KEKERASAN VERBAL BERBASIS GENDER DALAM NOVEL NAYLA KARYA DJENAR MAESA AYU

Auliya Arista


Abstract


Penelitian ini mengkaji kekerasan verbal berbasis gender dalam novel Nayla karya Djenar Maesa Ayu. Aspek yang dikaji yaitu bentuk kekerasan verbal berbasis gender berdasarkan posisi subjek objek. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Sumber data berupa novel Nayla karya Djenar Maesa Ayu dan data berupa kutipan kata dan kalimat dalam satuan cerita yang mengandung unsur kekerasan verbal. Tahap pengolahan data meliputi reduksi data, data display, dan penyimpulan (conclusion). Berdasarkan hasil analisis ditemukan bentuk kekerasan verbal berbasis gender berdasarkan posisi subjek objek berupa dominasi perempuan terhadap laki-laki maupun perempuan lain yaitu (a) ungkapan verbal perempuan yang bersifat merendahkan laki-laki dalam bentuk makian dan ancaman. Bentuk kekerasan verbal meliputi kecenderungan penggunaan diksi kekerasan bermakna kontekstual, leksikal, dan konotatif.  (b) ungkapan verbal perempuan yang bersifat merendahkan perempuan dalam bentuk makian. Bentuk kekerasan verbal meliputi kecenderungan penggunaan diksi kekerasan bermakna kontekstual, leksikal, dan konotatif. Hal tersebut menggambarkan citra bahwa perempuan lebih berkuasa dan memiliki posisi yang lebih dominan terhadap laki-laki maupun sesama perempuan.

Full Text:

PDF

References


Arikunto, S. (2010). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Asrini, H. W. dan D. I. (2005). Transmisi Nilai Budaya Kekerasan dalam Wacana Tulis (Kajian Penggunaan Bahasa Kekerasan di Media Koran Berbahasa Indonesia). Malang.

Ayu, D. M. (2012). Nayla. Jakarta: Gramedia.

Baryadi, P. (2012). Bahasa, Kekuasaan, dan Kekerasan. Yogyakarta: Universitas Sanata Darma.

Darma, Y. A. (2013). Analisis Wacana Kritis. Bandung: Yrama Widya.

Eriyanti, R. W. (2011). Kekerasan Verbal dalam Pembelajaran di SMP Kota Malang. Universitas Negeri Malang.

Eriyanto. (2003). Analisis Wacana Kritis. Yogyakarta: LKiS.

Gambel, S. (2010). Feminisme dan Postfeminisme. Yogyakarya: Jala Sutra.

Graddol, D. dan J. S. (2003). Gender Voice Telaah Kritis Relasi Bahasa-Jender. (Terjemah M. Muhid., Ed.). Pasuruan: Pedati.

Martono, N. (2012). Kekerasan Simbolik di Sekolah. Jakarta: Gravindo.

Mills, S. (1997). Discourses. London and New York: Roudledge.

Moleong, L. (2011). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Mufidah. (2009). Pengarusutamaan Gender pada Basis Keagamaan. Malang: UIN Malang Press.

Pusat Kajian Wanita dan Gender Universitas Indonesia. (2000). Pemahaman Bentuk-Bentuk Tindak Kekerasan terhadap Perempuan dan Alternatif Pemecahannya. Jakarta: PT Alumni.

Ratna, N. K. (2013). Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Sugihastuti. (2009). Teori Apresiasi Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Sugihastuti dan Itsna Hadi Setiawan. (2010). Gender dan Inferioritas Perempuan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Pendekatan Pendidikan Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Thomas, Linda, dan D. W. (2007). Bahasa, Masyarakat, dan Kekuasaan. (D. Terjemah Sunoto, Ed.). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Thomson, J. B. (2014). Analisis Idiologi Dunia. (Terjemah Haqqul Yaqin, Ed.). Yogyakarta: IRCisoD.




DOI: https://doi.org/10.22219/kembara.v3i2.5131 | Abstract views : 309 | PDF views : 309 |

Copyright (c) 2018 Auliya Arista

View My Stats

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.