Penerapan Literasi Sains di Kelas IV Sekolah Dasar

Authors

  • Falistya Roisatul Mar'atin Nuro Universitas Muhammadiyah Malang
  • Beti Istanti Suwandayani Universitas Muhammadiyah Malang
  • Intan Nurul Majid Universitas Negeri Malang

DOI:

https://doi.org/10.22219/jp2sd.v8i2.15189

Keywords:

Literasi sains, kelas 4, sekolah dasar

Abstract

Hasil PISA tahun 2018 telah diumumkan oleh  The Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD). Pengukuran PISA dilakukan di Indonesia dengan melibatkan 12.098 peserta didik yang tersebar di 399 sekolah. Data tersebut menunjukkan tingkat literasi peserta didik masih rendah. Literasi yang rendah berkontribusi terhadap rendahnya produktivitas negara yaitu jumlah output yang dihasilkan dalam suatu periode. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) implementasi literasi sains kelas IV sekolah dasar, (2) faktor pendukung dalam pelaksanaan literasi sains kelas IV di sekolah dasar, dan (3) faktor penghambat dalam pelaksanaan literasi sains kelas di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan: (1) terlaksananya literasi sains di kelas IV, (2) faktor pendukung dalam gerakan literasi sains yaitu SDM (guru kelas, orang tua peserta didik, kepala sekolah, dan warga sekolah) dan fasilitas yang tersedia di sekolah (perputakaan sekolah, referensi buku bacaan di sekolah, dan pojok baca), dan (3) faktor penghambat dalam gerakan literasi sains yaitu kurangnya dukungan beberapa orang tua peserta didik dan kurangnya minat baca peserta didik

Hasil PISA tahun 2018 telah diumumkan oleh  The Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD). Pengukuran PISA dilakukan di Indonesia dengan melibatkan 12.098 peserta didik yang tersebar di 399 sekolah. Data tersebut menunjukkan tingkat literasi peserta didik masih rendah. Literasi yang rendah berkontribusi terhadap rendahnya produktivitas negara yaitu jumlah output yang dihasilkan dalam suatu periode. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) implementasi literasi sains kelas IV sekolah dasar, (2) faktor pendukung dalam pelaksanaan literasi sains kelas IV di sekolah dasar, dan (3) faktor penghambat dalam pelaksanaan literasi sains kelas di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan: (1) terlaksananya literasi sains di kelas IV, (2) faktor pendukung dalam gerakan literasi sains yaitu SDM (guru kelas, orang tua peserta didik, kepala sekolah, dan warga sekolah) dan fasilitas yang tersedia di sekolah (perputakaan sekolah, referensi buku bacaan di sekolah, dan pojok baca), dan (3) faktor penghambat dalam gerakan literasi sains yaitu kurangnya dukungan beberapa orang tua peserta didik dan kurangnya minat baca peserta didik

References

Abdulloh, M. H. (2019). Penguatan Pendidikan Karakter melalui implementasi Gerakan Literasi Sekolah Di SMK Negeri 1 Rembang Tesis, Kudus: Program Magister Pendidikan Islam IAIN Kudus, 2019 [PhD Thesis]. IAIN KUDUS.

Al Fath, Z., Sholina, A., Isma, F., & Rahmawan, D. I. (2018). Kebijakan Gerakan Literasi Sekolah (Konsep Dan Implementasi). Abdau: Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah, 1(2), 339–353.

Ananda, Rizki, & Fadhilaturrahmi, F. (2018). Analisis Kemampuan Guru Sekolah Dasar dalam Implementasi Pembelajaran Tematik di SD. Jurnal Basicedu, 2(2), 11–21.

Ananda, Rusydi, & Amiruddin, A. (2019). Perencanaan Pembelajaran. LPPPI.

Anggito, A., & Setiawan, J. (2018). Metodologi penelitian kualitatif. CV Jejak (Jejak Publisher).

Anggraini, D. (2018). Pengembangan Buku Pengayaan untuk Mendukung Gerakan Literasi Sekolah dan Penguatan Pendidikan Karakter Melalui Cerita Rakyat [PhD Thesis]. Universitas Lampung.

Arlitasari, O., Pujayanto, P., & Budiharti, R. (2013). Pengembangan Bahan Ajar Ipa Terpadu Bebasis Salingtemas dengan Tema Biomassa Sumber Energi Alternatif Terbarukan [PhD Thesis]. Sebelas Maret University.

Arohman, M., Saefudin, S., & Priyandoko, D. (2016). Kemampuan literasi sains siswa pada pembelajaran ekosistem. Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning, 13(1), 90–92.

Asri, A. S. (2017). Telaah buku teks pegangan guru dan siswa pada mata pelajaran bahasa indonesia kelas VII berbasis kurikulum 2013. RETORIKA: Jurnal Ilmu Bahasa, 3(1), 70–82.

Astuti, T. P. (2019). Model Problem Based Learning dengan Mind Mapping dalam Pembelajaran IPA Abad 21. Proceeding of Biology Education, 3(1), 64–73.

Asyhari, A. (2015). Profil peningkatan kemampuan literasi sains siswa melalui pembelajaran saintifik. Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Al-Biruni, 4(2), 179–191.

Atmojo, I. R. W. (2015). Pengaruh Penggunaan Metode Discovery Berbasis Media Realita Terhadap Hasil Belajar Matakuliah Konsep Dasar IPA 1. Mimbar Sekolah Dasar, 2(2), 130–139.

Bachri, B. S. (2010). Meyakinkan validitas data melalui triangulasi pada penelitian kualitatif. Jurnal Teknologi Pendidikan, 10(1), 46–62.

Fiteriani, I., & Solekha, I. (2016). Peningkatan Hasil Belajar IPA melalui Model Pembelajaran Contextual Teaching And Learning (CTL) pada Siswa Kelas V MI Raden Intan Wonodadi Kecamatan Gadingrejo Kabupaten Pringsewu Tahun Pelajaran 2015/2016. TERAMPIL: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar, 3(1), 103–120.

Flick, U. (2018). Doing triangulation and mixed methods (Vol. 8). Sage.

Frankel, K. K., Becker, B. L., Rowe, M. W., & Pearson, P. D. (2016). From “what is reading?” to what is literacy? Journal of Education, 196(3), 7–17.

Gunawan, I. (2013). Metode penelitian kualitatif. Jakarta: Bumi Aksara, 143.

Harahap, M. H., Faisal, F., Hasibuan, N. I., Nugrahaningsih, R. H. D., & Azis, A. C. K. (2017). Pengembangan Program Literasi Sekolah Untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan Dasar Tingkat Sekolah Menengah Pertama Negeri Di Kota Medan. Jurnal Pembangunan Perkotaan, 5(2), 115–128.

Ilyas, I. (2016). Pendidikan Karakter Melalui Homeschooling. Journal of Nonformal Education, 2(1).

Lado, R. (1964). LANGUAGE TEACHING, A SCIENTIFIC APPROACH.

Maryani, I., & Fatmawati, L. (2018). Pendekatan scientific dalam pembelajaran di sekolah dasar: Teori dan praktik. Deepublish.

Maulana, S., & Novianti, N. D. (n.d.). PERAN TAMAN SAINS DAN TEKNOLOGI LIPI DALAM MENINGKATKAN DAYA SAING UMKM DI BIDANG OBAT TRADISIONAL.

Moleong, L. J. (2019). Metodologi penelitian kualitatif.

Noviansah, A. (2020). Gerakan Literasi Sekolah dan Penguatan Pendidikan Karakter Terhadap Perumusan Materi Pokok Madrasah Ibtidaiyah. EL Bidayah: Journal of Islamic Elementary Education, 2(1), 1–12.

Nurfaidah, S. S. (2017). Analisis Aspek Literasi Sains Pada Buku Teks Pelajaran Ipa Kelas V SD. Mimbar Sekolah Dasar, 4(1), 56–66.

Permanasari, A. (2016). STEM education: Inovasi dalam pembelajaran sains. Seminar Nasional Pendidikan Sains VI 2016.

Rahayu, G. D. S., & Firmansyah, D. (2019). Pengembangan pembelajaran inovatif berbasis pendampingan bagi guru sekolah dasar. Abdimas Siliwangi, 1(1), 17–25.

Rahayu, T. (2016). Penumbuhan Budi Pekerti Melalui Gerakan Literasi Sekolah.

Rahmadani, Y., Fitakurahmah, N., Fungky, N., Prihatin, R., Majid, Q., & Prayitno, B. A. (2018). Profil Keterampilan Literasi Sains Siswa di Salah Satu Sekolah Swasta di Karanganyar. Jurnal Pendidikan Biologi, 7(3), 183–190.

Sari, I. F. R. (2018). Konsep Dasar Gerakan Literasi Sekolah Pada Permendikbud Nomor 23 Tahun 2015 Tentang Penumbuhan Budi Pekerti. Al-Bidayah: Jurnal Pendidikan Dasar Islam, 10(1), 89–100.

Sari, N. A., & Yuniastuti, Y. (2018). Penerapan Pembelajaran Tematik Terpadu di Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, Dan Pengembangan, 3(12), 1572–1582.

Suryaman, M. (2015). Analisis hasil belajar peserta didik dalam literasi membaca melalui studi internasional (PIRLS) 2011. Litera, 14(1).

Suryapuspitarini, B. K., Wardono, W., & Kartono, K. (2018). Analisis soal-soal matematika tipe Higher Order Thinking Skill (HOTS) pada kurikulum 2013 untuk mendukung kemampuan literasi siswa. PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika, 1, 876–884.

Suswandari, S. (2018). Sains, Teknologi Dan Pendidikan. Jurnal Teknodik, 14(1), 111–117.

Suwandayani, B. I., Fakhruddin, Y., & Astutik, L. S. (2020). Implementation of the Numeracy Literacy Program in Learning Mathematics Remaining Class IV in Muhammadiyah Elementary Schools. PROCEEDING UMSURABAYA.

Teguh, M. (2020). Gerakan literasi sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar Flobamorata, 1(2), 1–9.

Thomson, S., Hillman, K., & De Bortoli, L. (2013). A teacher’s guide to PISA scientific literacy.

Thurmond, V. A. (2001). The point of triangulation. Journal of Nursing Scholarship, 33(3), 253–258.

Tohir, M. (2019). Hasil PISA Indonesia Tahun 2018 Turun Dibanding Tahun 2015.

Utami, I. W. P., & Suwandayani, B. I. (2019). ANALISIS PERENCANAAN BAHAN AJAR TEMATIK BERBASIS KEARIFAN LOKAL PADA MAHASISWA PGSD. Widyagogik: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Sekolah Dasar, 7(1), 15–26.

Wahyuni, V. E. (2017). Peran Guru Pembelajar sebagai Pegiat Gerakan Literasi Sekolah: Tantangan dan Solusi. Repository FKIP Unswagati.

Wieman, C. (2007). Why not try a scientific approach to science education? Change: The Magazine of Higher Learning, 39(5), 9–15.

Willinsky, J. (2017). The new literacy: Redefining reading and writing in the schools. Routledge.

Winata, A., Cacik, S., & RW, I. S. (2016). Analisis Kemampuan Awal Literasi Sains Mahasiswa Pada Konsep IPA. Education and Human Development Journal, 1(1).

Wulandari, N. (2016). Analisis kemampuan literasi sains pada aspek pengetahuan dan kompetensi sains siswa smp pada materi kalor. Edusains, 8(1), 66–73.

Yuenyong, C., & Narjaikaew, P. (2009). Scientific Literacy and Thailand Science Education. International Journal of Environmental and Science Education, 4(3), 335–349.

Yuliati, Y. (2017). Literasi sains dalam pembelajaran IPA. Jurnal Cakrawala Pendas, 3(2).

Downloads

Published

2020-09-30