Paradigma Pendidikan Masyarakat Muslim Suku Bajo Wuring Kabupaten Sikka
DOI:
https://doi.org/10.22219/jkpp.v3i2.11560Abstract
Abstract: This research aims to find out the educational paradigm of Bajo Wiring ethnic Muslim community in SukkaDistrict. The method used in this research is descriptive qualitative. This research was conducted in SukkaDistrict in the Bajo Wiring tribe. The subject of this research is the local community. Penguin data from observations, interviews and document studies. To obtain accurate data, researchers conducted source triangulation. The results in this study indicate that there is a paradigm shift in the Bajo Muslim community who initially viewed education as not yet important to be important. Revealed various obstacles faced by the Bajo Wiring Muslim community in the world of education including the custom of the Bajo tribe involving school-age children in fishing at sea and low per capita income in the Bajo Wiring tribe as traditional fishermen resulting in their difficulties in continuing their children's education. The solution that was raised was to overcome economic problems and distance traveled Bajo elbow to the location of the school.
Keywords: Education, Paradigms, Bajo Wiring tribes
Abstrak: Penenelitian ini bertujuan untuk mengetahui paradigma pendidikan masyarakat Muslim suku Bajo Wuring di Kabupaten Sukka. Metode yang digunakan dalam Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Sukka pada suku Bajo Wuring. Subjek penelitian ini adalah masyarakat setempat. Pengumh data dari hasil observasi, wawancara serta studi dokumen. Untuk memperoleh data yang akurat peneliti melakukan triangulasi sumber. Hasil dalam penelitian ini menunjukan bahwa terjadi perubahan paradigma masyarakat Muslim suku Bajo yang awalnya memandang pendidikan belum penting menjadi penting. Terungkap berbagai kendala yang di hadapi masyarakat Muslim suku Bajo Wuring dalam dunia pendidikan diantaranya adalah kebiasaan suku Bajo melibatkan anak-anak usia sekolah dalam mencari ikan dilaut serta pendapatan perkapita yang rendah dalam suku Bajo Wuring sebagai nelayan tradisional mengakibatkan sulitnya mereka dalam melanjutkan pendidikan anaknya. Solusi yang dimunculkan yakni mengatasi masalah ekonomi serta jarak tempuh permukiman siku Bajo dengan lokasi sekolah.
Kata kunci: Pendidikan, Paradigma, Suku Bajo Wuring
Downloads
References
Abdullah, K. (2014). The perception and participation level of Bajo Tribe To Islamic Education. Jurnal Al-Qalam, 20(1), 151–159.
Ali. (2010). Konsep dukungan keluarga. Jakarta: Salemba Medika.
Baharudin, S. (2011). Pergeseran Nilai Tradisional Suku Bajo Dalam Perlindungan Dan Pemanfaatan Sumber Daya Laut Taman Nasional Wakatobi. Bandung: ITB Press.
Fausayana, I, dkk. (2015). Habitus of Ethnic Bajo Bungin. American-Eurasian``. Journal of Sustainable Agriculture, 1–9.
Halim, M. (2012). Pengaruh Tingkat Pendidikan, Nilai-nilai Budaya Lokal Terhadap Transformasi Struktur Ekonomi Dan Keluarga Nelayan. Bandung: UPI Press.
Lupian, A. (2009). Orang Laut-Bajak Laut-Raja Laut: Sejarah Kawasan Laut Sulawesi Abad XIX. Jakarta: Komunitas Bambu.
Madlan, dkk. (2014). The Prejudice Of Bajau: From Own And Others Ethnic Perspective: A Preliminary Study In Sabah. International Journal Of Information And Education Technology, 4(2), 244–247.
Muniarti, A. (2015). Pendidikan Multikultural. Jakarta: Universitas Katolik Indonesia Atmajaya.
Surowo, B. (2012). Kpm Versus Pelni: Persaingan Merebut Hegemoni Jaringan Pelayaran Di Nusantara Tahun 1945-1960. Universitas Diponegoro.
Suryanegara, E. (2015). Perubahan Sosial Pada Kehidupan Suku Bajo: Studi Kasus Di Kepulauan Wakatobi Sulawesi Tenggara. Globe, 4(1), 67–78.
Zainuddin, M. (2008). Perubahan Sosial Dalam Perspektif Sosiologi Pendidikan. Jurnal Sosio-Religia, 7(3), 752–760.
Zamroni. (2000). Paradigma Pendidikan Masa Depan. Yogyakarta: Biografi Publishing.Published
How to Cite
Issue
Section
License
It is a condition of publication that authors assign copright or license the publication rights in their articles to journal of Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan. Authors are themselves responsible for obtaining permission to reproduce copyright material from other source
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.