Prototype Alat Pengering Sarang Walet menggunakan Arduino Nano Berbasis Website
Main Article Content
Abstract
Bird's nest has a high economy, especially in the health and beauty industry. One of the important steps in maintaining product quality before being marketed is the process of drying the bird's nest. For the process of drying the bird's nest, a more efficient solution is needed. This is because traditional drying methods are often inefficient, take a long time, and depend on the temperature and humidity in the environment. The purpose of this study is to design and develop a prototype of an Arduino Nano-based bird's nest dryer integrated with a web-based system. This tool is equipped with two PTC heaters as heat sources and a DHT22 sensor to measure temperature and humidity. In addition, this system has two levels of shelves to accommodate more bird's nests in one drying cycle. Users can view the temperature and humidity in real time and monitor the drying process remotely via the website. After determining the specified setpoint temperature, the bird's nest drying process is set automatically. The Arduino Nano microcontroller will receive data from the sensor. This data is then processed and displayed in a web interface.
This web-based system gives users the ability to monitor the tool without having to be near the device. The test results show that this tool can dry bird's nest with higher efficiency than traditional methods. In addition, the user-friendly interface allows users to monitor the drying process easily. It is hoped that this system will help swiftlet farmers increase productivity and maintain the quality of their nests.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
References
Bird's nest has a high economy, especially in the health and beauty industry. One of the important steps in maintaining product quality before being marketed is the process of drying the bird's nest. For the process of drying the bird's nest, a more efficient solution is needed. This is because traditional drying methods are often inefficient, take a long time, and depend on the temperature and humidity in the environment. The purpose of this study is to design and develop a prototype of an Arduino Nano-based bird's nest dryer integrated with a web-based system. This tool is equipped with two PTC heaters as heat sources and a DHT22 sensor to measure temperature and humidity. In addition, this system has two levels of shelves to accommodate more bird's nests in one drying cycle. Users can view the temperature and humidity in real time and monitor the drying process remotely via the website. After determining the specified setpoint temperature, the bird's nest drying process is set automatically. The Arduino Nano microcontroller will receive data from the sensor. This data is then processed and displayed in a web interface.
This web-based system gives users the ability to monitor the tool without having to be near the device. The test results show that this tool can dry bird's nest with higher efficiency than traditional methods. In addition, the user-friendly interface allows users to monitor the drying process easily. It is hoped that this system will help swiftlet farmers increase productivity and maintain the quality of their nests.
Keywords: Swallow's Nest, Prototype, Arduino, Temperature, Dryer
Pendahuluan
Burung walet adalah jenis burung pemakan serangga dengan tubuh kecil, aerodinamis, dan sayap panjang dan ramping. Mereka adalah anggota famili Apodidae dan memiliki sekitar 90 spesies yang tersebar di seluruh dunia, sebagian besar di wilayah yang hangat. Keuntungan dari sisi ekologi, burung walet dapat menjadi predator biologis beberapa serangga yang merupakan hama tanaman budidaya.[1] Burung walet sangat banyak di Asia, termasuk Indonesia. Burung walet dianggap penting di Asia, terutama di negara-negara seperti China, Thailand, dan Indonesia, karena membuat sarang yang digunakan dalam industri makanan dan minuman. Burung walet tersebar di banyak pulau di Indonesia, terutama di wilayah yang hangat seperti Jawa, Sumatra, NTB dan Kalimantan. Sarang burung walet terbuat dari air liur burung walet yang di anggap memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan.