STRATEGI MANAJEMEN PEMELIHARAAN INFRASTRUKTUR GEDUNG RSUD MEURAXA MENGGUNAKAN ANALISIS SWOT

Authors

  • Khairul Amna Universitas Syiah Kuala

DOI:

https://doi.org/10.22219/jmts.v18i2.12650

Keywords:

Keandalan Bangunan, Manajemen Pemeliharaan, Analisis SWOT, Infrastruktur Gedung, Rumah Sakit

Abstract

Sejak ditetapkan sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), maka biaya operasional Rumah Sakit Umum Daereh (RSUD) Meuraxa seluruhnya bersumber dari pendapatan rumah sakit. Bangunan rumah sakit ini memiliki umur yang bervariasi dan yang terlama sudah beroperasi selama 12 tahun lebih. Karenanya ditengarai keandalan bangunan mulai berkurang, bahkan beberapa komponen bangunan sudah dalam keadaan rusak. Hasil penelitian yang telah dilakukan, diperoleh keandalan bangunan saat ini berada pada kondisi 97,07%. Kondisi berada dibawah indikator mutu kinerja rumah sakit tahun 2019 yang mensyaratkan sarana dan prasarana harus selalu dalam kondisi 100%. Tujuan penelitian ini sebagai upaya untuk meminimalisir masalah pada manajemen pemeliharaan gedung di masa yang akan datang dengan analisis SWOT. Lingkup penelitian dibatasi pada manajemen pemeliharaan gedung rumah sakit. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner model skala likert empat skala penilaian dengan beberapa variabel berupa program kerja, pengawasan/evaluasi, organisasi, dan pembiayaan. Kuisioner tersebut kemudian ditujukan kepada 29 pengelola gedung dan juga dilakukan wawancara dengan beberapa pengguna gedung sebagai data pendukung lainnya. Hasil analisis SWOT menunjukkan manajemen pemeliharaan infrastruktur gedung berada pada kuadran III (tiga), dimana manajemen pemeliharaan gedung dalam kondisi lemah (-7,5), tetapi memiliki peluang sebesar (3). Strategi yang diterapkan untuk memperbaiki manajemen pemeliharaan gedung adalah menanggulangi kelemahan dan memanfaatkan peluang yang tersedia.

Author Biography

Khairul Amna, Universitas Syiah Kuala

Mahasiswa MTS Universitas Syiah Kuala

References

Amna, K., Abdullah., dan Oktaviani, C. Z. (2020). Manajemen Pemeliharaan Infrastruktur Gedung Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa Kota Banda Aceh, Tugas Tesis, Magister Teknik Sipil, Universitas Syiah Kuala.

Direktorat Jenderal Cipta Karya. (2008). Pedoman Pemeliharaan dan Perawatan Bangunan Gedung Nomor: 24/PRT/M/2008, Kementrian Pekerjaan Umum, Jakarta.

Direktorat Jenderal Cipta Karya. (2010). Pedoman Teknis Pemeriksaan Berkala Bangunan Gedung Nomor: 16/PRT/M/2010, Kementrian Pekerjaan Umum, Jakarta.

Hadi, S. (1991). Analisis Butir untuk Instrumen Angket, Tes, dan Skala Nilai, FP UGM, Yogyakarta.

Jogiyanto. (2005). Sistem Informasi Strategik untuk Keunggulan Kompetitif, Penerbit Andi Offset, Yogyakarta.

Kotler, P., dan Keller, K. L. (2009). Manajemen Pemasaran: Edisi 12 Jilid 1, PT. Indeks, Jakarta.

Mawardi, E., Aulia, T. B., dan Abdullah. (2018). Kajian Konsep Operasional Pemeliharaan Gedung SMA Bina Generasi Bangsa Meulaboh Aceh Barat, ISSN e-2502-5295.

Mulyandari, H dan Saputra, R. A. (2010). Pemeliharaan Bangunan: Basic Skill Facility Management, Penerbit Andi, Yogyakarta.

Menteri Kesehatan Republik Indonesia. (2016). Persyaratan Teknis Bangunan Dan Prasarana Rumah Sakit Nomor: 24 Tahun 2016, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.

Rangkuti, F. (2006). Analisis SWOT Teknik Membedah Kasus Bisnis, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Rumandri, A. (2018). Evaluasi Pemeliharaan dan Perawatan Bangunan Rusunawa di Kota Banda Aceh (Studi Kasus: Rusunawa Keudah Kota Banda Aceh), Tugas Tesis, Magister Teknik Sipil, Universitas Syiah Kuala.

Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, kualitatif, dan R&D, Alfabeta, Bandung.

Undang-Undang Republik Indonesia. (2009). Rumah Sakit Nomor: 44 Tahun 2009, Presiden Republik Indonesia, Jakarta.

Published

2020-08-28

Issue

Section

Articles