WACANA ROMANTISME DALAM SEJARAH SASTRA INDONESIA PERIODE KOLONIAL BELANDA (1900-1942)

Authors

  • Dwi Susanto Universitas Sebelas Maret
  • Rianna Wati Universitas Sebelas Maret

DOI:

https://doi.org/10.22219/kembara.v5i1.6376

Abstract

Sejarah sastra Indonesia didominasi oleh wacana estetik romantik atau materialisme. Hal ini memengaruhi cara pandang terhadap kesastaraan Indonesia. Tulisan ini bertujuan untuk melihat pembentukan dan persebaran wacana estetika romantik dalam sejarah sastra Indonesia. Teori yang digunakan adalah wacana dan kuasa dari Foucault. Objek kajian yang digunakan adalah wacana dan kuasa dalam sejarah sastra Indonesia, terutama wacana estetika romantisme. Hasil yang diperoleh adalah bahwa wacana estetika romantisme dan sejarah sastra Indonesia dibentuk dan digunakan oleh kuasa kolonialisme Belanda. Hal ini ditujukan untuk membentuk masyarakat terjajah sesuai citra dirinya. Sebagai akibatnya, wacana estetika yang lain disingkirkan dan dianggap bukan sebagai kesastaraan sehingga tidak masuk dalam sejarah sastra. Hal ini berlanjut hingga pada masa sesudahnya dan Orde Baru yang menggunakan cara dan strategi yang serupa dengan periode kolonial. 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aisyah, S. (2015). Dinamika Umat Islam Indonesia pada Masa Kolonial Belanda (Tinjauan Historis). Rihlah Jurnal Sejarah dan Kebudayaan, 2(01), 120-127.

Alisjabana, S. T. (1954). Menudju Masjarakat dan Kebudjaan Baru. Polemik Kebudjaan, cetakan ketiga, Djakarta: Perpustakaan Perguruan Kementrian PP dan K.

Artika, I. W. (2016). Lima Cerpen Propaganda Lekra (1950—1965). Aksara, 28(2), 129-142.

Bassnett, S., & Trivedi, H. (2012). Postcolonial Translation: Theory and Practice: Routledge.

Bertrand, R. (2007). Sejarah Filsafat Barat: Kaitannya dengan Kondisi Sosio-Politik Zaman Kuno Hingga Sekarang. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Burhanudin, J. (2014). The Dutch Colonial Policy on Islam: Reading the Intellectual Journey of Snouck Hurgronje. Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies, 52(1), 25-58.

Derks, W. (2004). Sastra Perdalaman: Pusat-Pusat Sastra Lokal dan Regional di Indonesia. In K. F. d. T. Day (Ed.), Sastra Indonesia Modern Kritik Pascakolonial. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Effendi, E. (2012). Politik Kolonial Belanda terhadap Islam di Indonesia dalam Perspesktif Sejarah (Studi pemikiran Snouck Hurgronye). Jurnal Tapis, 8(1), 91-112.

Faruk. (2002). Novel-Novel Indonesia Tradisi Balai Pustaka 1920-1942. Yogyakarta: Gama Media.

Faruk. (2012). Metode Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Foucault, M. (2008). La Volonte de Savoir: Ingin Tahu Sejarah Seksualitas: Yayasan Obor Indonesia.

Foucault, M. (2012). Arkeologi Pengetahuan, terj. Moechtar Zoelmi. Yogyakarta: Qalam.

Graham, J., Niblett, M., & Deckard, S. (2012). Postcolonial Studies and World Literature. Journal of Postcolonial Writing, 48(5), 465-471.

Hadzigeorgiou, Y., & Schulz, R. (2014). Romanticism and Romantic Science: Their Contribution to Science Education. Science & Education, 23(10), 1963-2006.

Hafid, A. (2018). Diskriminasi Bangsa Belanda dalam Novel Salah Asuhan Karya Abdoel Moeis (Kajian Postkolonial). Kembara, 3(2).

Jedamski, D. (1992). Balai Pustaka: A Colonial Wolf in Sheep's Clothing. Archipel, 44(1), 23-46.

Jedamski, D. (2009). Kebijakan Kolonial di Hindia Belanda. In H. Chambert-Loir (Ed.), Sadur Sejarah Terjemahan di Indonesia dan Malaysia. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.