[2] Tetapi seiring berjalannya waktu burung walet juga membuat sarang di rumah-rumah yang tak berpenghuni atau rumah kosong, dengan berdirinya bangunan- bangunan walet mulai dari bangunan sederhana hingga bangunan-bangunan tinggi sebagai tempat atau rumah singgah burung walet.[2] Sarang walet memiliki manfaat terutama dalam industri makanan, minuman, produk suplemen kesehatan dan kecantikan. Sarang burung walet mengandung karbohidrat, protein, lemak, kalsium, fosfor, zat besi dan air. Mineral mangan bertugas untuk membantu pertumbuhan tulang, penyembuhan luka, sekaligus melancarkan proses metabolisme karbohidrat, kolesterol, dan asam amino di dalam tubuh.[3] Nutrisi itu bermanfaat untuk kesehatan kulit, sistem kekebalan tubuh, dan anti-penuaan. Di Indonesia, harga sarang walet kerap mengalami fluktuasi yang signifikan, dipengaruhi oleh faktor kualitas produk itu sendiri. Masalah kualitas sarang walet sering kali menjadi penentu utama harga jual di pasaran. Sarang walet dengan kualitas rendah, yang mungkin disebabkan oleh proses panen atau pengolahan yang kurang optimal, cenderung memiliki harga yang lebih rendah dibandingkan sarang walet berkualitas tinggi. Selain itu, efisiensi dalam proses pengolahan, seperti pengeringan untuk mengurangi kadar air, juga memiliki peran penting. Pengolahan yang efisien tidak hanya membantu meningkatkan kualitas produk akhir tetapi juga dapat menekan biaya produksi, sehingga dapat mendukung stabilitas harga di pasaran. Proses pengeringan sarang walet adalah bagian penting dari proses produksi karena mempengaruhi kualitas produk akhir dan nilai jualnya. Metode pengeringan yang baik harus mempertahankan nutrisi sarang walet dan membuat produk dengan warna, aroma, dan tekstur yang diinginkan. Produsen dapat mengalami kerugian karena proses pengeringan tradisional yang tidak efisien dan sulit dikontrol. Untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas pengeringan sarang walet, beberapa inovasi telah dilakukan, salah satunya adalah alat pengering yang menggunakan teknologi canggih seperti Internet of Things (IoT).
Penelitian terdahulu telah memberikan kontribusi dengan mengusulkan teknologi Internet of Things untuk mengatasi masalah kualitas produksi. Penelitian yang dilakukan oleh Korino dan Nopriadi pada tahun 2023. Mengusulkan Alat pengering otomatis berbasis IoT yang memiliki sensor kelembapan dan timer, untuk mengotomatisasi proses pengeringan sarang burung walet dan meningkatkan kualitas produk, alat yang dibuat dimanfaatkan untuk mengurangi kandungan kadar air dalam sarang. Alat ini dilengkapi dengan DHT22 dan lampu LED yang terhubung ke arduino Mega 2560 dan dijalankan dengan timer digunakan sebagai acuan waktu atau sebagai pengatur sinyal output dengan untuk mengeringkan sarang walet yang menghasilkan sarang walet yang lebih baik dan konsisten.[4]
Penelitian ini berfokus pada desain sistem proses pengeringan menggunakan teknologi modern berbasis Internet of Things (IoT) dengan website monitoring untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengeringan sarang walet. Alat ini berfungsi sebagai pengganti metode pengeringan sarang walet tradisional yang menggunakan kipas angin tanpa pengawasan yang tepat, sering menyebabkan kerusakan pada produk. Dipilihnya platform website sebagai media monitoring karena mudah digunakan, memungkinkan perangkat terhubung. Melalui komunikasi jaringan internet, platform website dapat meningkatkan produktivitas dan memungkinkan pemantauan sistem secara real-time. Dengan adanya sistem ini, diharapkan proses pengeringan sarang walet lebih efisien dan efektif, sehingga efek cuaca buruk dapat dikurangi dan kualitas dan kuantitas sarang walet dapat ditingkatkan. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengembangkan alat pengering sarang walet berbasis Internet of Things (IoT) yang dapat dikendalikan melalui web dan didukung oleh berbagai sensor.
