Pulau Bali dalam Pandangan Dunia Penyair Indonesia

Gita Safitri, Nurul Fitriani, Ninda Wahyuni


Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pandangan para penyair terhadap pulau Bali yang dituangkan dalam karyanya. Fokus penelitian ini adalah menyoroti pandangan dunia pengarang dalam menciptakan puisi tentang pulau Bali. Untuk mengupas tuntas hal tersebut digunakan teori strukturalisme genetik Lucien Goldmann. Teori ini digunakan sebagai upaya pengungkapan pandangan penyair terhadap kondisi masyarakat Bali yang nantinya dijadikan bahan imajinasi penyair. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kumpulan puisi dari empat penyair, yaitu WS Rendra Sajak Pulau Bali, Wayan Jengki Sunarta Selat Bali, Eka Budianta Pada Selembar Daun Gugur, dan Ketut Yuliarsa Hari Raya Pohon. Data yang digunakan berupa diksi-diksi bernilai estetik. Teknik pengumpulan data dengan cara studi dokumen. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahwa pengarang menggunakan sisi pandang yang berbeda-beda dalam mengambarkan pulau Bali. Pertama, WS Rendra menggunakan sisi pandang keburukan yang dimiliki Bali secara menyeluruh, mulai dari persoalan sosial hingga kebudayaan. Kedua, Wayan Jengki Sunarta mengunakan sisi pandang yang dimiliki Bali dengan titik fokus pada permasalahan sosial masyarakatnya. Ketiga, Eka Budianta menggunakan sisi pandang tragedi sejarah yang pernah terjadi di Bali. Keempat, Ketut Yuliarsa mengunakan sisi pandang kekayaan budaya yang dimiliki Bali.


Keywords


bali; pandangan dunia; peyair

Full Text:

PDF

References


Andalas, E. F. (2017). Dampak dan Fungsi Sosial Mitos Mbah Bajing bagi Kehidupan Spiritual Masyarakat Dusun Kecopokan Kabupaten Malang Jawa Timur. Puitika, 13(1), 21-31.

Andalas, E. F. (2017). Eskapisme Realitas dalam Dualisme Dunia Alice: Telaah Psikologi-Sastra FIlm Alice in Wonderland (2010). Kembara, 3(2), 185-195.

Andalas, E. F. (2018). Cerita Rakyat dan Tradisi Masyarakat Agraris Nusantara: Mitos Dewi Sri (Jawa) dan Legenda Putri Mandalika (Sasak). In P. Karyanto (Ed.), Kisah-Kisah Perempuan dan Cerita Rakyat Nusantara (pp. 1-12). Surabaya: Kajian Sastra dan Budaya Universitas Airlangga.

Brata, I. B. (2016). Kearifan Budaya Lokal Perekat Identitas Bangsa. Jurnal Bakti Saraswati, 10-13.

Bungin, B. (2007). Penelitian Kualitatif, Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik, dan Ilmu Sosial Lainnya. Jakarta: Kencana Prenada Group.

Damono, S. D. (1978). Sosiologi Sastra: Sebuah Pengantar Ringkas. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Endraswara, D. S. (2013). Metodologi Penelitian Sastra. Yogyakarta: Center for Academic Publishing Service.

Faruk, D. (1999). Pengantar Sosiologi Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar .

Faruk, D. (2015). Pengantar Sosiologi Sastra dari Strukturalisme Genetik sampai Post-modern. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Jalil, D. A. (1990). Teori dan Periodesasi Puisi Indonesia. Bandung: Angkasa.

Malik, F. (2016). Peranan Kebudayaan dalam Pencitraan Pariwisata Bali. Jurnal Kepariwisataan Indonesia, 69.

Manuaba, P. (1999). Budaya Daerah dan Jatidiri Bangsa: Pemberdayaan Cerita Rakyat dalam Memasuki Otonomi Daerah dan Globalisasi,”. Masyarakat, Kebudayaan dan Politik, 57-66.

Miharja, D. (2013). Adat, Budaya dan Agama Lokal Studi Gerakan Ajeg Bali Agama Hindu Bali. Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam, 53-78.

Santoso, T. (2004). Kajian Sosio Budaya Kumpulan Sajak Madura "Akulah Darahmu" Karya D. Zawawi Imron. Humaniora, 313.

Sapulette, E. M. (2014). Pandangan Dunia Pengarang dalam Novel Nak, Maafkan Ibu Tak Mampu Menyekolahkanmu Karya Wiwid Prasetyo (Kajian Strukturalisme Genetik Lucien Goldmann). Jurnal Pendidikan, 42-45.

Soekanto, S. (2010). Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Pers.

Sugiarti, & Andalas, E. F. (2018). Perspektif Etik dalam Penelitian Sastra. Malang: UMM Press.

Sukarya, E. B. (2007). The Poetry of Nature. Jakarta: PT. Sukarya & Sukarya Pandetama.

Suwardani, N. P. (2015). Pewarisan Nilai- nilai Kearifan Lokal untuk Memproteksi Masyarakat Bali dari Dampak Negatif Globalisasi. Jurnal Kajian Bali, 248-249.

Suwitha, D. S. (2012). Dinamika Kerukunan Antar Umat Beragama. Jurnal Humanis, 127-132.

Vickers, A. (2013). Bali Membangun kembali Industri Pariwisata. Jurnal Kajian Bali , 1-38.

Wihantari, B. (2013). Studi Etnografi Penanaman Nilai Agama Hindu pada Anak. Jurnal Antropologi, 238-254.




DOI: https://doi.org/10.22219/SATWIKA.Vol3.No1.12-26 | Abstract views : 406 | PDF views : 406 |

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Gita Safitri, Nurul Fitriani, Ninda Wahyuni

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Web Analytics View Satwika Stats

Creative Commons License

Satwika is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.