MODEL ANALISIS WACANA KRITIS UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MAHASISWA MENGANALISIS WACANA BERIDEOLOGI FEMINISME

Diana Silaswati


Abstract


Penelitian ini bertujuan mengembangkan model model Analisis Wacana Kritis (AWK) yang dapat mengungkap ideologi feminisme dalam pengkajian wacana yang dapat digunakan dalam kegiatan pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa menganalisis wacana berideologi feminisme. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dan metode kuantitatif (mixed method). Dari tahapan pertama penelitian diperoleh hasil bahwa model AWK berlandaskan tiga elemen spesifik teori feminis Chafetz cukup efektif untuk melakukan pengkajian ideologi feminisme dalam dwilogi novel "Saman dan Larung". Adapun hasil dari tahapan kedua adalah bahwa perencanaan dan pelaksanaan kegiatan pembelajaran pengkajian wacana menggunakan model AWK Ideologi Feminisme dan bahan ajarnya telah terukur dengan hasil cukup baik berdasarkan kriteria komponen kegiatan pembelajaran, yaitu tujuan, bahan, metode, media, pendekatan, dan evaluasi. Hasil uji-t menunjukkan nilai hitung (13,682) > tabel (2,021) dalam df=38, berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan mahasiswa menganalisis wacana berideologi feminisme sebelum diberi perlakuan dan sesudah diberi perlakuan.


Keywords


model, analisis, wacana, feminisme, pembelajaran.

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.22219/kembara.v2i2.4007 | Abstract views : 766 | PDF views : 766 |

Copyright (c) 2016 Diana Silaswati

View My Stats

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.