Pencegahan Kejadian Kardiovaskuler pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2

Indah Serinurani Effendi


Abstract


WHO memprediksi adanya peningkatan angka insiden dan prevalensi Diabetes Mellitus (DM) tipe2 diberbagai penjuru dunia . Untuk Indonesia ,WHO meprediksi kenaikan jumlah pasien dari 8,4 juta pada tahun 2000 menjadi sekitar 21,3 juta pada tahun 2030. Suatu jumlah yang sangat besar dan merupakan beban yang sangat berat untuk dapat ditangani sendiri oleh dokter spesialis/ sub spesialis, maka perlu strategi pelayanan kesehatan primer sebagai ujung tombak menjadi sangat penting untuk lebih berperan dalam penanganan DM sederhana dan mencegah terjadinya penyulit DM, antara lain risiko penyakit kardiovaskuler. Perlu penangan terpadu pada penyakit tidak menular dan berkesinambungan. Dibutuhkan kontrol rutin antara lain gula darah puasa <130 mg/dl , gula darah 2jpp <200 mg/dl, HbA1c <7, Tensi 130/80 mm Hg , Total cholesterol < 200 mg/dl, Kholesterol LDL < 160 mg/dl, Kholesterol HDL > 50mg/dl . Disamping itu perlu menilai risiko Kardiovaskuler dengan Framingham Risk Score (FRS).

Kata kunci : Diabetes Mellitus, Risiko Kardiovaskuler, Framingham Risk Score.


Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.22219/sm.v7i2.4074 | Abstract views : 328 | PDF views : 328 |

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

                                                                                                                           

Saintika Medika, p-ISSN: 0216-759X . e-ISSN:2614-476X, Saintika Medika : Jurnal Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Keluarga.


Editorial Office :

Faculty of Medicine University of Muhammadiyah Malang

jl. Bendungan Sutami No. 188a Malang

mail : saintika_medika@umm.ac.id

 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


View My Stats