Metode Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat prototipe alat pengering sarang walet yang menggunakan teknologi Arduino Nano dan dapat dikendalikan melalui antarmuka berbasis web. Penelitian prototype memungkinkan peneliti untuk menguji konsep baru, mengidentifikasi masalah potensial, dan menghasilkan solusi inovatif.[5]
1 Alur Penelitian
Gambar 2.1. Alur Penelitian
2 Metode Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini penulis melakukan tahapan pengumpulan data yang diperlukan untuk menambah data yang sudah ada sebagai berikut:
a. Untuk mendapatkan informasi yang mendalam, penelitian ini mewawancarai langsung antara peneliti dan responden. Wawancara dilakukan secara terstruktur dengan menggunakan panduan wawancara yang telah disusun sebelumnya untuk memastikan bahwa semua topik penting dibahas secara teratur. Metode ini memungkinkan peneliti mendapatkan wawasan langsung dari pengalaman dan perspektif responden serta menggali informasi yang tidak dapat diperoleh melalui pendekatan lain.
b. Observasi
Untuk mengumpulkan data observasi, peneliti mengamati langsung kinerja dan efisiensi alat pengering tradisional dan juga akan mengobservasi alat yang akan dibuat, peneliti secara menyeluruh mencatat fitur penting seperti suhu, dan waktu pengeringan, yang dipantau oleh sensor dan dikendalikan oleh Arduino Nano. Observasi dilakukan dalam berbagai kondisi operasional untuk memastikan bahwa alat beroperasi sesuai dengan desain dan spesifikasinya.
c. Studi Pustaka
Penelitian yang akan dilakukan mengumpulkan dan menganalisis literatur yang relevan untuk mendukung pengembangan dan pelaksanaan sistem alat pengering sarang walet ini. Penelitian ini menganalisis berbagai sumber ilmiah yang berkaitan dengan teknologi IoT, penggunaan Arduino Nano dalam sistem otomatisasi. Studi pustaka ini membantu peneliti menyusun dasar teoritis yang kuat, menemukan metode dan teknik terbaik untuk membuat alat pengering sarang walet yang handal dan efisien, dan memahami masalah teknis dan solusinya.
3 Metode Pengembangan Perangkat Lunak
Kerangka kerja atau pendekatan yang digunakan untuk merencanakan, mengatur, dan mengelola proses pembuatan perangkat lunak disebut metode pengembangan perangkat lunak. Metode Waterfall, Pemilihan metode pengembangan perangkat lunak waterfall sesuai dengan jenis proyek, kebutuhan, dan tujuan akhir yang ingin dicapai dalam penelitian ini. Sehingga pemilihan metode pengembangan menjadi sangat penting bagi seorang pengembang.[6]
Gambar 2.2 Alur metode pengembangan perangkat lunak
4 Kebutuhan perangkat Keras Hardware
Tabel 2.1. Kebutuhan Perangkat Keras (Hardware)
Rincian Harga Komponen
No Nama Jumlah Harga Total
Arduino Nano 1 55.000 55.000
NodeMCU 1 40.000 40.000
DHT22 1 58.000 58.000
PTC Pemanas 2 100.000 200.000
Fan 1 11.000 11.000
Box Alat 1 12.000 12.000
Kabel Pin 10 6.800 68.000
Step Down 1 10.000 10.000
Rellay 3 14.500 43.500
Kabel USB 2 9.000 18.000
Total 515,500
5 Kebutuhan Perangkat Lunak (Software)
Kebutuhan perangkat lunak mencakup kebutuhan fungsional, seperti fitur dan tugas yang harus dilakukan perangkat lunak, serta kebutuhan non-fungsional. Untuk memastikan bahwa perangkat lunak yang dibangun memenuhi harapan pengguna dan pengguna kepentingan dan untuk mengurangi risiko kesalahan dan penyesuaian. Berikut kebutuhan perangkat lunak yang dibutuhkan:
a. Arduino IDE
Arduino IDE (Integrated Development Environment) adalah alat penting untuk mengembangkan aplikasi embedded dan aplikasi Internet of Things untuk memenuhi kebutuhan perangkat lunak. Maka dari itu Arduino IDE sangat penting karena tanpa komponen ini perangkat ini tidak dapat berjalan.
