Menuju Ecocentrisme: Menapaki Jalan Ekologis yang Etis

Ghanesya Hari Murti


Abstract


Upaya untuk menghidupkan relasi yang harmonis antara manusia dengan alam selalu gagal dan menemukan polemik kendati kondisi tersebut selalu diidealkan bersama. Tentunya, usaha tersebut tidak hanya membutuhkan pikiran kritis tapi juga dorongan etis yang kuat. Posisi etis itu ada pada upaya untuk pindah dari cara berpikir antroposentris yang berpihak untuk mendominasi alam demi kebutuhan manusia menuju cara berpikir ekosentris yang menganggap bahwa kepentingan alam juga harus diikutkan haknya sebagai subjek hukum. Tulisan ini dengan begitu hendak 1) memberikan ilustrasi posisi etis pada dua peristiwa yang melibatkan alam sebagai sebagai subjek dan non subjek hukum, 2) mengurai argumentasi etis yang betengkar dan saling melegitimasi tindakan moral pada alam 3) menunjukkan argumentasi para intelektual khas libertarian Amerika yang berupaya menunjukkan posisi ecocentris yang mereka alami. Sederet perjalanan pemikiran para environmentalists itu dimaksudkan untuk merunut argumentasi akademis mengapa memberikan legal standing bagi sungai ataupun sebuah taman nasional menjadi normal. Sehingga muncul konsekuensi bahwa alam juga mampu menuntut hak yang sama di mata hukum untuk dihitung kepentingannya yang dilukai oleh manusia. Hanya dengan begitu, hak sungai untuk tetap jernih, burung untuk tetap berkepak dan lembah untuk tetap berlekuk bisa dinikmati sebagai buah perkembangan peradaban yang lebih etis.

Keywords


ekosentrisme; ekologi; etis; subjek; alam

Full Text:

PDF

References


Biehl, Janet. 1999. The Murray Bookchin Reader. London, Black Rose Books

Bookchin, Murray,1982. The Ecological Freedom, California: Cheshire books

Carson, Rachel, 1994. The Silent Spring. Fawcett publications, inc., Greenwich, conn.

Garrard, Greg, 2004. Ecocriticism. London Routledge

https://www.nytimes.com/2016/07/14/world/what-in-the-world/in-new-zealand-lands-and-rivers-can-be-people-legally-speaking.html diakses pada 11/24/2018

https://www.nytimes.com/2016/07/14/world/what-in-the-world/in-new-zealand-lands-and-rivers-can-be-people-legally-speaking.html diakses pada 11/24/2018

https://www.theguardian.com/world/2017/mar/16/new-zealand-river-granted-same-legal-rights-as-human-being diakses pada 11/24/2018

MacKinnon, Barbara and Fiala. 2015. Ethics: Theory and Contemporary Issues, California: Cengage Learning

Millennium Ecosystem Assessment (2003) Ecosystems and Well-being: A Framework for Assessment. Washington DC: Island Press, halaman. 142 diakses pada 11/27/2018

Stone, Christopher, 2010. Should Trees Have Standing?, New York: Oxford Univeristy Press




DOI: https://doi.org/10.22219/SATWIKA.Vol2.No2.87-94 | Abstract views : 162 | PDF views : 162 |

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Ghanesya Hari Murti

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Web Analytics View Satwika Stats

Creative Commons License

Satwika is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.