JEJAK KARBON PENGOLAHAN SAMPAH DI tps tlogomas malang

Authors

  • Sunarto .
  • Sudharto P. Hadi
  • Purwanto .

DOI:

https://doi.org/10.22219/jmts.v12i2.2291

Abstract

JEJAK KARBON PENGOLAHAN SAMPAH DI tps tlogomas malang 

Carbon Footprint of Solid Waste Processing At TPS Tlogomas Malang

Sunarto1, Sudharto P. Hadi2, Purwanto3

1,2,3Program Doktor Ilmu Lingkungan Universitas DiponegoroAlamat korespondensi : Jl. Imam Bardjo, SH No. 3 Semarang 50241Email: 1) narto@umm.ac.id, 2) sudhartophadi@yahoo.co.id.

Abstract

Waste sector is one of human activities that cause global warming. Decomposition of organic waste in landfill produces greenhouse gas emissions in the form of biogas consisting of methane and carbon dioxide. Solid waste processing in transfer station in the form of recycling and composting product potentially reduce carbon footprint, directly from the reduction in the volume of waste dumped in landfill and indirectly from the recovery of material. The purpose of this study was to determine the carbon footprint of waste processing at the transfer stations of Tlogomas Malang if developed several scenarios to enhance the capacity of processing. Life cycle approach is used to assess carbon footprint of waste management scenarios with the help of software SWM-GHG Calculator. The results showed that the processing of solid waste at current recycling rate of 40,57% – 80,41% (Status Quo) resulted in net carbon footprint of 1.147 ton CO2–eq /year. Increasing of processing capacity to 60 - 88% (Scenario 1) and 90 - 95% (Scenario 2) would reduce net carbon footprint to 801 ton  CO2–eq /year and427 ton CO2–eq/year respectively. If the processing of waste in transfer station of Tlogomas was discontinued (Scenario 3), net carbon footprint increased to 4,063 t CO2-eq/year.

Keywords: carbon footprint, greenhouse gases, solid waste processing, life cycle analysis.

Abstrak

Sektor persampahan merupakan salah satu kegiatan manusia yang menyebabkan pemanasan global. Proses dekomposisi sampah organik pada timbunan sampah menghasilkan emisi gas rumah kaca berupa biogas yang terdiri atas gas methana dan gas karbon dioksida. Pengolahan sampah di TPS untuk produk daur ulang dan kompos berpotensi mereduksi jejak karbon secara langsung dari penurunan volume sampah yang dibuang ke TPA dan secara tidak langsung dari pemulihan material sampah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jejak karbon pengolahan sampah di TPS Tlogomas di Kota Malang jika dikembangkan beberapa skenario pengolahan untuk meningkatkan kapasitas pengolahan sampah yang telah dilakukan selama ini. Pendekatan daur hidup digunakan untuk menaksir jejak karbon dari beberapa skenario pengolahan sampah di TPS dengan bantuan perangkat lunak SWM-GHG Calculator. Hasil analisis menunjukkan bahwa pengolahan sampah pada saat ini dengan tingkat daur ulang sampah sebesar 40,57% – 80,41% (Status Quo) menghasilkan jejak karbon bersih sebesar 1.147 ton CO2–eq/th. Peningkatan kapasitas pengolahan sebesar 60 – 88% (Skenario 1) dan 90 – 95% (Skenario 2) akan menurunkan jejak karbon bersih menjadi masing-masing sebesar 801 ton CO2–eq/th dan 427 t CO2–eq/th. Apabila pengolahan sampah di TPS Tlogomas dihentikan (Skenario 3), jejak karbon bersih yang dihasilkan meningkat menjadi 4.063 t CO2–eq/th.

Kata kunci: jejak karbon, gas rumah kaca,  pengolahan sampah, analisis daur hidup.

Downloads

Published

2015-03-14

Issue

Section

Articles