b. VS Code
Visual Studio Code (VS Code), editor kode sumber yang dikembangkan oleh Microsoft, sangat disukai oleh pengembang perangkat lunak karena mudah digunakan, cepat, dan memiliki banyak fitur. VS Code mendukung banyak bahasa pemrograman, seperti JavaScript, Python, dan C++, yang membuatnya alat yang fleksibel untuk berbagai jenis proyek. Editor ini memiliki fitur seperti penyorotan sintaks, debugging terintegrasi, pelengkapan otomatis, dan pengelolaan versi melalui Git. Selain itu, VS Code memiliki ekosistem ekstensi yang luas, yang memungkinkan pengembang untuk menambahkan fitur tambahan sesuai kebutuhan mereka.
c. MySQL
MySQL adalah sistem manajemen basis data relasional (RDBMS) yang dikembangkan oleh Oracle Corporation dan bersifat open-source. Karena kinerjanya yang cepat, skalabilitas yang tinggi, dan kemudahan penggunaan, MySQL adalah salah satu database paling populer di dunia. MySQL mendukung berbagai sistem operasi, termasuk Windows, Linux, dan macOS, dan memiliki fitur canggih seperti replikasi, clustering, dan partisi tabel untuk menjamin ketersediaan data dan peningkatan kinerja.
6 Metode Perancangan
Gambar 2.3. Flowchart Sistem Alat Pengeringan Sarang Walet
7 Perancangan Komponen Perangkat Keras
Komponen perangkat keras sistem pengering otomatis terdiri dari Arduino Nano, NodeMCU, dan sensor DHT22. Sensor tersebut akan terhubung dengan Arduino Nano dan Arduino Nano akan mengirimkan lewat NodeMCU yang terhubung dengan WiFi untuk pertukaran data dan pengiriman data. Berikut merupakan rancangan perangkat keras.
Gambar 2.4. Diagram blok sistem
8 Perancangan Mekanik
Alat pengering sarang walet ini dibuat dalam kotak berukuran 35 x 30 x 20 cm. Mikrokontroler, node mcu, pemanas ptc, dan relay ada di bagian dalam kotak kontroler ini. Alat ini menggunakan dua Ptc pemanas, dengan dua di bagian kiri samping dan satu di atas. Timer terletak di bagian depan. Selain itu, ada dua pemanas di bagian tengah dan bawah pengering di dalam ruangan. Ada juga sensor DHT22. Berikut adalah gambar mekanik pengering sarang walet.
Gambar 2.5. Rancangan Mekanik
9 Perancangan Website
Tujuan dari perancangan website Prototype Alat pengering sarang walet menggunakan Arduino Nano adalah untuk menyediakan platform yang mudah digunakan bagi pengguna untuk mengontrol dan memantau sistem pengering sarang walet. Website ini dapat diakses melalui berbagai perangkat, seperti komputer, tablet, dan smartphone, berkat antarmuka yang mudah digunakan. Website ini memiliki fungsi utama untuk memantau kondisi lingkungan secara real-time dengan menampilkan data dari sensor sensor yang diimplementasikan.
Gambar 2.6. Website tampilan dashboard Monitoring Pengering Sarang Walet
10. Pengujian
Pengujian terhadap keseluruhan sistem berguna untuk mengetahui bagaimana kinerja dan tingkat keberhasilan dari sistem tersebut.[7] Untuk memastikan bahwa alat pengering sarang walet prototype yang menggunakan Arduino Nano berbasis website bekerja dengan baik dan mengeringkan sarang walet dengan efisien. Pengujian ini sangat penting karena melibatkan verifikasi sensor suhu dan kelembaban DHT22 yang akurat, elemen pemanas yang efisien PTC Pemanas, dan keandalan dan stabilitas komunikasi antara website dan Arduino. Pengujian membantu peneliti menemukan dan menyelesaikan masalah potensial dengan hardware dan software, memastikan data di website akurat, dan memastikan bahwa pengguna dapat melihat dan mengontrol proses pengeringan.
10.1 Pengujian Kualitas Kinerja Pengeringan
Untuk pengujian kualitas kinerja pengeringan dilakukan menggunakan sensor DHT22 melakukan pengeringan dengan cara. Selain itu, waktu yang dibutuhkan oleh masing-masing metode untuk mencapai tingkat kekeringan hingga kadar airnya mencapai <15% dicatat dengan hitungan timer.
