Kualitas hidup lansia ditinjau dari sabar dan dukungan sosial

Authors

  • Devi Maya Puspita Sari Master of Psychology, Islamic University of Indonesia
  • Canina Yustisia Dwi Lestari Master of Psychology, Islamic University of Indonesia
  • Evan Chairul Putra Master of Psychology, Islamic University of Indonesia
  • Fuad Nashori Master of Psychology, Islamic University of Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.22219/jipt.v6i2.5341

Keywords:

Quality of life, Patience, Social Support, Elderly

Abstract

Abstrak. Lanjut usia merupakan salah satu masa perkembangan yang ditandai dengan menurunnya fungsi fisik, psikologis, dan sosial. Penurunan fungsi tersebut dapat menurunkan kualitas hidup lansia. Untuk meningkatkan kualitas hidup lansia, diperlukan sebuah dukungan sosial dan strategi koping dalam menghadapi perubahan yang terjadi. Strategi koping yang dapat digunakan adalah sabar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara sabar dan dukungan sosial terhadap kualitas hidup lansia di Yogyakarta. Subjek penelitian berjumlah 24 laki-laki dan 34 perempuan yang diperoleh dengan purposive sampling. Data yang dikumpulkan menggunakan The World Health Organization Quality of Life (WHOQOL) skala sabar, dan Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS). Analisis data menggunakan analisis regresi berganda dan korelasi pearson. Hasil analisis menunjukkan bahwa sabar dan dukungan sosial berkorelasi positif dengan kualitas hidup lansia. Dengan kata lain, kualitas hidup dapat diprediksi berdasarkan kesabaran dan dukungan sosial.

Kata kunci: kualitas hidup, sabar, dukungan sosial, lansia

 

Abstrack. Elderly is one of development periods characterized by physical, psychological, and social degeneration that can decrease the quality of life. Quality of life can be improved by social support and sabr as a coping strategy to overcome the problems that occur in elderly periods. This research aimed to analyze the correlation between sabr and social support with quality of life of elders in Yogyakarta. The number of subjects is 24 men and 34 women which is chosen by purposive sampling. Data was collected by The World Health Organization Quality of Life (WHOQOL), patience instrument, and Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS). Multiple linear regression was used to analyze multivariate correlation and pearson correlation was used to analyze the bivariate correlation. This suggest that there was a significant positive correlation between sabr, social support and quality of life of elders. In the other words, quality of life can be predicted based on sabr and social support.

Keyword : Quality of life, Patience, Social Support, Elderly

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abeles, R., Gift, H., & Ory, M. (1994). Aging and Quality of Life. New York : Springer Publishing Company.

Al-Jauziyah, I. (2006). Kemuliaan Sabar dan Keagungan Syukur. Yogyakarta: Mitra Pustaka.

Antari, B., Saktika, T., & Ferianto. (2016). Hubungan antara dukungan sosial dengan kualitas hidup lansia di desa Cebongan Sleman Yogyakarta tahun 2015.Media Ilmu Kesehatan, 5 (1).

Azizah, R. & Hartanti, R.D. (2016). Hubungan antara tingkat stres dengan kualitas hidup lansia hipertensi di wilayah kerja puskesmas Wonopringgo, Pekalongan.The 4th University Research Coloqouium 2016.

Azwan, Herlina, & Karim, D. (2015). Hubungan dukungan sosial teman sebaya dengan kualitas hidup lansia di panti sosial Tresna Werdha. JOM, 2 (2), 262-270.

Badan Pusat Statistik. (2016). Statistik Penduduk Lanjut Usia 2015. Jakarta: Badan Pusat Statistik.

Bowling, A. (2003). Current state of the art in quality of life measurement.In Allison J. Carr, Irene J. Higginson, & Peter G. Robinson eds. Quality of life. London: BMJ Books.

Dipoalam, M. & Uyun, Q. (2008). Hubungan antara Kesabaran dengan Tingkat Kecemasan pada Mahasiswa. (skripsi tidak dipublikasikan). Universitas Islam Indonesia. Yogyakarta.

Desmita. (2010). Psikologi Perkembangan (edisi keenam). Bandung : PT Remaja Rosdakarya.

Gardner, T., Krägeloh, C., Henning, M. (2013). Religious coping, stress, and quality of life of Muslim university students in New Zealand. Mental Health, Religion & Culture.

Hadi, S. (2016). Metodologi Riset. Yogyakarta : Pustaka Pelajar

Hurlock, E.B. (2006). Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan (edisi kelima). Jakarta : Penerbit Erlangga.

Jhonson, D.W. & Jhonson, F.P. (1991). Joining Together: Group theory and group skills. Fourth Edition. London : Prentice Hall International.

Jurniarly, A. & Hadjam, M. (2012). Peran koping religius dan kesejahteraan subjektif terhadap stres pada anggota bintara polisi di polres kebumen.Psikologika, 17 (1).

Kumala, A., & Trihandayani, D. (2015). Peran Memaafkan dan Sabar dalam Menciptakan Kepuasan Perkawinan. Jurnal Ilmiah Penelitian Psikologi: Kajian Empiris & Non-Empiris, Vol. 1 (1), 39-44

Noviarini, NA., Dewi, MP., Prabowo, H. (2013). Hubungan antara dukungan sosial dan kualitas hidup pada pecandu narkoba yang sedang menjalani rehabilitasi : Proceeeding PESAT Vol 5

Priyatno, D. (2008). Mandiri Belajar SPSS. Yogyakarta: MediaKom.

Rohmah, A.I., Purwaningsih, Bariyah, K. (2012). Kualitas hidup lanjut usia. Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang : Jurnal Keperawatan, 3 (2), 120-132.

Rubbyana, U. (2012). Hubungan antara strategi koping dengan kualitas hidup pada penderita skizofrenia remisi simptom.Jurnal Psikologi Klinis dan Kesehatan Mental, 1 (02), 59-66.

Rusdi, A. (2016). Patience in islamic psychology and its measurement. Paper Conference for the 3rd Inter-Islamic University Conference on Psychology.

Safitri, A. & Kumolohadi, RA. (2008). Hubungan antara kesabaran dengan stres menghadapi ujian pada mahasiswa. Naskah publikasi. Yogyakarta: Universitas Islam Indonesia.

Santrock, J. (2010). Life-Span Development(13th ed.). New York : McGraw-Hill.

Sarafino, E., & Smith, T. (2011). Health Psychology: Biopsychosocial Interactions (7th ed.). USA: John Wiley & Sons, Inc.

Schnitker, S. A. (2012). An examination of patience and well being. The Journal of Positive Psychology, 7 (4), 263-280.

Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D. Bandung: ALFABETA.

World Health Organization (WHO). (1997). WHOQOL Measuring Quality of Life. Division of Mental Health and Prevention of Substance Abuse. 97(4).

Zimet, G. D., Dahlem, N. W., Zimet, S. G., & Farley, G. K. (1988). The Multidimensional Scale of Perceived Social Support. Journal of Personality Assessment, 52(1), 30-41.

Downloads

Published

2018-11-29

How to Cite

Sari, D. M. P., Lestari, C. Y. D., Putra, E. C., & Nashori, F. (2018). Kualitas hidup lansia ditinjau dari sabar dan dukungan sosial. Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan, 6(2), 131–141. https://doi.org/10.22219/jipt.v6i2.5341

Issue

Section

Articles