Factors Of The Formation Of New Autonomous Regions And Its Impact On State Finances

Arief Maulana


Abstract


The purpose of this study is to analyze the driving factors of the formation of new autonomous regions in Indonesia during the reformation era and its impact on state finance. This study is a policy study by collecting data and then analyzing it into a conclusion and recommendation. This type of study is a literature study with the method used is descriptive qualitative method. The results of the study show that since the reform era, the formation of a new autonomous region has been very massive. If calculated on average from 1999 to 2014, each year the new regions increase by 13 regions per year. The formation of the new autonomous regions requires considerable preparation and costs, starting from the initial formation to the implementation. In addition, in general the new autonomous regions show higher fiscal dependencies than the old regions. Thus, it can be stated that the establishment of the new autonomous regions has caused pressure on the state finances due to the large amount of funds that must be transferred to new regions.


Keywords


New Autonomous Region; Government Policy; State Finance

Full Text:

PDF

References


Anwar, K. (2014). Analisis Dampak Defisit Anggaran terhadap Ekonomi Makro di Indonesia. Jejaring Administrasi Publik, 2.

Bappenas. (2008). Studi Evaluasi (Impact) Penataan Daerah Otonom Baru. Jakarta.

BPP Kemendagri. (2013). Himpunan Hasil Kelitbangan. Jakarta.

Budiardjo, M. (2013). Dasar-Dasar Ilmu Politik. Jakarta: Gramedia.

Creswell, J. D. (2016). Research Design: Pendekatan Metode Kualitatif, Kuantitatif, dan Campuran (4th ed.). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Harefa, M. (2017). Optimalisasi Kebijakan Penerimaan Daerah. Jakarta: Pustkaa Obor Indonesia.

Haryanto, J. T. (2017). Desentralisasi Fiskal Seutuhnya. Retrieved November 25, 2018, from https://www.kemenkeu.go.id/publikasi/artikel-dan-opini/desentralisasi-fiskal-seutuhnya/%0A

Huda, N. (2015). Hukum Pemerintahan Desa. Hukum Pemerintahan Desa. Bandung: Nusa Media.

Kaho, J. R. (2002). Prospek Otonomi Daerah di Negara RI. Jakarta: PT Rajawali Grafindo Persada.

Khusaini, M. (2006). Ekonomi Publik: Desentralisasi Fiskal dan Pembangunan Daerah. Malang: BPFE Unibraw.

Litvack, J., Ahmad, J., & Bird, R. (1999). Fiscal Decentralization in Developing Countries. In Sector Studies Series (p. 48). Washington, DC: The World Bank. https://doi.org/10.1017/CBO9780511559815

Mardiasmo. (2009). Otonomi dan Manajemen Keuangan Daerah. Yogyakarta: Andi Press.

Nadir, S. (2013). Otonomi Daerah dan Desentralisasi Desa: Menuju Pemberdayaan Masyarakat Desa. Jurnal Politik Profetik, 1(1).

Prasojo, E. (2011). Jorjoran Pemekaran Daerah: Instrumen Kepentingan Ekonomi Politik. Spirit Publik, 1(7).

Pratikno. (2011). Usulan Perubahan Kebijakan Penataan Daerah (Pemekaran dan Penggabungan Daerah). Spirit Publik, 1(7).

Sarundajang, S. H. (2002). Arus Balik Kekuasaan Dari Pusat ke Daerah. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

Siswanto, S. (2012). Hukum Pemerintahan Daerah Di Indonesia. Jakarta: Sinar Grafika.

Soehino. (1999). Ilmu Negara. Yogyakarta: Liberty.

Wijaya, A. (2017). Bahaya Anggaran Negara: Pajak Seret, Proyek Infrastruktur Membebani. Retrieved November 25, 2018, from https://katadata.co.id/telaah/2017/10/14/bahaya-anggaran-negara-pajak-seret-proyek-infrastruktur-membebani

Republik Indonesia, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah.

Republik Indonesia, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.

Republik Indonesia, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah.

Republik Indonesia, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah.

Republik Indonesia, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 09 Tahun 2015 tentang Pemerintah Daerah.

Republik Indonesia, Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 78 Tahun 2007 Tentang Tata Cara Pembentukan, Penghapusan dan Penggabungan Daerah.




DOI: https://doi.org/10.22219/jep.v17i1.8685 | Abstract views : 294 | PDF views : 108

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 

 

Editorial Office

Pusat Pengkajian Ekonomi dan Kebijakan Publik

Faculty of Economics & Business

Department of Economic Science & Development Studies

University of Muhammadiyah Malang

Jl. Raya Tlogomas 246 Malang

East Java - Indonesia

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.