Gambar 2.7“Flowchart Alur Uji dengan alat dan metode tradisional”
Tabel 2.2 parameter kadar air sarang walet di budidaya sarang burung walet lathifa
Baik (B) Cukup (C) Kurang (K)
<15 <18,9 >19
Tabel 2.3 Parameter waktu pengeringan sarang walet di budidaya sarang walet lathifa
Baik (B) Cukup (C) Kurang (K)
<120 <180 >240
Tabel 2.4 Parameter sarang walet di budidaya sarang burung walet lathifa
No Nama Sensor Nilai Sensor Ket
Kadar Air <15% Baik
Suhu 28°-30° Baik
Waktu <120 Menit Sangat Baik
10.2 Pengujian Black Box Testing
Pengujian yang akan digunakan adalah Blackbox agar kualitas software lebih baik.[8] Pengujian black box untuk website alat pengering sarang walet berbasis Arduino Nano dengan sensor DHT22 bertujuan untuk menguji responsivitas yang baik dan pemantauan real-time yang tepat. Hasil pengujian ini akan memastikan bahwa situs web berfungsi sesuai dengan harapan dan dapat memberikan pengalaman pengguna yang memuaskan saat digunakan.
10.3 Analisis Data dan Laporan
Analisis data adalah upaya mengolah data menjadi informasi, sehingga karakteristik atau sifat sifat data tersebut dapat dengan mudah.[9] Setelah pengujian dengan alat dan metode pengeringan tradisional selesai, data dicatat dan dianalisis untuk mengevaluasi kinerja dan efektivitasnya oleh peternak walet yang sudah berpengalaman di bidang walet. Hasil akhirnya dilaporkan dalam sebuah laporan yang mencakup teknik pengujian, hasil, analisis, dan kesimpulan dari 2 pengujian yang telah dilakukan.
Hasil Penelitian dan Pembahasan
1 Perencanaan Objek Penelitian
Pada tahap perencanaan objek penelitian. Penelitian merancang sistem pengering otomatis yang bisa untuk mengoptimalkan proses pengeringan sarang wallet dengan efisien. Alat ini memiliki tolok ukur yang digunakan untuk memantau suhu dan kelembapan selama proses pengeringan sarang walet dan memastikan kondisi suhu pengeringan tetap stabil. Dan kemudian data yang diperoleh dari proses pengeringan tersebut dikirimkan ke dalam website, secara realtime.
Alat pengeringan sarang walet tersebut menggunakan suhu pengeringan sebagaimana telah di tetapkan dan bisa mengatur waktu pengeringan sesuai kadar air sarang walet yang berbeda. Keluaran dari perencanaan alat pengeringan sarang walet ini diharapkan agar mempermudah pembudidaya sarang walet mengeringkan dengan waktu efisien sehingga tidak bergantung pada panas matahari dan cuaca yang tidak menentu.
2 Analisis Perancangan Sistem
2.1 Perancangan Perangkat Keras (Hardware)
Hal ini sangat penting untuk memastikan bahwa perangkat keras tersebut berfungsi dengan efisien dan memiliki akurasi yang diharapkan, dan hasil pengukuran instrumen sesuai dengan suhu yang ditentukan. berikut adalah perancangan alatnya:
Perancangan Arduino Nano
Untuk prototipe alat pengering sarang walet, peneliti menggunakan Arduino Nano untuk memaksimalkan fungsi dan efisiensi. Arduino Nano adalah mikrokontroler yang ideal karena ukurannya yang kecil. Dalam contoh ini, Arduino Nano terhubung dengan sensor DHT22 untuk memantau suhu.
1. Tampilan Perancangan Arduino Nano
Perancangan Node MCU
NodeMCU berfungsi sebagai penghubung antara sensor pembacaan dari Arduino Nano ke website melalui WiFi yang memungkinkan akses langsung ke internet dan kontrol jarak jauh. NodeMCU ini berbasis pada chip ESP8266.
