Dampak Krisis Regenerasi Petani di Desa Nolokerto, Kabupaten Kendal
DOI:
https://doi.org/10.22219/jurnalsospol.v11i2.41357Keywords:
Alih fungsi lahan, industrialisasi, kearifan lokal, kohesi sosial, regenerasi petaniAbstract
Krisis regenerasi petani menjadi ancaman serius bagi keberlanjutan sektor pertanian di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak sosial, ekonomi, dan kultural dari krisis regenerasi petani di Desa Nolokerto, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, dilaksanakan selama Agustus–November 2024. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam terhadap lima informan utama, serta dokumentasi arsip dan kebijakan desa. Teknik triangulasi sumber dan teknik digunakan untuk menjaga validitas data. Hasil penelitian menunjukkan empat dampak utama: (1) penurunan luas lahan pertanian aktif hingga hanya 29,16% dari lahan awal, (2) penurunan produksi pertanian akibat degradasi lahan dan berkurangnya tenaga kerja muda, (3) meningkatnya ketergantungan masyarakat pada sektor industri yang menyebabkan pergeseran struktur ekonomi desa, dan (4) hilangnya identitas sosial serta kearifan lokal agraris seperti dharma tirta dan susuk wangan. Studi ini menyoroti pentingnya kebijakan pembangunan pedesaan yang berimbang antara pertumbuhan industri dan pelestarian sektor pertanian berbasis nilai-nilai lokal. Temuan ini memberikan kontribusi empiris dalam kajian sosiologi pedesaan dan transformasi agraria di wilayah peri-urban Indonesia.
Downloads
References
Astuti, R., & Setiawan, B. (2022). Regenerasi petani milenial dalam dinamika pembangunan pertanian di Indonesia. Jurnal Sosial Humaniora, 13(1), 21–33. https://doi.org/10.24843/jsh.2022.v13.i01.p03
Aziza, T. N., Surito, & Darmi. (2022). Petani milenial: regenerasi petani di sektor pertanian. Forum Penelitian Agro Ekonomi. 40(1), 1-11.
Badan Pusat Statistik Kabupaten Kendal. (2024). Kecamatan Kaliwungu dalam angka. Badan Pusat Statistik.
Badan Pusat Statistik. (2023). Berita Resmi Statistik: Hasil Pencacahan Lengkap Sensus Pertanian 2023-Tahap-I. Badan Pusat Statistik.
Badan Pusat Statistik. (2025). Statistik Indonesia 2025. Badan Pusat Statistik.
Chambers, R., & Conway, G. (1992). Sustainable rural livelihoods: Practical concepts for the 21st century (IDS Discussion Paper 296). Institute of Development Studies. https://opendocs.ids.ac.uk/opendocs/handle/20.500.12413/775
DFID. (1999). Sustainable livelihoods guidance sheets. Department for International Development. https://www.livelihoodscentre.org/documents.
Erliaristi, M., Prayoga, K., & Mariyono, J. (2022). Persepsi pemuda terhadap profesi petani padi di Kota Semarang. Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribsinis. 8(2): 1387-1408.
Fitriani, D., & Nugroho, Y. (2021). Kearifan Lokal dalam Praktik Pertanian Tradisional: Studi Kasus di Jawa Tengah. Jurnal Kebudayaan Lokal, 13(2), 111–123.
Harjanto, B., & Lestari, D. (2021). Dampak Degradasi Infrastruktur Pertanian terhadap Produksi Tanaman Pangan. Jurnal Pembangunan Pertanian, 19(1), 77–86.
Inglehart, R., & Welzel, C. (2005). Modernization, cultural change, and democracy: The human development sequence. Cambridge University Press. https://doi.org/10.1017/CBO9780511790881.
Ivanka R., Muhammad, F. A., Dita, L. A., & Simarmata, T. (2024) Assessing the current state and future trends of land use conversion: implications for food security in Indonesia. International Journal of Life Science and Agriculture Research. 3(4), 284-290.
Marpaung, N., & Bangun, I. C. (2023). Pentingnya Regenerasi Petani dalam Modernisasi Pertanian. Jurnal Kajian Agraria dan Kedaulatan Pangan, 2(2), 27-33.
Nugroho, H., & Widiastuti, E. (2019). Dampak Alih Fungsi Lahan terhadap Ketahanan Pangan Lokal. Jurnal Agribisnis Indonesia, 7(2), 123–132.
Pramono, A. (2020). Tantangan regenerasi petani dalam konteks ketahanan pangan nasional. Jurnal Agraria Indonesia, 8(2), 95–107. https://doi.org/10.29244/jai.2020.8.2.95-107
Safitri, M. (2021). Alih Fungsi Lahan dan Tantangan Pembangunan Berkelanjutan di Wilayah Peri-Urban. Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota, 22(1), 45–58.
Saragih, B. (2020). Krisis Petani dan Masa Depan Ketahanan Pangan Indonesia. Jurnal Agrikultura Indonesia, 8(3), 211–222.
Setiadi, E. (2023). Persepsi generasi muda terhadap profesi petani: Studi kasus di kawasan transmigrasi. Jurnal Pembangunan Pedesaan, 11(1), 45–60.
Sulastri, E. (2020). Identitas Sosial Komunitas Petani di Tengah Arus Modernisasi. Jurnal Sosiologi Agraria, 8(1), 67–76.
Sutopo, H. B. (2019). Krisis regenerasi petani dan masa depan pertanian berkelanjutan di Indonesia. Jurnal Masyarakat dan Budaya, 21(3), 351–367. https://doi.org/10.14203/jmb.v21i3.548
Syahyuti. (2020). Transformasi Desa dalam Pembangunan Nasional: Tantangan Sektor Pertanian. Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian, 17(3), 211–220.
Upton, C. (2014). The new politics of pastoralism: Identity, justice and global activism. Geoforum, 54, 207–209. https://doi.org/10.1016/j.geoforum.2014.04.009.
Widyastuti, T. (2019). Erosi Budaya Desa di Era Industrialisasi: Perspektif Antropologi Sosial. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 5(2), 201–215.
Winarto, Y. T. (2018). Transformasi Pengetahuan Lokal dan Krisis Regenerasi Petani. Antropologi Indonesia, 39(1), 29–42.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Muhammad Ulil Ilmi, Siwi Gayatri, Yanuar Luqman

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
















