KONSELING KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN RESILIENSI PADA REMAJA PENYANDANG CACAT FISIK (DIFABLE)

Myta Devi Nurdian, Zainul Anwar


Abstract


Resiliensi merupakan suatu kemampuan atau kekuatan yang ada dalam diri seseorang untuk bangkit dari masalah hidup yang dialami. Konseling kelompok adalah proses interpersonal yang dinamis yang memusatkan pada usaha dalam berfikir dan bertingkah tingkah laku, serta melibatkan pada fungsi-fungsi terapi yang dimungkinkan, serta berorientasi pada kenyataan-kenyataan, saling percaya mempercayai, pemeliharaan, pengertian, penerimaan dan bantuan. Tujuan penelitian untuk meningkatkan resiliensi melalui konseling kelompok pada remaja penyandang cacat fisik (difable). Penelitian menggunakan metode eksperimen  dengan desain pretest-posttest control group design. Alat ukur menggunakan Skala Resiliensi. Subjek penelitian berjumlah 10 orang yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan nilai t = -0,089 dan nilai signifikansi 0,931. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan skor resiliensi yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol setelah  diberikan konseling kelompok. Tingkat resiliensi pada kelompok eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol, sehingga konseling kelompok dapat meningkatkan resiliensi.

Katakunci: Resiliensi, konseling kelompok

 

Resilienceis an ability or powers that existin a person torise from life problems experienced. Group counseling is a dynamic interpersonal process that focuseson the business of thinking and acting in behavior, as well as functions in volved in possible therapies, and oriented to the realities, trustingtrust, care, understanding, acceptance and support.This research made for improve the resilience through group counseling in adolescents with physical disabilities (difable). This research uses experimental design with pretest-posttest control group design. The instrument used Resilience Scale. Subjects were 10 men who were divided into two groups, the experimental group and the control group. The results show the value of t=-0.089 and a significance value of 0.931. This shows that there are significant differences in resilience scores between the experimental group and the control group after the treatments given in the form of group counseling. Level of resilience in the experimental group was higher than the control group, so that group counseling can improve resilience.

Keyword: Resiliency, group counseling


Full Text:

pdf


DOI: https://doi.org/10.22219/jipt.v2i1.1768 | Abstract views : 546 | pdf views : 604



Editorial Office

Faculty of Psychology, University of Muhammadiyah Malang

Gedung Kuliah Bersama (GKB IV), Lantai 5

Jl. Raya Tlogomas No. 246 Malang

Phone (+62) 813 47113618 (+62) 341-460318, Fax. (+62) 341 460782.

Hompage: http://www.psikologi.umm.ac.id
Email: jurnalilmiahpsikologiterapan@gmail.com

 Creative Commons License

JIPT by http://ejournal.umm.ac.id/index.php/jipt/ is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 

eISSN : 2540-8291 | pISSN : 2301-8267

 Web
Analytics Made Easy - StatCounter View My Stats

Flag Counter