PERBEDAAN KONDISI KEBUTUHAN DAN CONSENSUS TERHADAP NIAT PENGGELAPAN PAJAK

Shaffera Kumalasari, Bambang Subroto, Noval Adib

Abstract


Abstrak
Berdasarkan Laporan Kinerja Direktorat Jenderat Pajak tahun 2013-2016, rasio kepatuhan pajak hanya berkisar 56,21%-63.15%. Penelitian ini bertujuan untuk menguji alasan apa yang menyebabkan wajib pajak memiliki niat penggelapan pajak dengan menggunakan kondisi kebutuhan dan konsensus. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen dengan laboratorium eksperimen. Desain eksperimen menggunakan desain faktorial 2x2, yang berarti 2 (dua) variabel dengan 2 (dua) level yang berarti ada 4 (empat) kondisi atau 4 (empat) kelompok dalam penelitian. Penelitian ini menggunakan mahasiswa Pascasarjana Fakultas Ekonomi dan Bisnis jurusan Magister Akuntansi, Magister Manajemen, dan Magister Ilmu Ekonomi di Universitas Brawijaya sebagai partisipan. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah two ways anova menggunakan aplikasi IBM SPSS Versi 23. Hasil penelitian membuktikan bahwa ada perbedaan pada kondisi kebutuhan tinggi dan kebutuhan rendah dan ada perbedaan pada kondisi konsensus tinggi dan konsensus rendah. Niat penggelapan pajak tertinggi pada kondisi kebutuhan tinggi dan konsensus tinggi, sebaliknya niat penggelapan pajak terendah pada kondisi kebutuhan rendah dan konsensus rendah. Penelitian ini berkonttribusi pada teori atribusi, motivasi, dan teori asosiasi diferensial.
Kata kunci : kebutuhan, konsensus, niat penggelapan pajak




Office:
Ruang Jurusan Akuntansi Universitas Muhammadiyah Malang
Gedung Kuliah Bersama 2 Floor 3. Jalan Raya Tlogomas 246, Kota Malang, East Java, Indonesia
Email: jrak@umm.ac.id

View My Stats