Bell’s Palsy (BP)

Bahruin Moch


Abstract


Bell’s Palsy adalah nama sejenis penyakit kelumpuhan perifer akibat proses (non suppuratif, non neoplasmatik, non degeneratif primer), namun sangat mungkin akibat edema pada nervus fasialis pada distal kanalis fasialis. Penyebab secara pasti belum diketahui, tetapi beberapa penelitian mendukung adanya infeksi sebagai penyebab bell’s palsy terutama HSV. Dari beberapa penelitian dan penyelidikan yang telah dilakukan ternyata 75% dari paralisis fasial adalah Bell’s Palsy. Permasalahan yang di timbulkan Bell’s Palsy cukup kompleks, diantaranya: masalah kosmetika dan psikologis. Adanya
kelumpuhan pada otot wajah menyebabkan wajah tampak mencong dan ekspresi abnormal, sehingga menjadikan penderitanya merasa minder dan kurang percaya diri. Diagnosis dapat ditegakkan secara klinik setelah penyebab yang jelas untuk lesi nervus fasialis perifer disingkirkan. Terapi yang dianjurkan saat ini ialah pemberian prednison, fisioterapi dan kalau perlu operasi. Penanganan yang di berikan sedini mungkin sangat di perlukan untuk mengembalikan fungsi otot-otot wajah, dan mengembalikan penampilan.

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.22219/sm.v7i2.4073 | Abstract views : 3727 | PDF views : 18914

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

                                                                                                                           

Saintika Medika, p-ISSN: 0216-759X . e-ISSN:2614-476X, Saintika Medika : Jurnal Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Keluarga.


Editorial Office :

Faculty of Medicine University of Muhammadiyah Malang

jl. Bendungan Sutami No. 188a Malang

mail : saintika_medika@umm.ac.id

 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats