Nilai antikorupsi dalam buku cerita bergambar “Peternakan Kakek Tulus” dan “Byur!” terbitan komisi pemberantasan korupsi (kajian semiotika)

Arini Dwi Putri, Aceng Rahmat, Siti Ansoriyah


Abstract


Pendidikan nilai antikorupsi sebagai bagian dari pendidikan karakter. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan dan mendapat pemahaman yang mendalam tentang nilai antikorupsi berdasarkan kajian semiotika yang terkandung dalam buku cerita bergambar “Peternakan Kakek Tulus dan Byur!” terbitan KPK. Buku cerita bergambar “Peternakan Kakek Tulus dan Byur!” merupakan buku cerita bergambar yang ditulis dan dipublikasi untuk dijadikan sebagai bahan ajar maupun media dalam menanamkan pendidikan nilai antikorupsi di Indonesia. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Data yang digunakan berupa resensi-resensi yang berkaitan tentang nilai antikorupsi dalam buku cerita bergambar “Peternakan Kakek Tulus dan Byur!” terbitan KPK. Hasil penelitian ditemukan 18 leksia, 8 nilai antikorupsi; (1) kerja keras, (2) adil, (3) peduli, (4) jujur, (5) berani, (6) displin, (7) sederhana, dan (8) tanggung jawab, serta lima kode pembacaan yaitu, (1) kode teka-teki, (2) kode konotatif, (3) kode simbolis, (4) kode aksian, dan (5) kode kultural atau budaya. Dari hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa dua buku cerita bergambar terbitan KPK mengandung nilai antikorupsi berdasarkan leksia-leksia yang ditinjau melalui kode pembacaan Barthes dan tidak ditemukan satu nilai antikorupsi yaitu nilai mandiri.

Keywords


Antikorupsi, Buku cerita, Nilai, Semiotika

Full Text:

PDF

References


A'yunin, Q., Lustyantie, N., & Tadjuddin, S. (2018). Nilai pendidikan karakter dalam buku autobiografi Happy Little Soul karya Retno Hening Palupi. Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 5(2), 179-195. doi: https://doi.org/10.15408/dialektika.v5i2.7584

Adipta, H., Maryaeni, M., & Hasanah, M. (2016). Pemanfaatan buku cerita bergambar sebagai sumber bacaan siswa SD. Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan, 1(5), 989-992. doi: http://dx.doi.org/10.17977/jp.v1i5.6337

Afnida, M., & Fitriani, D. (2016). Penggunaan buku cerita bergambar dalam pengembangan bahasa anak pada TK A di Banda Aceh. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini, 1(1), 53-59. Retrieved from http://www.jim.unsyiah.ac.id/paud/article/view/399/483

Agustina, L. (2017). Analisis semiotik dalam kumpulan cerpen Air Mata Ibuku dalam Semangkuk Sup Ayam. Stilistika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 2(1), 54-63. doi: https://doi.org/10.33654/sti.v2i1.378

Alfianita, A. (2015). Perancangan buku cerita bergambar tentang menanamkan nila-nilai integritas sebagai pendidikan anti korupsi untuk siswa SD. (Sarjana), Universitas Negeri Malang Malang. Retrieved from http://karya-ilmiah.um.ac.id/index.php/seni-desain/article/view/44912

Arsyad, A. (2011). Media pembelajaran. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Barthes, R. (1985). L’aventure sémiologique. Paris: Editions du Seuil.

Barthes, R. (2007). Petualangan semiologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Bay, D. N., & Çetin, Ö. (2014). Storybook reading strategies of preschool teachers in the USA and Turkey. International Journal of Education and Research, 2(7), 41-54. Retrieved from http://www.ijern.com/journal/July-2014/04.pdf

Faizah, U. (2009). Keefektifan cerita bergambar untuk pendidikan nilai dan keterampilan berbahasa dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Jurnal Cakrawala Pendidikan, 3(3), 249-256. doi: https://doi.org/10.21831/cp.v3i3.302

Handoyo, E., Subagyo, S., Susanti, M. H., & Suhardiyanto, A. (2010). Penanaman nilai-nilai kejujuran melalui pendidikan anti korupsi di SMA 6 Kota Semarang. Jurnal Abdimas, 14(2), 1-7. Retrieved from https://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/abdimas/article/view/24/17

Isbandi, F. S. (2017). Urgensi pendidikan karakter dalam dongeng (studi kasus buku dongeng Komisi Pemberatasan Korupsi seri Peternakan Kakek Tulus). Jurnal Mediakita: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam, 1(2), 197-216. doi: https://doi.org/10.30762/mediakita.v1i2.367

Juanda, J. (2018). Revitalisasi nilai dalam dongeng sebagai wahana pembentukan karakter anak usia dini. Jurnal Pustaka Budaya, 5(2), 11-18. doi: https://doi.org/10.31849/pb.v5i2.1611

Mayring, P. (2014). Qualitative content analysis: Theoretical foundation, basic procedures and software solution. Austria: Klagenfurt.