Gambar 3.2. Perancangan NodeMCU
Perancangan Sensor Pembacaan
Di dalam penelitian ini sistem pengeringan sarang wallet menggunakan sensor DHT22 yang dimana untuk membaca suhu di dalam pengeringan.
Gambar 3.3. Tampilan Sensor DHT22
3 Implementasi
3.1 Implementasi Alat
Alat pengering sarang walet digunakan dengan menggabungkan berbagai komponen teknis yang dirancang untuk bekerja sama. Sebagai pengendali utama, Arduino Nano terhubung dengan sensor DHT22 untuk memantau suhu dan kelembapan. Selain itu, ia menggunakan pemanas PTC sebagai sumber panas untuk proses pengeringan. NodeMCU sebagai Modul Wi-Fi yang mengirimkan data sensor ke platform berbasis web secara real-time memungkinkan pengguna memantau.
Gambar 3.4 Implementasi alat
3.2 Implementasi Website
Implementasi website ini dirancang untuk memberikan akses pengguna agar dapat dengan mudah mengontrol dan mengaksesnya. Dengan menggunakan modul Wi-Fi dari NodeMCU, website ini berfungsi sebagai antarmuka utama yang menampilkan data suhu dan kelembapan secara real-time yang dikirimkan oleh sensor DHT22. Website dapat diakses di https://monitoring.pengujian.com/
Gambar 3.5 Tampilan Halaman Grafik Website
Gambar 3.6 Tampilan Halaman History Website
3.3 Konfigurasi Perangkat
Konfigurasi perangkat dalam sistem pengering sarang walet melibatkan pemrograman mikrokontroler Arduino Nano untuk mengontrol berbagai komponen, seperti sensor DHT22 dan pemanas PTC. Proses ini dimulai dengan menulis dan mengunggah kode program melalui Arduino IDE.
3.4 Penulisan Program
Gambar 3.7. Codingan Set Point Arduino Nano
Gambar 3.8 Codingan menghubungkan ke WiFi
3.5 Perakitan Perangkat
Untuk memastikan bahwa setiap komponen dalam sistem pengering sarang walet terhubung dengan baik dan berfungsi dengan baik, perakitan komponen dilakukan dengan cermat. Proses ini dimulai dengan menghubungkan komponen komponen. Sensor dan modul pemanas dengan kabel pin, dan modul Wi-Fi dipasang untuk memungkinkan komunikasi data secara real time ke website. Setelah semua komponen dipasang, pengujian fungsional dilakukan untuk memastikan bahwa semua koneksi bekerja dengan baik dan bahwa perakitan tidak menghasilkan kesalahan.
Tampak Depan Tampak Samping
Gambar 3.9 Model Perancangan Alat
4 Pengujian Sistem
Tujuan dari pengujian sistem pada prototipe pengering sarang walet adalah untuk mengevaluasi kinerja perangkat secara keseluruhan dan memastikan bahwa semua komponen berfungsi dengan baik secara bersamaan. Mula-mula, pengujian dilakukan pada sensor DHT22 untuk memastikan suhu yang tepat. Kemudian, pengujian dilakukan pada pemanas PTC untuk mengetahui apakah perangkat dapat mempertahankan suhu yang ideal selama proses pengeringan. Selain itu, sistem jaringan Wi-Fi diuji dalam berbagai kondisi operasional untuk memastikan ketahanan, stabilitas, dan efisiensi alat. Pengujian ini juga memverifikasi kemampuan pengiriman data secara real-time ke platform berbasis web, yang memungkinkan pengguna memantau dan mengendalikan perangkat dari jarak jauh. Pada implementasi alat dan sistem dilakukan pengujian untuk dapat mengetahui fungsi dan tujuan dari penelitian tercapai sesuai dengan yang diharapkan. [10]
5 Hasil Pengujian Keseluruhan Sistem
Uji coba akan dilakukan pada sensor DHT22 untuk menjamin pengukuran suhu yang akurat, dan pada PTC pemanas untuk menguji kemampuan untuk mempertahankan suhu ideal selama proses pengeringan. Untuk memastikan pengiriman data ke platform berbasis web yang lancar secara real-time, pengujian juga akan mencakup modul Wi-Fi. Pengujian Kualitas sarang walet diukur secara manual oleh ahli atau peternak berpengalaman, pengujian juga termasuk perbandingan suhu matahari dan memakai alat, waktu pengeringan, berat sarang walet, kadar air, karakteristik. Selain itu, penguji akan memastikan bahwa sarang walet berkurang mencapai kadar air <15%.
