Pawai Miniatur Truk sebagai Arena Hiburan Baru Masyarakat Rural: Sebuah Praktik Sosial

Dadang Fredianto, Fariz Eko Septiawan


Abstract


Pawai miniatur truk telah menjadi hiburan baru bagi masyarakat pedesaan di Jawa Timur bagian Selatan. Para peserta membuat miniatur truk lengkap dengan aksesoris dan desain interior yang dibuat semirip mungkin dengan aslinya. Para pecinta miniatur truk menampilkan karya mereka di acara karnaval untuk memperebutkan hadiah dan pengakuan dari komunitasnya. Dalam memahami fenomena tersebut, pengamatan langsung, baik dalam karnaval maupun dalam media sosial dilakukan. Selain itu, wawancara kepada penggemar dilakukan. Wawancara dilakukan pada saat karnaval digelar di Desa Bagelenan Kabupaten Blitar dan di Desa Purwodadi Kabupaten Kediri. Tulisan ini bertujuan memahami fenomena pawai miniatur truk sebagai sebuah praktik sosial. Untuk melakukan hal teresebut digunakan teori Praktik Sosial Pierre Bourdieu. Penelitian menunjukkan bahwa terdapat modal ekonomi, modal simbolik, dan modal budaya yang digunakan penggemar dalam melakukan praktik miniatur truk. Segala aktivitas ini disebut sebagai konsep habitus. Modal dan habitus yang dimiliki oleh penggemar miniatur tersebut mereka mainkan ke dalam sebuah arena, di mana arena merupakan tempat pertarungan para penggemar dalam merebutkan sumber daya. Pembahasan ini menemukan sebuah konsep baru tentang praktik sosial dalam hiburan masyarakat rural, yaitu pawai miniatur truk telah menjadi sebuah praktik sosial warga pedesaan di daerah Jawa Timur Selatan.


Keywords


karnaval; pawai miniatur truk; praktik sosial; rekonversi modal rural

Full Text:

PDF

References


Blitar, A. (Producer). (2019). Sound & truk miniatur Blitar. Retrieved from https://www.youtube.com/watch?v=pldwU2mnNxU

Bourdieu, P. (2002). Forms of Capital. In N. W. Biggart (Ed.), Economic Sociology. Massachussets: Blackwell Publisher.

Bourdieu, P. (2010). Arena Produksi Kultural. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Bourdieu, P. (2011). Choses Dites: Uraian dan Pemikiran. Yogyakarta: Kreasi Wacana.

Deer, C. (2008). Reflexifity. In M. Grenfell (Ed.), Pierre Bourdieu: Key Concepts. Durham: Acumen Publishing.

Denissa, L., Pialang, Y. A., Widodo, P., & Adidsasmito, N. Y. D. (2016). Fenomena Intertekstualitas Fashion Karnaval di Nusantara. Panggung, 26(4), 430-443. doi: http://dx.doi.org/10.26742/panggung.v26i4.214.g242

Denissa, L., Widodo, P., Adisasmito, N. D., & Piliang, Y. A. (2015). Public Engagement and the Making of Carnaval's Place at Jember Fashion Carnaval. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 184, 95-103. doi:https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2015.05.061

Dona, M. (2019). Angkat Potensi Desa, TPS di Blitar ini Bertema Truk. faktualnews. Retrieved from https://faktualnews.co/2019/04/17/angkat-potensi-desa-tps-di-blitar-ini-bertema-truk/135356/

Facebook (2020a). Komunitas Miniatruk Truk Blitar Raya Retrieved from https://web.facebook.com/groups/167318890474543/

Facebook (2020b). Komunitas Miniatur Kediri Selatan Retrieved from https://web.facebook.com/groups/1599791106699596/

Facebook (2020c). Komunitas Sound Miniatur Truk Malang Raya. Retrieved from https://web.facebook.com/groups/1103255149759030/

Facebook (2020d). Miniatrur Truk Tulungangung Retrieved from https://web.facebook.com/groups/334031020658099/

