EVALUASI KEKRITISAN LAHAN DI KAWASAN LINDUNG KECAMATAN PUJON KABUPATEN MALANG JAWA TIMUR DENGAN TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS

Tatag Muttaqin


Abstract


EVALUASI KEKRITISAN LAHAN DI KAWASAN LINDUNG KECAMATAN PUJON KABUPATEN MALANG JAWA TIMUR DENGAN TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS

Criticality evaluation of land in protected areas in Pujon, Malang, East Java With Geographic Information System Technology

Tatag Muttaqin

Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian dan Peternakan, Universitas Muhammadiyah Malang
Jl. Raya Tlogomas No 246 Malang
Email: tatag.umm@gmail.com

ABSTRACT

Pujon is upstream of Brantas river basin situated in the northern part of Malang. Pujon at this time has been impaired, such as conversion of forest land into agricultural land and settlements do not observing requirements for soil and water conservation which hydrologically a catchment area for the district of Malang. Land-use rules do not pay attention to soil and water conservation in Pujon potentially cause degradation that will ultimately lead to degraded lands. It can be seen from the continuing impact of the critical area, namely the problem of flash floods and erosion in watersheds Konto Sub Das Brantas. Based on the description in the above background has been known problem as follows: a) how the condition of critical land in Pujon, b) how the land use right direction according to the land capability region. This study was conducted in Pujon Malang starting in August 2014 s / d in July 2015. The method used is overlaid on the techniques of spatial analysis. Spatial analysis is a technique or process that involves a number of counts and evaluation logic (mathematical) were performed in order to seek or find (potential) relationship (relationship) or patterns (probably) are among the elements of geographical (contained in digital data with the boundaries of the study area). The survey results revealed that, the area Pujon the classification of criticality otherwise not critical area of ??2768.52 or 21.71%, somewhat critical area of 3755.44 or 29.45%, a critical area of 4584.50 or 35.95%, potentially critical area of 939.37 or 7:37% and very critical area of 705.97 or 5:54 %.

Keyword: Critical land, erosion

ABSTRAK

Kecamatan Pujon merupakan hulu dari DAS Brantas terletak di bagian utara Kabupaten Malang. Kecamatan Pujon pada saat ini telah mengalami gangguan, berupa alih fungsi lahan hutan menjadi lahan pertanian dan permukiman yang tidak memperhatikan syarat-syarat konservasi tanah dan air yang mana secara hidrologis merupakan daerah resapan untuk wilayah Kabupaten Malang. Pemanfaatan lahan yang tidak memperhatikan kaidah-kaidah konservasi tanah dan air di Kecamatan Pujon berpotensi menyebabkan terjadinya degradasi lahan yang pada akhirnya akan menimbulkan lahan kritis. Hal ini dapat dilihat dari dampak lanjutan dari adanya lahan kritis yaitu permasalahan banjir bandang dan erosi di aliran sungai Konto Sub Das Brantas. Berdasarkan uraian dalam latar belakang di atas telah diketahui permasalahan sebagai berikut: a) bagaimana kondisi lahan kritis di Kecamatan Pujon, b) bagaimana arahan penggunaan lahan yang tepat sesuai dengan kemampuan lahan kawasannya. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Pujon Kabupaten Malang mulai bulan Agustus 2014 s/d Juli 2015. Metode yang digunakan adalah teknik overlay pada analisis spasial. Analisis spasial adalah suatu teknik atau proses yang melibatkan sejumlah hitungan dan evaluasi logika (matematis) yang dilakukan dalam rangka mencari atau menemukan (potensi) hubungan (relationship) atau pola-pola yang (mungkin) terdapat di antara unsur-unsur geografis (yang terkandung dalam data digital dengan batas-batas wilayah studi). Hasil penelitian diketahui bahwa, kawasan di kecamatan pujon yang klasifikasi kekritisannya dinyatakan tidak kritis seluas 2768.52 atau 21.71%, agak kritis seluas 3755.44 atau 29.45%, kritis seluas 4584.50 atau 35.95%, potensial kritis seluas 939.37 atau 7.37% dan sangat kritis seluas 705.97 atau 5.54%.

Kata kunci : Lahan Kritis, erosi


Keywords


Critical land, erosion

Full Text:

PDF
| Abstract views : 586 | PDF views : 586

Copyright (c) 2015 Jurnal Gamma