Tabel 3. pengujian kesluruhan alat dan sistem pengering sarang walet
Gambar Keterangan Hasil Uji
Sensor DHT22 digunakan untuk mengukur suhu ruangan dan menampilkan di website Berhasil
Fitur timer untuk set waktu pengeringan yang diinginkan Berhasil
Website berhasil mengirim data secara realtime dan online. Berhasil
Tabel 3.1 sebelum pengujian
Pengujian (P) Berat gram Kadar Air Kesimpulan
P1 16 gr 19% Kurang
P2 15 gr 20% Kurang
P3 17 gr 22% Kurang
P4 19 gr 23% Kurang
Gambar kadar air sebelum dan sesudah
Tabel 3.2. pengujian Alat pengering sarang walet
Pengujian
(P) Suhu Waktu Pengeringan Berat Kadar Air (KA)
Sesudah Karakteristik Kesimpulan
P1 40° 5 menit 12 gr 14% Putih kecoklatan Baik
P2 40° 10 menit 13 gr 15% Putih kecoklatan Baik
P3 40° 15 menit 11 gr 12% Putih Baik
P4 40° 20 menit 15 gr 18% Putih Coklat Cukup
(1)
Persamaan (1) merupakan rumus perhitungan dari pengujian yang dilakukan dimana nilai rata-rata sama hasil nilai pengujian ditambahkan dan di bagi jumlah pengujian.
Dari hasil perhitungan nilai rata rata di table presentase diatas selanjutnya akan dilakukan perhitungan untuk. Alat IoT yang dibuat akan dibandingkan dengan metode tradisional. Perbedaan hasil antara alat IoT yang dibuat dengan metode tradisional.
6 Kelebihan Sistem
Alat ini mempunyai sejumlah kelebihan sebagai berikut:
Monitoring dan kontrol jarak jauh.
Monitoring pengeringan ini dapat memantau suhu secara real time.
Otomatisasi pengeringan sistem dapat mengatur suhu dan waktu set point yang sudah ditentukan dan sistem berjalan dengan konsisten.
Efisiensi energi sistem pemanas dan fan aktif hanya saat diperlukan saja.
Efisiensi waktu untuk pengeringan sarang walet dibandingkan metode tradisional.
Peningkatan kualitas sarang walet, ada nya fitur pengendalian suhu dan waktu yang tepat, resiko kerusakan dan penurunan kualitas berkurang.
7 Kekurangan Sistem
Adapun kekurangan dari alat pengering ini, yaitu:
Keterbatasan konektivitas internet, sistem pengering ini bergantung pada jaringan internet, jika jaringan terputus maka pengguna tidak bisa mengontrol dan monitoring.
Tidak ada notifikasi dari sistem ketika pengeringan sudah selesai, hal ini membuat pengguna berpatokan dengan waktu yang ditentukan.
Dari hasil pengujian, alat ini tidak maksimal dalam pembersihan bulu sarang walet, dilihat dari karakteristik sarang walet.
Kesimpulan
Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan penulis, dapat disimpulkan bahwa efisiensi pengeringan sistem dirancang untuk secara otomatis mengontrol suhu selama proses pengeringan sarang walet, memastikan pengeringan berlangsung dengan efektif dan konsisten. Dengan pengaturan suhu yang tepat, sistem ini dapat menjaga suhu dalam rentang yang tepat untuk memaksimalkan hasil pengeringan. Proses otomatisasi ini mengurangi ketergantungan pada tindakan manual, yang menghasilkan kesalahan yang lebih sedikit dan peningkatan efisiensi operasional. Dengan demikian, waktu pengeringan dapat dipersingkat, yang menghasilkan sarang walet kering berkualitas tinggi yang siap untuk dipasarkan.Alat pengering ini dapat memantau monitoring secara realtime dan online sehingga alat bergantung pada jaringan internet.
