KINERJA PELAYANAN BARANG DI PELABUHAN UMUM GRESIK

Authors

  • Mohammad Rum Raekhan Universitas Brawijaya
  • Ludfi Djakfar Univeristas Brawijaya
  • Alwafi Pujiraharjo Universitas Brawijaya

DOI:

https://doi.org/10.22219/jmts.v15i2.7675

Keywords:

Analisis Deskriptif, Bongkar Muat, Kinerja, IPA

Abstract

Volume bongkar muat barang di Pelabuhan Umum Gresik dari tahun ke tahun semakin meningkat. Lamanya proses bongkar muat barang berpengaruh terhadap lamanya turn round time kapal dan juga tingginya biaya operasional. Banyaknya waktu yang masih terbuang saat kapal sudah berada di tambatan menyebabkan rendahnya waktu efektif kapal dalam melakukan proses bongkar muat. Oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah mengetahui kinerja bongkar muat di Pelabuhan Umum Gresik khususnya pada Dermaga 265, Dermaga Curah Kering dan Dermaga 70 serta penyebab terjadinya idle time. Dalam melihat tingkat kinerja bongkar muat eksisting digunakan standar yang telah ditetapkan oleh Dirjen Hubla. Tingkat kepuasan dan kepentingan variabel-variabel terkait bongkar muat juga diukur dari persepsi pengguna. Untuk menganalisa kinerja eksisting dan untuk mengidentifikasi faktor yang menyebabkan idle time digunakan metode analisis deskriptif sedangkan untuk menganalisis tingkat kepentingan dan kepuasan pelanggan terhadap kinerja operasional bongkar muat digunakan metode Importance Performance Analysis. Hasil analisis kinerja eksisting operasional bongkar muat menunjukkan bahwa rata-rata produktivitas bongkar muat dan efektifitas waktu efektif time:berthing time (ET:BT) dari kapal-kapal yang melakukan kegiatan bongkar muat di Dermaga 265 masih kurang baik dan berada di bawah standar kinerja yang telah ditetapkan, sedangkan Dermaga Curah Kering dan Dermaga 70 masuk kriterria pencapaian yang baik. Faktor yang banyak menghambat proses bongkar muat dan sering menyebabkan idle time diantaranya kerusakan alat bongkar muat, menunggu truk, menunggu muatan, ketersediaan tenaga kerja bongkar muat dan masalah cuaca. Dari analisis kepuasan pengguna didapatkan variabel-variabel yang masuk dalam kuadran 1 dan memerlukan prioritas penanganan, yang menurut pengguna jasa tingkat kepentingannya tinggi namun performanya masih belum memuaskan, diantaranya lamanya waktu dalam proses bongkar muat, kapasitas lapangan penumpukan, kesiapan truck, kebersihan pelabuhan dan masalah penerangan.

References

Anonim. (2011). Surat Keputusan Direktur Jenderal PerhubuganLaut No. UM.002/38/18/DJPL-11 tanggal 5 Desember 2011 tentang Standar Kinerja Pelayanan Operasional Pelabuhan. Jakarta.

Anoim. (2014). Peraturan Menteri Perhubungan No. 60 tahun 2014 tentang Penyelenggaraan dan Pengusahaan Bongkar Muat Barang Dari dan ke Kapal. Jakarta.

The World Bank, (2014). Logistic Performance Index. http://lpi.worldbank.org/international/scorecard/radar/254/C/IDN/2014/C/MYS/2014#chartarea.

Gultom, E. (2007). Refungsionalisasi Pengaturan Pelabuhan Untuk Meningkatkan Ekonomi Nasional. Jakarta: Raja Grafindo Perkasa.

Latu, T. M. (2000). Review of Satisfaction Research and Measurement Approaches. Departement of Conservation, Wellington, NewZealand.: http://www.doc.govt.nz/Publications/004~Science-and-Research/Older-series/PDF/IR183.pdf.

Martinez, C. L. (2003). Evaluation Report: Tools Cluster Networking Meeting #1, CenterPoint Institute, Inc., Arizona. http://www.centerpointinstitute.org/.../Networking%20Meeting%201_Evaluation%20Report%20FINAL.pdf.

Nasril. (2013). Peningkatan Pelayanan Bongkar Muat Dan Kapal di Pelabuhan Sunda Kelapa. Jakarta: Puslitbang Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan.

Saikudin. (2014). Kajian Kinerja Angkutan Barang Di Pelabuhan Tanjung Tembaga Kota Probolinggo. Malang: Pasca Sarjana Magister Teknik Sipil Universitas Brawijaya.

Triatmodjo, B. (2010). Perencanaan Pelabuhan. Yogyakarta: Beta Offset.

Downloads

Published

2017-08-02

Issue

Section

Articles