Potensi Alam dan Budaya dalam Pengembangan Ekowisata Pulau Tilan Kepenghuluan Rantau Bais Kabupaten Rokan Hilir Provinsi Riau
DOI:
https://doi.org/10.22219/satwika.v7i2.28541Keywords:
Ekowisata Pulau Tilan, Modal Sosial, Potensi Alam dan BudayaAbstract
Potensi alam dan budaya Pulau Tilan dapat dijadikan suatu tujuan wisata. Namun belum sepenuhnya dikelola dengan baik oleh masyarakat dan pemerintah setempat. Perlu adanya modal sosial dalam pengembangan Ekowisata Pulau Tilan. Modal sosial yang tumbuh dalam masyarakat memberikan gambaran menyeluruh tentang semua tujuan bersama yang hendak dicapai. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui aktivitas masyarakat dalam pengembangan potensi wisata Pulau Tilan. 2) Mengetahui kekuatan dan kelemahan unsur modal sosial dalam pengembangan ekowisata Pulau Tilan. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan cara pengumpulan data yaitu, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa setiap unsur-unsur modal sosial dalam pengembangan Ekowisata Pulau Tilan masih lemah dan perlu diperkuat. Melihat kondisi dan temuan penelitian, jika tidak diperbaiki maka Ekowisata Pulau Tilan akan sulit dikembangkan tidak akan mengalami perubahan lebih baik. Mendorong pengembangan Ekowisata Pulau Tilan, perlu adanya dukungan sarana dan prasarana yang memadai, antara lain jalan yang lebih efesien dan transportasi yang cukup dan representative. Memperluas jaringan sosial dengan berbagai pihak secara terkoordinasi melalui pendekatan terpadu untuk kegiatan promosi dan pemasaraan ekowisata Pulau Tilan. Mengupayakan penerapan manajemen yang baik dalam pengembangan ekowisata Pulau Tilan sesuai dengan potensi alam dan budaya yang dimiliki, agar destiansi wisata tersebut dapat dimanfaatkan dan dikembangkan secara lestari sebagai aset, sehingga dapat terus berkembang secara berkelanjutan.
The natural potential and cultural heritage of Pulau Tilan can be developed into a tourist destination. However, it has not been fully managed well by the local community and government. There is a need for social capital in the development of Ecotourism on Pulau Tilan. Social capital that grows within the community provides a comprehensive picture of all shared goals to be achieved. This research aims to: 1) Determine the activities of the community in the development of tourism potential on Pulau Tilan. 2) Identify the strengths and weaknesses of social capital elements in the development of ecotourism on Pulau Tilan. This research uses a qualitative research approach with data collection methods including observation, interviews, and documentation. The results of this research indicate that every element of social capital in the development of Ecotourism on Pulau Tilan is still weak and needs strengthening. Considering the conditions and research findings, if not improved, Ecotourism on Pulau Tilan will be difficult to develop and will not experience positive changes. To promote the development of Ecotourism on Pulau Tilan, there is a need for support in terms of adequate infrastructure, including more efficient roads and reliable transportation. Expanding social networks with various parties in a coordinated manner through an integrated approach for promotion and marketing of Ecotourism on Pulau Tilan. Efforts should be made to implement good management practices in the development of Ecotourism on Pulau Tilan in line with the natural and cultural potential it possesses, so that the tourist destination can be utilized and developed sustainably as an asset, allowing it to continue growing in a sustainable manner.
Downloads
References
Ali, Z. (2016). Metode Penelitian Hukum. Sinar Grafika.
Arief, A. A. (2015). Pengaruh Modal Sosial Terhadap Kinerja Kelompok Usaha Perikanan Tangkap Di Kabupaten Sinjai (Studi Kasus Kelurahan Lappa, Kecamatan Sinjai Utara). Jurnal IPTEKS, 2(4), 322–329.
Arief Subangkit, D. (2019). Modal Sosial Dalam Pengembangan Urban Farming Di Kampung Hidroponik Kelurahan Pengadegan, Jakarta Selatan. Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial, 8(2), 154–160. https://doi.org/10.15408/empati.v8i2.14691
Arikunto, S. (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Devita Candra Amrita, Achmad Hidir, M. R. E. A. (2022). Tilan Island Tour In Rantau Bais Tourism Village : From Festival TO ECO-TOURISM. Progress in Social Development, 3(1), 13–20.
