DAMPAK SISTEM PROPORSIONAL TERBUKA TERHADAP PERILAKU POLITIK (STUDI KASUS MASYARAKAT SUMENEP MADURA DALAM PEMILIHAN LEGISLATIF 2014)

Abd. Halim


Abstract


DAMPAK SISTEM PROPORSIONAL TERBUKATERHADAP PERILAKU POLITIK(STUDI KASUS MASYARAKAT SUMENEP MADURA DALAM PEMILIHAN LEGISLATIF 2014)

The impact of proportional open system to political behavior (case study the community Sumenep Madura in an election legislative 2014)

Abd. Halim

Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, IAIN Sunan Ampel SurabayaEmail: halim_uinsby@yahoo.com

ABSTRACT

Opened Proportional Representation System is considered to encourages candidates to compete in mobilizing mass support for their victory. The mass recruitment effort carried out by pragmatic means, forming the widest network team in charge of winning the candidates, and equipping them with a large amount of money. Network Success Team (Timses) is confronted not only with Timses of candidates of different political parties, but also from the same political party. “Nominal competition” was getting hot, tight, and couldn’t be denied. However, the consideration is less empirical finding footing in the midst of society, given the level of criticism and political education is inadequate. Plus the political elites and the candidates were more adaptable to the circumstances existing in communities. As a result , the practice of money politics more likely caused by subjective considerations, which is far from the kind of external influences, such as proportional system (opened or closed).

Keywords: proportional system, politics, pragmatism

ABSTRAK

Proporsional Representasi System (Sistem Proporsional Terbuka) adalah pertimbangan untuk mendorong kandidat bersaing dalam memobilisasi dukungan massa untuk kemenangan mereka. Upaya perekrutan massa dilakukan dengan cara pragmatis, membentuk tim jaringan terluas bertugas memenangkan calon, dan melengkapi mereka dengan sejumlah uang. Network Success Team (Timses) dihadapkan tidak hanya dengan kandidat Times dari partai politik yang berbeda, tetapi juga dari partai politik yang sama. “Nominal Competition” sangat panas, ketat, dan tidak bisa di sangkal. Namun, pertimbangan kurang empiris menemukan pijakan di tengah-tengah masyarakat, mengingat tingkat kritik dan pendidikan politik yang memadai. Ditambah dampak elit politik dan para kelompok kandidat lebih mudah beradaptasi dengan keadaan yang ada di masyarakat. Akibatnya, praktik politik uang lebih mungkin disebabkan oleh pertimbangan subjektif, yang jauh dari jenis pengaruh eksternal, seperti sistem proporsional (terbuka atau tertutup).

Kata Kunci : sistem proporsional, politik, pragmatisme

Keywords


proportional system, politics, pragmatism

Full Text:

PDF
| Abstract views : 761 | PDF views : 761