Dramaturgi Ludruk Karya Budaya Mojokerto Jawa Timur Lakon Sarip Tambak Oso

Jihan Kusuma Wardhani


Abstract


Dramaturgi Ludruk Karya Budaya Mojokerto-Jawa Timur pada Lakon Sarip Tambak Oso, adalah pengkajian teater rakyat yang orisinal oleh penulis. Ini merupakan penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif untuk mengetahui LKBM secara lebih mendalam melalui keilmuan dramaturgi. Kelompok ini telah bertahan lama, yaitu sekitar 48 tahun. Cerita STO telah hidup lebih lama dari pada kelompok LKBM. Ludruk telah menjadi hiburan khas Jawa Timur, dan cerita STO adalah salah satu legenda yang terus hidup di masyarakat Jawa Timur, khususnya Sidoarjo. Cerita STO sangat dekat dengan masyarakat dan konflik dalam lakon merupakan hal yang sering terjadi di masyarakat sehingga cerita ini mengingatkan betapa pentingnya komunikasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat. Kebaruan penelitian ini adalah sampai saat ini belum ada yang melakukan penelitian secara kajian dramaturgi terhadap LKBM khususnya pada lakon STO. Lakon yang menceritakan tentang perjuangan hak seorang manusia yang bernama Sarip yang tidak mau membayar pajak karena kemiskinannya. Hal itu menimbulkan perlawanan terhadap pemerintahan Belanda dan antek-anteknya, hingga akhirnya kelemahan Sarip dicari agar dapat membunuhnya yaitu dengan membungkam teriakan sang Ibu agar tidak bisa membangunkan Sarip dari kematiannya. Cerita ini dianggap nyata oleh sebagian masyarakat yang ada di Wilayah Jawa Timur, khususnya di daerah Sidoarjo tepatnya di wilayah Tambak Oso. Seiring perkembangannya cerita ini kemudian menjadi pembelajaran bagi masyarakat setempat untuk lebih bijak menyikapi segala keputusan yang telah ditentukan pemerintah. Baik itu antara pemerintah dan rakyat hendaknya sama-sama melakukan komunikasi yang tepat agar tercipta keharmonisan. Melihat banyaknya terjadi mis komunikasi antara pemerintah dan rakyat dalam mengambil kebijakan. Kajian dramaturgi LKBM pada lakon STO diharapkan mampu menjadi pembelajaran baik itu ludruk sebagai kelompok kesenian rakyat, maupun ceritanya yang bisa menjadi pengetahuan bagi masyarakat.


Keywords


dramaturgi; LKBM, STO, teater rakyat, tontonan

Full Text:

PDF

References


Acmad, A. Kasim. (2006). Mengenal Teater Tradisional di Indonesia. Jakarta: Dewan Kesenian Jakarta.

Barba, Eugenio. (2010). On Directing And Dramaturgy, Burning The House. New York: The Taylor & Rancis e-Library.

Kasemin, Kasiyanto. (1999). Ludruk Sebagai Teater Sosial, Kajian Kritis Terhadap Kehidupan, Peran Dan Fungsi Ludruk Sebagai Media Komunikasi. Surabaya: Airlangga University Press.

Lichte, Erika Fischer. (1983). The Semiotics Of Theatre. By Gunter

Narr Verlag, Tubingen. Translated by Jeremy Gaines & Doris L. Jones. 1992. Indiana: Indiana University Press.

Peacock, James L. (1968). Ritus Modernisasi Aspek Sosial dan Simbolik Teater Rakyat Indonesia, Depok: Penerbit Desantara.

Riantiarno, Nano. (2011). Kitab Teater, Tanya Jawab Seputar Seni Pertunjukan. Jakarta: PT.Gramedia Widia Sarana Indonesia.

Sahid, Nur. (2004). Semiotika Teater. Yogyakarta: Lembaga Penelitian Institut Seni Indonesia Yogyakarta.

Sahid, Nur. (2013). Estetika Teater Gandrik Yogyakarta Era Orde Baru Kajian Sosiologi Seni. Yogyakarta: Badan Penerbit Institut Seni Indonesia Yogyakarta.

Santoso, Eko dkk. (2008). Seni Teater Jilid 1 untuk Sekolah Menengah Kejuruan. Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional.

Satoto, Soediro. (2012). Analisis Drama Dan Teater. Yogyakarta: Ombak.

Soemanto, Bakdi. (2002). Godot Di Amerika Dan Indonesia, Suatu Studi Banding. Jakarta: Grasindo.

Tambajong, Japi. (1981). Dasar-dasar Dramaturgi, Drama Sebagai

Sastra, Drama Sebagai Seni Aktor, Sutradara, Estetik, Kritik, Penonton. Bandung: Pustaka Prima.

Yudiaryani. (2002). Panggung Teater Dunia Perkembangan dan Perubahan Konvensi. Yogyakarta: Pustaka Gondho Suli.

Yudiaryani. (2015). WS Rendra dan Teater Mini Kata. Yogyakarta: Galang Pustaka.

Yuliadi, Koes. (2005). Drama Gong Bali. Yogyakarta: BP ISI Yogyakarta.




DOI: https://doi.org/10.22219/SATWIKA.Vol3.No1.27-42 | Abstract views : 275 | PDF views : 275 |

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Jihan Kusuma Wardhani

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Web Analytics View Satwika Stats

Creative Commons License

Satwika is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.