Facebook (2020e). Pecinta Miniatur Sound System dan Truk Plat AG. Retrieved from https://web.facebook.com/groups/1989688571285448/

Hadi, S. (2018). Penggemar Miniatur Truk di Blitar Makin Banyak, Harga Truk Capai Rp 5 juta. jatim tribun news. Retrieved from https://jatim.tribunnews.com/2018/06/26/penggemar-miniatur-truk-di-blitar-makin-banyak-harga-truk-capai-rp-5-juta

Hasanah, U. (2019). Arak-Arakan Simbol Warak Ngendog Sebagai Media Dakwah. Al-I'lam: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam, 3(1). doi:https://doi.org/10.31764/jail.v3i1.1367

Ibnu, S. (Producer). (2018). Lucunya TRUK MINIATUR di Kras Kediri - Karnaval Desa Butuh. Retrieved from https://www.youtube.com/watch?v=lIpkPuZohhU

Malang, K. A. (Producer). (2019). Pengarajin Miniatur Truk Murni Rakitan Bayu Kodok Ngesot. Retrieved from https://www.youtube.com/watch?v=OiWY2WpQVKI

Ratri, N. (2018). Unik, Parade 75 Minitruck Bakal Ikut Pesta Rakyat Sadar Pajak di Malang. Malang Times. Retrieved from https://www.malangtimes.com/baca/33250/20181116/184500/unik-parade-75-minitruck-bakal-ikut-pesta-rakyat-sadar-pajak-di-malang

Ritzer, G., & Goodman, D. J. (2010). Teori Sosiologi: Dari Teori Sosiologi Klasik Sampai Perkembangan Mutakhir Teori Sosiologi Postmodern (Nurhadi, Trans.). Yogyakarta: Kreasi Wacana.

Santoso, G. (Producer). (2019). Festival Miniatur Truck di Tunjung Udanawu Blitar 19119. Retrieved from https://www.youtube.com/watch?v=ApuVhH4vAHM

Siregar, M. (2016). Teori “Gado-gado” Pierre-Felix Bourdieu An1mage Jurnal Studi Kultural, 1(2), 79-82. Retrieved from https://journals.an1mage.net/index.php/ajsk/article/view/61

Sutik, E. (Producer). (2020). Parade Miniatur Truck Sound Wates Campurdarat Tulungagung. Retrieved from https://www.youtube.com/watch?v=uCwFzjtSZoQ

Syaifuddin, M. A., Qodariah, L., & Naredi, H. (2019). Modal Sosial Komunitas Motor Tua Japs Bratstyle Indonesia: Studi Kasus Paspampres, Jakarta Timur Chronologia, 1(2). doi:https://doi.org/10.22236/jhe.v1i2.4717

Wahjuni, S., & Al-Balya, M. D. (2020). Parade Miniatur, Potensi Pariwisata Berbasis Komunitas di Kabupaten Kediri Journal of Tourism and Creativity, 4(1), 31-42. doi:https://doi.org/10.19184/jtc.v4i1.14355

Wati, K. S. (2015). Modal dalam Praktik Sosial Arisan Sosialita (Studi Fenomenologi Terhadap Dua Kelompok Arisan Sosialita di Malang dan Jakarta). Idea Societa, 2(5), 1-27. Retrieved from http://jmsos.studentjournal.ub.ac.id/index.php/jmsos/article/view/103/121

Windarti, Y. (2016). Communities Inclusion of Urban Tourism Development: The Case of Bandung City, Indonesia. International Journal of Culture and History, 2(4), 189-198. doi:https://doi/org/10.18178/ijch.2016.2.4.062




DOI: https://doi.org/10.22219/SATWIKA.Vol4.No1.10-21 | Abstract views : 121 | PDF views : 121 |

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Dadang Fredianto, Fariz Eko Septiawan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Web Analytics View Satwika Stats

Creative Commons License

Satwika is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.