Jones, T. (2013). Culture, Power, and Authoritarianism in the Indonesian State: Cultural Policy Across the Twentieth Century to the Reform Era: Brill.

Lazarus, N. (2011). Cosmopolitanism and the Specificity of the Local in World Literature. The Journal of Commonwealth Literature, 46(1), 119-137.

Maier, H. (1993). Beware and Reflect, Remember and Recollect: Tjerita Njai Soemirah and the Emergence of Chinese-Malay Literature in the Indies. Bijdragen tot de Taal-, Land-en Volkenkunde(2de Afl), 274-297.

Mihardja, A. K. (1986). Polemik Kebudayaan. Jakarta: Pustaka Jaya.

Muniroch, S. (2014). Pesantren Literature in Indonesian Literature Constellation. LiNGUA: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra, 9(2), 155-166.

Pane, A. (1933). Kesusastraan Baru I Sifatnja Poedjangga Baroe I. Jakarta: Pustaka Jaya.

Pane, S. (1937). Jagat Besar dan Kecil Poedjangga Baroe. Jakarta: Pustaka Jaya.

Pradopo, R. D. (1995). Beberapa Teori Sastra, Metode Kritik, dan Penerapannya: Pustaka Pelajar.

Prasojo, A., & Susanto, D. (2015). Konstruksi Identitas dalam Sastra Terjemahan Eropa Era 1900-1930 dan Reaksinya dalam Sastra Indonesia. Humaniora, Jurnal Budaya, Sastra, dan Bahasa, 27(3), 283-292.

Quinn, G. (1992). Novel Berbahasa Jawa. Leiden: KTILV Press.

Rohmana, J. A. (2016). Sastra Islam Nusantara AKADEMIKA: Jurnal Pemikiran Islam, 21(1), 1-18.

Salmon, C. (1981). Literature in Malay by the Chinese of Indonesia: a Provisional Annotated Bibliography: Editions de la Maison des Sciences de l'Homme.

Salmon, C. (1994). Aux Origines du Roman Malais Moderne: Tjhit Liap Seng ou les «Pléiades» de Lie Kim Hok (1886-87). Archipel, 48(1), 125-156.

Sarwoto, P. (2018). The Construction of Modernity in Pre-independent Indonesia and its Ensuing Manifestation in Critical Discourse and Literary Theory. Kritika Kultura(30/31), 276-289.

Sastrowardoyo, S. (1980). Sosok Pribadi dalam Sajak: Pustaka Jaya.

Sudewa, I. K. (2016). Social Criticism in Indonesian Literary Works during the New Order Era. Humaniora, 28(2), 185-197.

Sulton, A. (2015). Sastra “Bacaan Liar” Harapan Menuju Kemerdekaan. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 15(2), 213-227.

Sunhaji. (2015). Sastra dalam Tradisi Pendidikan Islam. Jurnal Kebudayaan Islam, 13(1), 47-58.

Susanto, D. (2017). Chinese Society as Depicted in Early Twentieth Century Chinese-Malay Literature. Wacana, 18(1), 256-265.

Susanto, D. (2018). Lekra, Lesbumi, Manifes Kebudayaan; Sejarah Sastra Indonesia Periode 1950-1965. Yogyakarta: CAPS.

Sykorsky, W. (1980). Some Additional Remarks on the Antecedents of Modern Indonesian Literature. Bijdragen tot de Taal-, Land-en Volkenkunde(4de Afl), 498-516.

Teeuw, A. (1980). Sastra Indonesia Modern I. Ende: Nusa Indah.

Zuriyati, Z. (2011). Sastra Islami Kontemporer Najîb al-Kilânî dalam Memahami Manusia. ISLAMICA: Jurnal Studi Keislaman, 5(2), 326-338.

Downloads

Published

2019-04-15

How to Cite

Susanto, D., & Wati, R. (2019). WACANA ROMANTISME DALAM SEJARAH SASTRA INDONESIA PERIODE KOLONIAL BELANDA (1900-1942). KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, Dan Pengajarannya, 5(1), 40–52. https://doi.org/10.22219/kembara.v5i1.6376

Issue

Section

Articles