Pemanfaatan Limbah Keramik Sebagai Agregat Halus Pada Beton Ramah Lingkungan

Authors

  • Rofikatul Karimah Civil Engineering Department, Universitas Muhammadiyah Malang
  • Yunan Rusdianto Universitas Muhammadiyah Malang

DOI:

https://doi.org/10.22219/jmts.v19i1.15386

Abstract

Beton ramah lingkungan adalah beton yang tersusun dari material yang tidak menimbulkan kerusakan pada lingkungan. Salah satunya dapat dicapai dengan mengganti agregat penyusun beton dengan material limbah. Pada studi ini, penggunaan agregat halus berupa pasir digantikan dengan limbah keramik yang berasal dari sisa pekerjaan pemasangan keramik lantai dan dinding. Potensi limbah keramik sebagai alternatif pengganti agregat halus akan diperhitungkan dari segi absorpsi beton, densitas (unit weight) beton dan kuat tekan beton. Spesimen yang digunakan berupa 36 buah silinder beton berukuran 15 x 30 cm. Penggantian limbah keramik sebagai agregat halus divariasikan dengan persentase 0%, 3%, 6%, 9%, 12% dan 15% dari total kebutuhan agregat halus. Material pozzolan berupa fly ash turut ditambahkan dalam campuran beton untuk memperbaiki properti beton segar dan beton keras. Hasil penelitian menunjukkan semakin tinggi persentase penggantian agregat halus dengan limbah keramik, nilai absorpsi beton semakin mengalami kenaikan. Sementara itu, unit weight beton menurun seiring penambahan persentase limbah keramik sebagai pengganti pasir. Spesimen dengan persentase campuran limbah keramik 9% dari total agregat halus memiliki kuat tekan tertinggi, namun kuat tekan menurun di persentase penggantian yang lebih tinggi. Dari hasil eksperimen, limbah keramik dapat digunakan sebagai alternatif agregat halus namun hanya hingga batas penggantian tertentu.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

Rofikatul Karimah, Civil Engineering Department, Universitas Muhammadiyah Malang

Civil Engineering

References

Ahmad, I. A., Pertiwi, N., & Taufieq, N. A. S. (2017). Sifat Workability Beton Ramah Lingkungan. In Seminar Nasional LP2M UNM (Vol. 2, No. 1).

Anandan, S. & Manoharan, S. V. (2015). Strength properties of processed fly ash concrete. Journal of Engineering and Technological Sciences, 47(3), 320–334. https://doi.org/10.5614/j.eng.technol.sci.2015.47.3.7

De Schutter, G. & Audenaert, K. (2004). Evaluation of water absorption of concrete as a measure for resistance against carbonation and chloride migration. Materials and Structures/Materiaux et Constructions, 37(273), 591–596. https://doi.org/10.1617/14045

Karimah, R. (2017). Pemanfaatan Limbah Pecahan Keramik Terhadap Berat Jenis dan Kuat Tekan pada Beton Ringan Ramah Lingkungan. In Prosiding SENTRA (Seminar Teknologi dan Rekayasa) (No. 3).

Kirthika, S. K., Surya, M. & Singh, S. K. (2019). Effect of clay in alternative fine aggregates on performance of concrete. Construction and Building Materials, 228, 116811. https://doi.org/10.1016/J.CONBUILDMAT.2019.116811

Kosior-Kazberuk, M. & Lelusz, M. (2007). Strength development of concrete with fly ash addition. Journal of Civil Engineering and Management, 13(2), 115–122. https://doi.org/10.1080/13923730.2007.9636427

S.O., F. (2016). Absorption Characteristics of Cement Combination Concrete Containing Portland Cement, fly ash, and Metakaolin. Civil Engineering Dimension, 18(1), 57–64. https://doi.org/10.9744/ced.18.1.57-64

Sun, J., Zhang, Y., Shen, X., Tan, G. & Tanner, J. (2019). Water absorption of high volume fly ash concrete prepared by local fly ash. 15th International Congress on the Chemistry of Cement, September, 3–7.

Wicaksono, K. D., & Sudjati, J. J. (2012). Pemanfaatan Limbah Keramik Sebagai Agregat Kasar Dalam Adukan Beton.

Widyawati, R. (2011). Studi Kuat Tekan Beton Beragregat Ramah Lingkungan. Jurnal Rekayasa Teknik Sipil Universitas Lampung, 15(3), 140975.

Downloads

Published

2021-02-27