serta produktivitas, salah satunya adalah dengan cara penyaluran dana (kredit). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui distribusi pinjaman berdasarkan sektor dari segi jumlah nasabah dan besarnya pinjaman dan perbandingan tingkat pengembalian kredit pada LPD di Kecamatan Payangan dan LPD di kecamatan Gianyar. Teknik penentuan sampel dalam penelitian ini dilakukan secara sensus, dan  diperoleh 33 LPD di Kecamatan Payangan dan 39 LPD di Kecamatan Gianyar. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis Uji Mann – Whitney (U-Test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan tingkat pengembalian kredit antara LPD di Kecamatan Payangan yang berbasis pada sektor pertanian dengan LPD di Kecamatan Gianyar yang berbasis pada sektor jasa. Melalui penelitian ini, LPD yang tingkat pengembalian kreditnya masih di bawah 80% sebaiknya lebih memperketat seleksi pemberian kreditnya agar tidak menjadi kredit bermasalah sehingga dapat memperoleh keuntungan dari kredit yang disalurkan oleh LPD.



Keywords


tingkat pengembalian kredit, LPD sektor pertanian, LPD sektor jasa

Full Text:

PDF

References


Arinta, D. Y. (2014). Pengaruh Karakteristik Individu, Karakteristik Usaha, Karaktersitik Kredit Terhadap Kemampuan Debitur Membayar Kredit Pada BPR Jatim Cabang Probolinggo (Studi Pada Nasabah UMKM Kota Probolinggo). 2, 1–16. Badan Pusat Statistik Kabupaten Gianyar (2016) Bawono, A. (2006). Multivariate Analysis dengan SPSS. Salatiga: STAIN Salatiga Press. Damayanti, N. P. E. P. (2019). Peran Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Dalam Penyaluran Kredit Pertanian Di Desa Adat Penatih, Kecamatan Denpasar Timur, Kota Denpasar. Dendawijaya. (2000). Manajemen Perbankan (Pertama). Jakarta: Ghalia Indonesia. Ida Bagus Darsana. (2010). Peranan Dan Kedudukan LPD Dalam Sistem Perbankan Di Indonesia (K. Wicaksana, ed.). Ismail. (2011). Manajemen Perbankan. Jakarta: Kencana. Maryono. (2006). Tingkat Pengembalian Kredit Nasabah Upkd Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya (Studi di Desa Pagar Agung Kecamatan Seluma Barat Kabupaten Seluma). Sugiyono. (2005). Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: CV. Alfabeta. Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Bisnis. Bandung: Alfabeta Bandung. Sundarianingsih, P. (2014). Dalam Menggerakkan Sosial Ekonomi Masyarakat Pedesaan (Studi Pada Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Desa Adat Pekutatan). Jurnal Ekonomi Pembangunan, 12(1), 69. Supardi. (2005). Metodelogi Penelitian Ekonomi Dan Bisnis. Yogyakarta: UII Press. Susilo, Sri Y., Triandaru, S. (2000). Bank dan Lembaga Keuangan (Kedua). Jakarta: Salemba Empat. Virgantini, Ni Luh Eka. 2019. Proporsi Penggunaan Dana Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Pada Sektor Pertanian (Studi Kasus Lpd Desa Adat Palaktiying, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli). Skripsi. Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Udayana.




DOI: https://doi.org/10.22219/agriecobis.Vol3.No2.50-57 | Abstract views : 862 | PDF views : 862 |

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Agriecobis : Journal of Agricultural Socioeconomics and Business

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Flag Counter

Lisensi Creative Commons

Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial 4.0 Internasional.

View My Stats