PREFERENSI BENTUK CERITA PENDEK HUMOR SISWA SEKOLAH DASAR KELAS TINGGI

Ari Ambarwati


Abstract


Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan analisis kebutuhan bentuk cerita pendek (cerpen) humor untuk mengembangkan karakter gemar membaca siswa SD. Penelitian ini dilakukan pada siswa SD kelas V dan VI di SDN Merjosari V kota Malang dan 10 siswa SD di kota Malang, Surabaya, Yogyakarta, Bekasi, dan Jakarta. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, melalui (1) prasurvei, (2) persiapan, (3) pengolahan data, (4) analisis data, dan (5) penulisan laporan. Data dalam penelitian ini ada dua jenis. Pertama, data berupa informasi kualitatif yang diperoleh dari kuesioner. Kedua data kuantitatif berupa angka dan prosentase yang diolah dari hasil kuesioner yang dieksplanasi secara kualitatif. Temuan penelitian ini adalah tiga bentuk humor yang disukai siswa SD yang muncul dalam cerita, karakter cerita, dan permainan bahasa dalam cerita.


Full Text:

PDF

References


Ambarwati, A. (2016). Wacana Humor dalam Cerita Lupus Kecil. Disertasi tidak Diterbitkan. Universitas Negeri Malang.

Bell, Nancy & Pomerantz, A. (2014). Reconsidering Language Teaching Through A Focus on Humor. EuroAmerican Journal of Applied Linguistics and Languages, EJournALL, 1(1), 31–47.

Berger, A. A. (2015). A Priest, An Imam, and A Rabbi Get A Haircut. Canada: Continuum.

Budiyanto, D. (2009). Penyimpangan Implikatur Percakapan dalam Humor-humor Gus Dur. Litera, 8(2), 105–117.

Cresswell, J. W. (2010). Qualitative Inquiry & Research Design. California: Sage Publications Inc.

Denzin, N. K. & L. (2009). Handbook of Qualitative Research. Diterjemahkan oleh S. Z. Qudsy. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Hale, A. (2016). The Risks and Rewards of Teaching With Humor in Western Sydney: Adapting Pedagogy to Complex Demography. EuroAmerican Journal of Applied Linguistics and Languages, EJournALL, 3(2), 22–41.

Hempelmann, C. (2016). Humor in the Teaching of Writing: A Microethnographic Approach. EuroAmerican Journal of Applied Linguistics and Languages, EJournALL, 2(2), 42–55.

Hess-Zimmermann, K. (2016). Is This A Joke? Metalinguistic Reflections on Verbal Jokes During The School Years. EuroAmerican Journal of Applied Linguistics and Languages, EJournALL, 3(2), 1–21.

Kosasih, E. (2008). Apresiasi Sastra Indonesia. Yogyakarta: Nobel Edumedia.

Morreall, J. (2012). Philosophy of Humor. California: Continuum.

OECD. (2015). Literaci and Development. Retrieved April 16, 2017, from http://www.oecd.org/pisa/pisa-2015-results-in-focus.pdf

Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Pendekatan Pendidikan Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Suryaman, M. (2011a). Apresiasi Karya Sastra di dalam Kegiatan Bersastra: Suatu Analisis Materi Bahasa Indonesia untuk Madrasah Aliyah. Jakarta: PPM Departemen Agama.

Suryaman, M. (2011b). Sejarah Sastra Indonesia Berprespektif Gender. Yogyakarta: Elang Mas.

United Nations of Educational of Scientific & Cultural Organization. (2011). Literacy Rank. Retrieved March 17, 2016, from en.unesco.org.

Wiedarti, P. (2015). Desain Induk Gerakan Literasi Sekolah. Jakarta: Dirjendikdasmen.




DOI: https://doi.org/10.22219/kembara.v3i2.5130 | Abstract views : 290 | PDF views : 290 |

Copyright (c) 2018 Ari Ambarwati

View My Stats

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.