Jidor Sentulan: Kajian Rekonstruksi dan Budaya

Koko Hari Pramono


Abstract


Jidor Sentulan merupakan kesenian tradisional asli Jombang yang keberadaannya terancam di era modernisasi saat ini. Penelitian ini bertujuan melakukan rekonstruksi kesejarahan dan kandungan nilai budaya yang terdapat dalam pertunjukan Jidor Sentulan. Penelitian dilakukan di desa Bongkot, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian adalah pertunjukan dan informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesenian ini muncul pada kisaran 1830-1840 di bawa oleh seorang prajurit Pangeran Diponegoro. Pertunjukan ini berbentuk drama yang mementaskan sebuah lakon dalam pertunjukannya. Cerita yang dipentaskan dalam pertunjukan memiliki nilai budaya, yaitu mengenai hakikat hidup manusia, hakikat karya manusia, dan hakikat hubungan antarmanusia.


Keywords


jidor sentulan; nilai budaya; rekonstruksi

Full Text:

PDF

References


Aminudin. (1990). Pengembangan penelitian kualitatif. HISKI komisariat Malang.

Andalas, E. F. (2015). Mitos-Mitos Kabupaten Malang: Cara Orang Jawa dalam Menjelaskan Dunianya. Puitika, 11(2), 150–162.

Andalas, E. F. (2016). Sastra Lisan Lakon Lahire Panji dalam Pertunjukan Wayang Topeng Malangan Padepokan Mangun Dharma: Kajian Sastra Lisan Ruth H Finnegan. Universitas Airlangga.

Andalas, E. F. (2017). Dampak dan Fungsi Sosial Mitos Mbah Bajing bagi Kehidupan Spiritual Masyarakat Dusun Kecopokan Kabupaten Malang Jawa Timur. Puitika, 13(1), 20–31.

Andalas, E. F. (2018). Meninjau Kembali Identitas Budaya Jawa di Era Globalisasi. In Seminar Kebudayaan Jawa (pp. 1–12).

Antoni, A. (2009). Teater dan Kembarannya. dewan kesenian Jawa Timur diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia oleh Max Arifin.

Arikunto, S. (1997). Prosedur Penelitian. Jakarta: Reineka Cipta.

Danandjaja, J. (2002). Folklor Indonesia. Jakarta: PT Pustaka Utama Grafiti.

Koentjaraningrat. (2000). Kebudayaan, Mentalitas dan Pembangunan. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Peursen, van. (1976). Strategi Kebudayaan. Jakarta : BPK Gunung Mulia.

Santosa, Eko, dkk. (2008). Seni Teater Jilid I. Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan.

Santosa, Eko, dkk. (2008). Seni Teater Jilid II. Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan.

Sugiyono. (2008). Metode Penelitian Pendidikan, Pendekatan Kuatitatif, Kualitatif. Bandung : CV Afabeta.

Sumardjo, J. (2004). Perkembangan Teater Moderen dan Sastra Drama Indonesia. Jakarta: STSI PRESS.




DOI: https://doi.org/10.22219/SATWIKA.Vol3.No2.125-131 | Abstract views : 134 | PDF views : 134 |

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Koko Hari Pramono

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Web Analytics View Satwika Stats

Creative Commons License

Satwika is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.