DIAGNOSA STROKE

Moch. Bahrudin


Abstract


Tugas dari seorang dokter yang menangani seorang penderita stroke, yang pertama adalah menentukan apakah stroke yang dihadapi penderita adalah stroke infrak atau perdarahan. Pembuatan diagnosis stroke infark atau perdarahan dalam suatu pusat neurologis yang besar tidak sulit karena adanya CT scan, tetapi karena alat ini hanya di jumpai di kota- kota besar, apabila tidak ada CT Scan maka diagnosa harus dibuat atas dasar pemeriksaan klinis. Anamnesis yang cermat sangat membantu untuk menegakkan diagnosis yang tepat. Setelah pemeriksaan intern yang teliti, maka dilakukan pemeriksaan neurologis yang rutin.Kesimpulan yang dapat diambil adalah bahwa dalam menegakkan diagnosis stroke diperlukan anamnesis yang tepat dan akurat, pemeriksaan klinis, pemeriksaan klinis neurologis.pemeriksaan darah dan liquor cerebrospinalis pada pemeriksaan pungsi lumbal sudah banyak ditinggalkan karena adanya CT scan kepala dan MRI yang merupakan Gold Standart dalam diagnosa stroke.


Full Text:

pdf


DOI: https://doi.org/10.22219/sm.v5i2.1000 | Abstract views : 1807 | pdf views : 0

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

                                                                                                                           

Saintika Medika, p-ISSN: 0216-759X . e-ISSN:2614-476X, Saintika Medika : Jurnal Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Keluarga.


Editorial Office :

Faculty of Medicine University of Muhammadiyah Malang

jl. Bendungan Sutami No. 188a Malang

mail : saintika_medika@umm.ac.id

 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats