PENGGUNAAN BENDUNG KONSOLIDASI SEBAGAI KONTROL MUKA AIR UNTUK MENGURANGI RESIKO LONGSOR PALUNG SUNGAI BRANTAS DI KAMPUS III UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

Authors

  • Chairil Saleh Universitas Muhammdiyah Malang
  • Sulianto Sulianto Universitas Muhammadiyah Malang

DOI:

https://doi.org/10.22219/jmts.v15i2.4855

Keywords:

Sungai, Bendung, Gerusan, Steady

Abstract

Analisa kecepatan aliran pada ruas sungai merupakan tahap awal dalam menentukan penanganan masalah gerusan yang terjadi pada palung sungai. Seiring dengan perkembangan piranti lunak (software) yang demikian pesat model matematika menjadi pilihan sebagai alat untuk memperoleh perilaku yang terjadi, karena disamping biayanya yang murah model ini dapat mencangkup dimensi ruang dan waktu. Surface Water Modeling System merupakan salah satu program untuk memecahkan model  matematika yang dibangun berdasarkan konsep gerak air dan gerak sedimen yang secara matematis dipecahkan dengan menggunakan metode elemen hingga (finite element) melalui pendekatan dua dimensi horisontal. Dengan berbagai kelebihannya, model ini diharapkan mampu memberikan hasil yang memuaskan sehingga dapat memperbaiki kinerja dari metode-metode pendekatan yang umum digunakan sebelumnya. Lokasi penelitian di Sungai Brantas depan Kampus III UMM di Kabupaten Malang Jawa Timur yang memiliki masalah akibat gerusan di Palung Sungai. Dari hasil analisa terhadap gerusan yang terjadi memperlihatkan tingkat kecepatan aliran sangat besar, dengan memasukan nilai n Manning = 0,045, di peroleh hasil kecepatan yang sangat tinggi yaitu Maksimum = 0.25 m/det dan Minimum = 0,03 m/det melebihi kecepatan kritis D50 sebesar 0,045 m/det, sedangkan hasil penempatan bendung didapat hasil kecepatan sebesar Maksimum = 0.043 m/det dan Minimum = 0,010 m/det dibawah kecepatan kritis D50.

References

Chow TeVen. (1985). Open Channel Hydraulics. Jakarta: Erlangga.

Departemen Pekerjaan Umum, Direktorat Jenderal Pengairan. (2002). Batuan, Sedimen, Agregat, bagian 2. Jakarta, Balitbang Kimpraswil.

Departemen Pekerjaan Umum, Direktorat Jenderal Pengairan. (2002). Bendung, Bendungan, Sungai, Irigasi, Pantai, bagian 8. Jakarta, Balitbang Kimpraswil.

Departemen Pekerjaan Umum, Direktorat Jenderal Pengairan. (2003). Pengamanan Sungai, Modul-A7.1. Bandung, Balitbang Kimpraswil.

Departemen Pekerjaan Umum, Direktorat Jenderal Pengairan. (2002). Standar Perencanaan Irigasi. Kriteria Perencanaan Bangunan Utama (Kp-02), cetakan 2. Jakarta, Balitbang Kimpraswil.

Enviromental Modeling Research Laboratory, (2003) USA

King dan Norton (1998) :A User’s Guide To RMA2 Version 4.3 : USA.

Linsley, Ray K., danFranzini, Joseph B. (1991), Teknik Sumber Daya Air Jilid I : Diterjemahkan oleh Djoko Sasongko : Penerbit Erlangga.

Soejadi Bambang. (2003). Sedimen Transport, Modul Teknik Sipil dan Perencanaan, Institut Teknologi Sepuluh November, Surabaya.

Sosrodarsono Suyono, Ir. Tominaga, Masateru. (1985). Perbaikan dan Pengaturan Sungai.PT Pradnya Paramita. Jakarta.

Triatmojo, Bambang. (2012). Perencanaan Bangunan Pantai. Yogyakarta: Penerbit Beta Offset.

Downloads

Published

2018-02-20

Issue

Section

Articles