Saran
Adapun saran dari hasil penelitian ini untuk dapat dikembangkan lagi pada penelitian selanjutnya yaitu:
Pada penelitian selanjutnya, disarankan untuk mengembangkan aplikasi mobile atau platform digital sejenis yang dapat terhubung langsung dengan sistem pengering sarang walet berbasis Arduino Nano ini. Pengembangan aplikasi mobile akan memberikan dampak signifikan dalam meningkatkan efisiensi dan aksesibilitas sistem secara keseluruhan.
Sebaiknya, sistem ini dilengkapi dengan sensor buzzer atau perangkat notifikasi lain yang dapat memberikan peringatan ketika proses pengeringan telah selesai. Penambahan fitur ini akan sangat bermanfaat, terutama bagi pengguna yang tidak dapat terus-menerus memantau status pengeringan melalui website. Dengan adanya buzzer atau sensor serupa, sistem dapat mengeluarkan suara atau memberikan sinyal lain yang mudah dideteksi untuk memberi tahu pengguna bahwa proses pengeringan telah mencapai tahap yang diinginkan.
Refrensi
Eny Susilowati, “PENGATURAN TERHADAP PEMBANGUNAN GEDUNG SARANG BURUNG ,” 2018.
D. DI Meningkatkan Pendapatan Kecamatan Malangke Kabupaten Luwu Utara Damayanti et al., “PERAN USAHA PETERNAK SARANG BURUNG WALET.”
N. Saputra, “PERANCANGAN MOTION GRAPHIC KHASIAT SARANG WALET BAGI TUBUH MANUSIA.”
Korino and Nopriadi, “RANCANG BANGUN ALAT PENGERING SARANG BURUNG WALET MENGUNAKAN ARDUINO VIA SENSOR DAN TIMER,” JURNAL COMASIE, 2023.
L. Rizki Jaelani, L. Delsi Samsumar, M. Efendi, and U. Teknologi Mataram Jaya, “RANCANG BANGUN SMART TRASH BERBASIS IOT (INTERNET OF THINGS) MENGGUNAKAN METODE PROTOTIPYNG MODEL DI DESA BERIRIJARAK,” Journal of Computer Science and Information Technology (JCSIT), vol. 1, no. 4, 2024.
F. Syakti and J. A. Yani No, “METODE PENGEMBANGAN PERANGKAT LUNAK BERBASIS MOBILE: A REVIEW,” 2019.
A. Tri Wahyudi, Y. Wahyu Hutama, M. Bakri, S. Dadi Rizkiono, and P. Studi Teknik Komputer, “SISTEM OTOMATIS PEMBERIAN AIR MINUM PADA AYAM PEDAGING MENGGUNAKAN MIKROKONTROLLER ARDUINO DAN RTC DS1302,” 2020.
F. C. Ningrum, D. Suherman, S. Aryanti, H. A. Prasetya, and A. Saifudin, “Pengujian Black Box pada Aplikasi Sistem Seleksi Sales Terbaik Menggunakan Teknik Equivalence Partitions,” vol. 4, no. 4, 2019, [Online]. Available: http://openjournal.unpam.ac.id/index.php/informatika
A. Fitra Ritonga, S. Wahyu, and F. Octavia Purnomo, “Implementasi Internet of Things (IoT) untuk Meningkatkan Kompetensi Siswa SMK Jakarta 1,” vol. 5, no. 1, 2020, [Online]. Available: http://ejurnal.kpmunj.org
M. Rifaldi, “PENERAPAN INTERNET OF THINGS PADA PROTOTYPE SMART HOME MENGGUNAKAN POLA SUARA DENGAN IKROKONTROLER NODEMCU.”