APLIKASI TEKNOLOGI PUPUK ORGANIK AZOLLA PADA BUDIDAYA PADI SAWAH DI DESA MANDESAN KECAMATAN SELOPURO KABUPATEN BLITAR

Ikip Laily Kuncarawati


Abstract


Ketergantungan penggunaan pupuk an-organik (Urea) pada budidaya padi sawah oleh
petani di desa Maudesar Kabupaten Blitar merupakan masalah yang perlu dipecahkan
karena petani belum memiliki altematif lain untuk memupuk tanarnan padi . Namun saat
ini dengan harga urea yang tinggi banyak petani mengeluh dan ada kecenderungan
untuk mengurangi rekomendasi pemberian pupuk di sawah. Perilaku ini akan
menyebabkan pertumbuhan dan produksi padi terganggu, dan lebih luas lagi akan
mempengaruhi keamanan pangan nasional. Kendala tersebut dapat diatasi dengan
penggunaan pupuk organik Azolla untuk mengurangi ketergantungan pupuk an-organik
serta dapat menjaga kondisi tanah serta dapat menuju pada sistim pertanian yang
berkelanjutan.
Hasil penelitian laboratorium Pusat Pengembangan Bioteknologi Universitas
Muhammadiyah Malang (UMM) menunjukkan bahwa, Azolla merupakan tanaman paku
air yang banyak tumbuh di lahan sawah yang bersifat menguntungkan. Azolla selama
hidupnya bersimbiosis mutualistis dengan ganggang hijau biru (Anabaena azollae),
yang mampu memfiksasi nitrogen (N2). Kemampuan simbiosis Azolla anabaena untuk
mereduksi nitrogen dari atmosfer menjadi amonia melalui enzim denitrogenase telah
dibuktikan cukup efektif dibandingkan jenis simbiotik lain pada kadar nitrogen
lingkungan air yang rendah. Jumlah unsur nitrogen yang dapat ditambat melalui simbiosis
Azolla - Anabaena azollae cukup tinggi. Pengukuran besarnya aktivitas penambatan
gas nitrogen menunjukkan bahwa simbiosis Azolla - Anabaena azollae dapat menambat
N2 sebesar 7,2 - 7,8 mg N2 per gram berat/kering. Pada kondisi pertumbuhan Azolla
yang baik dapat dihasilkan 335 - 675 kg N2/Ha/th setara dengan 333 ton berat basah
Azolla sp, dengan kandungan nitrogen sebesar 840 kg per hektar luas tanah ( Sugiharto
dalam Maftuchah,1998 ).
Penerapan teknologi pupuk organik Azolla pada padi sawah bertujuan untuk mengurangi
penggunaan pupuk an-organik (Urea) dan meningkatkan produksi tanaman padi di
lahan sawah. Selain itu dapat mengurangi biaya produksi pengolahan tanah dan
penggunaan pupuk.
1,2,3) Staf Pengembangan Bioteknologi UMetode yang digunakan meliputi: Penyuluhan, Demplot dan Sistem Pendampingan
Mahasiswa PKL ( praktek kerja lapang ). Ketiga kegiatan tersebut dilakukan secara
terpadu. Pada penerapan teknologi ini sebagai khalayak sasaran untuk penyuluhan
adalah Petani desa Mandesan, untuk obyek yang dijadikan Demplot dan pendampingan
adalah petani maju dari kelompok tani, dengan harapan teknologi yang mereka kuasai
diinformasikan dan diterapkan petani lain di desa Mandesan. Dengan demikian
penerapan teknologi tersebut secara berantai dapat diadopsi oleh seluruh petani di
Mandesan.
Dari hasil kegiatan ini dapat disimpulkan bahwa pemakaian pupuk organik Azolla pada
budidaya padi sawah telah memberikan beberapa keuntungan: 1) Mengurangi
penggunaan pupuk kimia khususnya pupuk N. 2) Meningkatakan pendapatan petani
karena lebih efisien dalam biaya pengelolaan budidaya padi sawah. 3) Meningkatkan
kualitas mutu gabah .4) Dalam jangka panjang akan menguntungkan kondisi tanah
menuju sistim pertanian yang berkelanjutan.
Hasil dari kegitan pendampingan telah terbentuk kelompok tani yang telah mengadopsi
teknologi pupuk organik Azolla dan bersikap proaktif dalam menggunakan pupuk organik
azolla pada budidaya padi sawah di desa Mandesan Kabupaten Blitar.
lmplikasi dari kegiatan penerapan IPTEK ini yaitu, perlu adanya suatu gerakan
pemberdayaan penggunaan pupuk organik Azolla pada petani untuk wilayah yang
lebih luas, serta perlu adanya penghargaan yang lebih tinggi terhadap mutu produk
organik yang dihasilkan sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani.

Full Text:

pdf
| Abstract views : 244 | pdf views : 1693