Diana Alfianti, Solikatun, R. R. (2021). Modal Sosial Dalam Pengembangan Ekowisata Di Desa Marente Kecamatan Alas Kabupaten Sumbawa. Jurnal Riset Sosiologi Progresif Aktual, 3(Juni). https://doi.org/https://doi.org/10.29303/resiprokal.v3i1.62
Djumaty, B. L. (2020). Peran Mosal Sosial Kelompok Sadar Wisata Dalam Mengembangkan Desa Wisata Kopi Di Desa Kumpai Batu Atas, Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah. Jurnal AGRISEP: Kajian Masalah Sosial Ekonomi Pertanian Dan Agribisnis, 19(1), 177–190. https://doi.org/10.31186/jagrisep.19.1.177-190
Dwiningrum, S. I. A. (2014). Modal Sosial Dalam Pengembangan Pendidikan (Perspektif Teori dan Praktik) (Pertama, Vol. 148). UNY Press.
Effendy, J. (2018). Peran Modal Sosial Sebagai Upaya Pengembangan Umkm. XII(2), 103–108.
E.K.S. Harini Muntasib, Resti Meilani, Arzyana Sunkar, Jadda Muthiah, T. R. (2017). Modal Sosial Masyarakat Jawa Barat dalam Pengembangan Ekowisata - E.K.S. Harini Muntasib, Resti Meilani, Arzyana Sunkar, Jadda Muthiah, Tri Rahayuningsih - Google Buku. In IPB Press. Retrieved from https://books.google.co.id/books?id=CKMSEAAAQBAJ&hl=id&source=gbs_slider_cls_metadata_7_mylibrary
Fathy, R. (2019). Modal Sosial: Konsep, Inklusivitas dan Pemberdayaan Masyarakat. Jurnal Pemikiran Sosiologi, 6(1), 1. https://doi.org/10.22146/jps.v6i1.47463]
Hanum, F., Dienaputra, R. D., Suganda, D., & Muljana, B. (2021). Strategi Pengembangan Potensi Ekowisata di Desa Malatisuka. Jurnal Master Pariwisata (JUMPA), 8, 22. https://doi.org/10.24843/jumpa.2021.v08.i01.p02
Hasbullah. (2006). Social capital: menuju keunggulan budaya manusia Indonesia. MR-United Press.
Indriani, N., & Kaffah, S. (2018). Analisis Modal Sosial Terhadap Kesediaan Warga Berpartisipasi Dalam Arisan. Jurnal Ekonomi, 21(2), 76–91. https://doi.org/https://doi.org/10/47896/j3.v21i2.57
Jatiningtiyas, N. (2014). Peran Modal Sosial dalam Pencapaian Keberhasilan Keaksaraan Usaha Mandiri (KUM): studi kasus Keaksaraan Usaha Mandiri Mawar V di wilayah Nogosari, Keluruhan Bugel, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga. Universitas Kristen SATYA WACANA Institutional Repository, 4–13. https://repository.uksw.edu/handle/123456789/8409
Hastuti. (2020). Model Pengembangan Wisata Budaya Di Kawasan Pabrik Gula Gondang Winangoen, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Jurnal Inovasi Penelitian, 1(6), 1185–1194. https://doi.org/10.47492/jip.v1i6.219
Juniari, N. W. (2020). Implementasi Corporate Social Responsibility (CSR) Dalam Mewujudkan Pariwisata Berbasis Masyarakat. Jurnal Muara Ilmu Ekonomi Dan Bisnis, 4(1), 21–28. https://doi.org/https://doi.org/10.24912/jmieb.v4i1.7449
Kantor Desa. (2021). Sekilas Wajah Kepenghuluan Rantau Bais. Kepenghuluan Rantau Bais: Penerbit Kepenghuluan Rantau Bais.
Kantor Desa. (2021). Profil Wisata Pulau Tilan Kepenghuluan Rantau Bais. Kepenghuluan Rantau Bais: Penerbit Kepenghuluan Rantau Bais.
