REPRESENTASI SCHIZHOPHRENICTOKOH UTAMA DALAM NOVEL NAPAS MAYAT KARYA BAGUS DWI HANANTO

Teguh Yuliandri Putra

Abstract


Penelitian ini mendeskripsikan tentang representasi gejala schizophrenicyang dialami tokoh utama dalam novel Napas Mayatkarya Bagus Dwi Hananto. Permasalahan inti yang digambarkan dalam novel ini adalah gambaran terpecahnya kepribadian seseorang, sehingga memicu terjadinya penyimpangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif sedangkan, metode dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif yakni cara yang dilakukan dalam penelitian ini untuk mengungkap fakta-fakta yang tampak atau mengungkap data dengan cara memberi deskripsi yang mendalam dan merujuk pada interpretasi yang menggambarkan atau melukiskan keadaan subjek atau objek. Adapun permasalahan yang diteliti adalah representasi reaksi schizophrenicyang dialami tokoh utama yang ditandai dalam tiga wujud reaksi, di antaranya (1) schizophrenic hebephrenic, (2)schizophrenic catatonic, (3)schizophrenic paranoid. Hasil penelitian ini berupa gambaran kejiwaan tokoh Aku dalam Novel Napas Mayat yang direpresentasikan melalui perspektif patologi sosial/penyimpangan sosial. Patologi sosial dapat diartikan sebagai “alat bedah” untuk mengukur tingkat penyimpangan psikologis tokoh Aku yang mengalami pola gangguan kecemasan di dalam kehidupan sosialnya. Tiga wujud reaksi yang tersebut di atas menjadi penjelas tingkatan gejala schizophrenic yang dialami oleh tokoh aku dalam Novel Napas Mayat karya Bagus Dwi Hananto.


Keywords


scizhophrenic, hebephrenic, catatonic, paranoid

Full Text:

PDF

References


Atmaja, L. K. (2013). Analisis Psikologis Novel “Sepatu Dahlan” Karya Khrisna Pabichara. Bengkulu: Universitas Bengkulu.

Atrinawati. (2012). Melawan Dampak Kapitalitas Industri Hiburan di Amerika: Kajian Psikologi Tokoh Utama Novel The Rana Look Karya Sandra Brown. Semarang: Universitas Diponegoro.

Endraswara, S. (2008). Metode Penelitian Psikologi Sastra: Teori, Langkah, dan Penerapannya. Yogyakarta: FBS Universitas Negeri Yogyakarta.

Kartono, K. (2009). Psikologi Abnormal dan Abnormalitas Seks. Bandung: CV. Mandar Madju.

Pujiharjo. (2010). Perubahan Puitika dalam Fiksi Indonesia dari Modernisme ke Pascamodernisme. Yogyakarta: Elmatera.

Sobur, A. (2013). Psikologi Umum dalam Lintasan Sejarah. Bandung: Pustaka Setia.

Suyasa, M. (2004). Pengantar Teori Sastra. Mataram: Universitas Muhammadiyah Mataram Press.

Wahyuningtias, R. (2013). Patologi Sosial dalam Novel di Bibirnya Ada Dusta Karya Mira Widjaja. Jember: Universitas Jember.




DOI: https://doi.org/10.22219/kembara.v3i1.4734

DOI (PDF): https://doi.org/10.22219/kembara.v3i1.4734.g4869

Copyright (c) 2017