STABILISASI TANAH DASAR DENGAN BAHAN ADITIF AKIBAT BEBAN SIKLIK JALAN REL KERETA CEPAT JAKARTA – BANDUNG

Widy Cahyono, Ahmad Rifa'i


Abstract


Sebagai Negara yang masih terus membangun Pemerintah Indonesia terus melakukan pembangunan infrastruktur, salah satunya adalah pembangunan jalur kereta cepat Jakarta-Bandung. Banyak kajian teknis yang perlu dilakukan terhadap pelaksanaannya. Salah satu yang perlu dikaji dalam bidang geoteknik yaitu penyediaan timbunan untuk subgrade. Tanah yang digunakan sebagai penelitian yaitu tanah yang diambil dari desa Walini, Cikalong Wetan, Bandung Barat. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan nilai daya dukung tanah subgrade yang dipersyaratkan. Modifikasi tanah dilakukan dengan pencampuran antara tanah dan variasi semen, dan tanah, zat aditif dan variasi semen. Zat aditif yang digunakan 1,5% MDD, dan variasi semen yang digunakan adalah campuran 1%, 2% dan 3%. Pengujian dilakukan melalui tahapan pengujian sifat fisik tanah, dan sifat mekanis tanah. Pengujian dilakukan untuk mendapatkan nilai CBR terendam, dan nilai kuat tekan bebas (qu).Parameter tersebut digunakan sebagai input data pada program PLAXIS 8.6. Tanah timbunan yang dipakai merupakan jenis lanau, dengan nilai CBR terendam sebesar 8,17 %. Analisis simulasi numeris dengan axle load kereta sebesar 170 kN didapat penurunan tanah yang terjadi sebesar -0,065 mm untuk beban statis dan 0,015 x 10-3 mm untuk 1 kali beban siklik kereta.  Pada beban dinamis dan beban gempa sebesar 0,4g didapat penurunan sebesar 0,576 x 10-3 mm. Analisis pada penurunan tersebut dilakukan pada titik tengah subgrade diantara kedua beban gandar kereta. Stabilisasi subgrade dengan zat aditif 1,5% MDD dan dan campuran semen 1% dengan ketebalan subgrade 0,35 m, mampu menahan axle load kereta cepat. 


Kata kunci : Modifikasi tanah, subgrade, dan daya dukung tanah.

Keywords


Modifikasi tanah; subgrade; daya dukung tanah

Full Text:

Untitled PDF

References


Alamaa A. (2016). High Speed Railway Embankment – a Comparison of Different Regulation. Department of Civil and Architure Engineering, Division of Rock and Soil Mechanic, KTH Royal Institue of Technology, Stockholm

Badan Standarisasi Nasional. (2012). Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non Gedung, Jakarta

Bowles JE. (1989). Sifat-sifat Fisik dan Geoteknis Tanah. Jakarta: Erlangga.

Fly California. (2009). Technical Memorandum, Earth Work and Track Bed Design Guidelines, California

Gregg, L.E. (1960). Earthwork in K.B.Woods (ed), Highway Engineering Handbook. New York : Mcgraw Hill Book Company.

Hardiyatmo,H.C. (2002). Teknik Pondasi 1. Yogyakarta: Gadjah Mada University Pers.

M.J.M.M. Steenbergen, E.De Jong and A. Zoeteman (2015). Dynamic Axle Loads as a Main Source of Railway Track Degradation, Railway Engineering Group. Netherland: Delft University of Technology.

Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia (2012). Persyaratan Teknis Jalur Kereta Api, Nomor PM 60, Jakarta.

Plaxis 2D Versi 8. (2007). Manual Plaxis, Netherland: Delft University of Technology.

Raymod, G.P., ang Komos, G.A. (1978) Repeated Load Testing of a Model Plane Strain Footing, Canadian Geotech.J.




DOI: https://doi.org/10.22219/jmts.v17i1.7281 | Abstract views : 90 | Untitled views : 9 | PDF views : 2

Copyright (c) 2019 Media Teknik Sipil

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

____________________________________________________________________________

Editorial Office 
Civil Engineering Department, 
University Muhammadiyah of Malang
Jl. Tlogomas No 246 Malang, Jawa Timur, Indonesia 
Phone (+62) 341464318 ex 130

email : jurnal.mediatekniksipil.umm@gmail.com

 

MEDIA TEKNIK SIPIL Journal

MTS by http://ejournal.umm.ac.id/index.php/jmts/ is licensed under a Creative commons attribution - sharealike 4.0 International license.

View My Stats