Mba, D. (2020). Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya. 02(December), 198–207. http://jurnalantropologi.fisip.unand.ac.id/index.php/jantro/issue/view/24
Mba, D. A. (2020). Ekowisata Sebagai Bentuk Adaptasi Masyarakat Liang Ndara Pada Pariwisata. Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya, 02(December), 198–207. https://doi.org/https://doi.org/10.25077/jantro.v22.n2.p198-207.2020 DENI
Meilidar. (2016). Modal Sosial Masyarakat Dalam Mengembangkan Ekowisata (Studi Pada Wisata Pemandian Putri Naga Gampong Panjupian Tapaktuan Aceh Selatan). Universitas Syiah Kuala. https://etd.usk.ac.id/index.php/index.php?p=baca&bacaID=22215&page=1
Mellu, M. R. (2018). Analisis Faktor Penunjang Dan Penghamat Pengembangan Objek Wisata (Studi Pada Objek Wisata Alam Bola Palelo, Kecamatan Mollo Tengah, Kabupaten Timor Tengah Selatan ). Journal of Management (SME’s), 7(2), 269–286. https://doi.org/10.35508/jom.v7i2.1216
Mirsa Istiharoh, 3401412041. (2016). Peran Modal Sosial Pada Masyarakat Industri Rumahan Kerajinan Bandol Di Desa Kabunan, Kecamatan Dukuhwaru, Kabupaten Tegal. http://lib.unnes.ac.id/id/eprint/27720
Modal Sosial Masyarakat Jawa Barat dalam Pengembangan Ekowisata - E.K.S. Harini Muntasib, Resti Meilani, Arzyana Sunkar, Jadda Muthiah, Tri Rahayuningsih - Google Buku. (n.d.). Retrieved September 11, 2021, from https://books.google.co.id/books?id=CKMSEAAAQBAJ&hl=id&source=gbs_slider_cls_metadata_7_mylibrary
Mustika, D. C. (2020). Persepsi Masyarakat Terhadap Pengembangan Ekowisata Bukit Sitetepan (Studi Kasus Desa Tegalsari, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo). AGRITEXTS: Journal of Agricultural Extension, 43(1), 43. https://doi.org/10.20961/agritexts.v43i1.41631
Nurfahima, R. (2022). Tilan Dalam Pengembangan Desa Wisata Pulau Tilan Role Of Tourist Conscious Group ( Pokdarwis ) Tilan Island In The Development Of Tilan Island Tourist. 11, 215–230. https://garuda.kemdikbud.go.id/documents/detail/2850136
Permadani, S. R. (2021). Pemanfaatan Potensi Wisata Alam Dan Budaya Lokal Dalam Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan Bendungan Logung Kudus Jawa Tengah. Semnastekmu, 1(1), 389–394. https://doi.org/https://doi.org/10.51903/semnastekmu.v1i1.132
Roslianah. (2023). Penguatan Modal Sosial Untuk Pemberdayaan Strengthening Of Social Capital For Empowerment Of. Pallangga Praja, 5(1). https://doi.org/https://doi.org/10.61076/jpp.v5i1.3432
Puspito, H., & Asriwandari, H. (2016). Studi Sosiologis Tentang Modal Sosial Pada Paguyuban Persaudaraan Jawa Kuantan Singingi (Perjasing). Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, 3(1), 1–15. https://jom.unri.ac.id/index.php/JOMFSIP/article/view/9294
Qodriyah, S. N., Andina, E., Suryani, A. S., Indahri, Y., & Prayitno, U. S. (2018). Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan Melalui Ekowisata (R. A. A. Yunita (Ed.)). Intrans Publishing.
Septyara Nirma Saputri, D. (2018). Kesiapan Atraksi dalam Pengembangan Pariwisata Budaya di Koridor Slamet Riyadi, Kota Surakarta. Region, 13(2), 169–181. https://doi.org/10.20961/region.v13i2.21546
Setiawati, S., & Hidir, A. (2019). Modal Sosial Penjual Jamu Keliling Di Kecamatan Kandis Kabupaten Siak (Studi Di Kelurahan Simpang Belutu Jalan Raja Negara). Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, 6(1), 1–15. https://jom.unri.ac.id/index.php/JOMFSIP/article/view/24186
Sidiq, R. S. S. (2019). Pemberdayaan Berbasis Modal Sosial (R. Wilya Ahmad W, ed.). Pekanbaru: Taman Karya.
Sugiono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Widia Aprilia, Lika Apreasta, D. E. P. (2021). Kajian Pengaruh Keberadaan Wisata Pulau Tilan Terhadap Aspek Ekonomi Dan Aspek Sosial Masyarakat Indah. Innovative, 1(2), 552–560.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Hesti Asriwandari , Swis Tantoro , Rindiani Nurfahima
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial agree to the following terms:
- For all articles published in Satwika, copyright is retained by the authors. Authors give permission to the publisher to announce the work with conditions. When the manuscript is accepted for publication, the authors agree to automatic transfer of the publishing right to the publisher.
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access)