Mazid, S., Bhakti, I. S. G., & Rihardi, S. A. (2019). Internalisasi nilai-nilai anti korupsi pada peserta didik di Madrasah Ibtidaiyah. JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan), 4(1), 45-53. doi: https://doi.org/10.24269/jpk.v4.n1.2019.pp45-53

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative data analysis: An expanded sourcebook. Los Angeles: Sage.

Moleong, L. J. (2013). Metode penelitian bahasa tahapan strategi, metode, dan tekniknya. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Monica, F., Waluyanto, H. D., & Zacky, A. (2013). Perancangan buku cerita rakyat bergambar interaktif untuk menanamkan kejujuran pada anak usia 5-10 tahun. Jurnal DKV Adiwarna, 1(2), 11. Retrieved from http://publication.petra.ac.id/index.php/dkv/article/view/854/750

Mustofa, M. (2019). Strategi penanaman nilai-nilai antikorupsi di sekolah dasar. Education and Human Development Journal, 5(1), 43-60. doi: https://doi.org/10.33086/ehdj.v5i1.1301

Nawawi, I. (2017). Pengembangan pendidikan antikorupsi berbasis kantin kejujuran di sekolah dasar. Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan, 25(1), 12-17. doi: http://dx.doi.org/10.17977/um009v25i12016p012

Nurgiyantoro, B. (2010). Sastra anak. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Nuryanto, S. (2016). Dongeng sebagai pendidikan anti korupsi pada anak usia dini. Jurnal Indria (Jurnal Ilmiah Pendidikan Prasekolah dan Sekolah Awal), 1(1), 54-68. doi: https://doi.org/10.24269/jin.v1n1.2016.pp54-68

Pratama, A., & Sumaryati, S. (2015). Strategi sekolah dalam menanamkan jiwa antikorupsi di SMA Muhammadiyah 5 Yogyakarta. Jurnal Citizenship, 4(2).

Sakinah, N., & Bakhtiar, N. (2019). Model pendidikan anti korupsi di sekolah dasar dalam mewujudkan generasi yang bersih dan berintegritas sejak dini. el-Ibtidaiy: Journal of Primary Education, 2(1), 39-49. doi: http://dx.doi.org/10.24014/ejpe.v2i1.7689

Shobirin, M. a. (2017). Model penanaman nilai antikorupsi di sekolah dasar. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Unissula, 1(2), 107-117. doi: https://doi.org/10.30659/pendas.1.2.107-117

Sugiarti, D. (2015). Pembuatan buku cerita bergambar dengan tokoh Gatotkaca sebagai media pembelajaran kelas B TK Khalifah Surabaya. Jurnal Seni Rupa, 3(1), 64-69. Retrieved from https://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/index.php/va/article/view/10380/10128

Suryaningsih, E., & Fatmawati, L. (2017). Pengembangan buku cerita bergambar tentang mitigasi bencana erupsi gunung api untuk siswa SD. Profesi pendidikan dasar, 1(2), 113-124. doi: https://doi.org/10.23917/ppd.v1i2.5310

Wijaya, D. (2014). Pendidikan antikorupsi untuk anak sekolah dan perguruan tinggi. Jakarta: Indeks.

Yuliantari, E. (2015). Pembentukkan KPK sebagai lembaga negara khusus dalam pemberantasan tindak pidana korupsi di Indonesia. Jurnal Hukum, 2(2), 171-180. Retrieved from http://journal.undiknas.ac.id/index.php/hukum/article/view/44/21

Zoest, A. V. (1992). Semiotika. Jakarta: Yayasan Sumber Agung.




DOI: https://doi.org/10.22219/kembara.v6i1.11353 | Abstract views : 144 | PDF views : 144 |

Copyright (c) 2020 Arini Dwi Putri, Aceng Rahmat, Siti Ansoriyah

View My Stats

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.