Perempuan Salafi Memaknai Jilbab: Antara Alternatif dan Oposisional

Prima Ayu Rizki Mahanani


Abstract


Abstrak

Jilbab cadar merupakan benda yang menjadi penanda perempuan dari manhaj Salafi. Kajian dan analisis kritis ini menggali lebih dalam terhadap si pemakai jilbab yaitu perempuan Salafi yang memaknai jilbab cadar sebagai alternatif ataukah oposisional. Perempuan Salafi adalah subkultur yang mengonstruksi identitasnya melalui atribut yang menunjukkan ekspresi kulturalnya yaitu: muka ditutup dengan cadar, kerudung lebar yang menjuntai sebatas selutut, gamis yang tidak ketat, tidak tipis, tidak tembus pandang, tidak bermotif, warna kain cenderung gelap, tidak memakai harum-haruman, tidak mengenakan hiasan-hiasan, tidak menyerupai pakaian laki-laki, dan tidak menyerupai pakaian wanita kafir atau fasik Berdasarkan jawaban ketujuh informan, ditemukan makna oposisional yaitu adanya hasrat atau keinginan untuk menggantikan jilbab atau mengubah jilbab populer yang ditandai dengan misi berdakwah melalui lisan dan maupun tulisan secara bertahap. Makna oposisionalnya adalah tuntutan lingkungan yang banyak fitnah dan kerusakan seperti sekarang ini dirasa tidak lagi kondusif untuk menundukkan pandangan selain dengan jilbab cadar yang dianggap lebih utama.

Kata Kunci: alternatif, jilbab, makna, oposisional, salafi

 

Abstract

Hijab veil is a material which is a marker of the methodology Salafi women. Research and analysis is critical to dig deep against the wearer's head scarf that women who interpret the Salafi hijab veil as an alternative or oppositional. Women Salafi is a subculture that constructs its identity through attribute expression cultural namely: face covered with a veil, the veil width dangling limited to knee, the robe is not strict, not thin, opaque, not patterned, fabric colors tend to be dark, not wearing fragrance -haruman, no decorations, do not resemble men's clothing, women's clothing and did not resemble the infidels or wicked. Based on the answers to seven informants, oppositional meanings found that their intention or desire to replace the popular hijab headscarf or change marked by the mission and preaching through oral and written gradually. Oposisionalnya meaning is that many environmental claims defamation and damage, as now it is no longer conducive to lower his gaze beyond the veil that veils were considered more important.

Keywords: alternative, hijab, meaning, oppositional, salafi


Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.22219/sospol.v2i1.4760 | Abstract views : 370 | PDF views : 114

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 JURNAL SOSIAL POLITIK



____________________________________________________________

Editorial Office

Pusat Kajian Sosial dan Politik (PKSP)

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik GKB I Lt. 6

Jl. Raya Tlogomas No. 246, Malang, Jawa Timur, Indonesia

Phone (+62)341-464318 Ext. 200 & 132

  

Creative Commons License

Jurnal Sospol is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Based on a work at http://ejournal.umm.ac.id/index.php/sospol

p-ISSN (Print) 2088-8090 | e-ISSN (Online) 2597-6648

View My Stats