Transformasi Karakter Santri melalui Edu-Ecoliteracy Islami sebagai Instrumen Pesantren Muhammadiyah dalam Mendukung Tercapainya SDGs

Authors

  • Sulismadi Universitas Muhammadiyah Malang
  • Vina Salviana Darvina Soedarwo Universitas Muhammadiyah Malang
  • Abdus Salam Universitas Muhammadiyah Malang

DOI:

https://doi.org/10.22219/jurnalsospol.v11i3.42306

Keywords:

Edu-Ecoliteracy, Islam, Muhammadiyah, Pondok Pesantren, SDGs

Abstract

Pesantren memiliki potensi strategis dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya di bidang pendidikan dan keberlanjutan lingkungan. Namun, peran ini belum banyak dianalisis melalui kerangka analitis dan tata kelola pendidikan berkelanjutan. Artikel ini menganalisis bagaimana Edu-Ecoliteracy Islami dapat mendorong transformasi karakter santri sekaligus memperkuat kontribusi pesantren terhadap tata kelola pendidikan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis dengan data lapangan dari Muhammadiyah Boarding School (MBS) Dau, Malang. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik pengkodean tematik serta kerangka teori pendidikan karakter dan ecoliteracy. Integrasi Edu-Ecoliteracy Islami dalam kurikulum pesantren membentuk tiga dimensi karakter ekologis santri—pengetahuan moral, perasaan moral, dan tindakan moral—yang mendorong kepedulian lingkungan. Pesantren juga berfungsi sebagai agen lokal implementasi SDGs melalui inovasi kurikulum, partisipasi komunitas, dan praktik tata kelola pendidikan yang ramah lingkungan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arsiti. (2022). Penerapan aksi lingkungan melalui optimalisasi tripusat belajar guna meningkatkan karakter siswa peduli dan berbudaya lingkungan. Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah, 2(3), 45–56.

Azra, A. (2015). Pesantren: Kontinuitas dan perubahan. Jakarta: Prenadamedia Group.

Bourdieu, P. (1990). The logic of practice. Stanford, CA: Stanford University Press.

Capra, F. (2005). Eco-literacy: Educating our children for a sustainable world. San Francisco: Sierra Club Books.

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.

Diavano, A. (2022). Program eco-pesantren berbasis kemitraan sebagai upaya memasyarakatkan isu-isu lingkungan melalui pendidikan. Jurnal Litbang FISIP Universitas Andalas, 5(2), 123–135.

Faizin. (2022). Implementasi pendidikan karakter peduli lingkungan melalui program eco-pesantren di Pondok Pesantren Baitul Hikmah Tempurejo Jember tahun 2022. Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

Food and Agriculture Organization. (2019). Forests and climate change. Rome: FAO. https://doi.org/10.4060/ca8643en

Gade, A. (2019). Muslim environmentalisms: Religious and social foundations. Columbia University Press. https://doi.org/10.7312/gade18708

Herdiansyah, H., Jokopitoyo, T., & Munir, A. (2016). Environmental awareness to realizing green Islamic boarding school (eco-pesantren) in Indonesia. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 30(1), 012017. https://doi.org/10.1088/1755-1315/30/1/012017

Hussain, M. (2018). Islamic environmentalism: Activism in the United States and Great Britain. Routledge. https://doi.org/10.4324/9781315563106

Intergovernmental Panel on Climate Change. (2022). Climate change 2022: Impacts, adaptation and vulnerability. Cambridge: Cambridge University Press. https://doi.org/10.1017/9781009325844

Kementerian Agama RI. (2021). Statistik Pendidikan Islam Tahun 2021/2022. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Islam.

Lickona, T. (2004). Character matters: How to help our children develop good judgment, integrity, and other essential virtues. New York, NY: Simon & Schuster.

Lincoln, Y. S., & Guba, E. G. (1985). Naturalistic inquiry. Newbury Park, CA: SAGE Publications.

Mastuhu. (1994). Dinamika sistem pendidikan pesantren. Jakarta: INIS.

Mezirow, J. (2000). Learning as transformation: Critical perspectives on a theory in progress. San Francisco, CA: Jossey-Bass.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.

Nasr, S. H. (2007). Man and nature: The spiritual crisis in modern man. Chicago, IL: ABC International Group.

Noddings, N. (2013). Caring: A relational approach to ethics and moral education (2nd ed.). Berkeley, CA: University of California Press.

Orr, D. (2004). Earth in mind: On education, environment, and the human prospect (2nd ed.). Washington, DC: Island Press.

Robertson, R. (1995). Glocalization: Time-space and homogeneity-heterogeneity. In M. Featherstone, S. Lash, & R. Robertson (Eds.), Global modernities (pp. 25–44). London: SAGE Publications.

Sterling, S. (2001). Sustainable education: Re-visioning learning and change. Totnes: Green Books.

Sterling, S. (2010). Transformative learning and sustainability: Sketching the conceptual ground. Learning and Teaching in Higher Education, 5, 17–33.

Tilbury, D. (2011). Education for sustainable development: An expert review of processes and learning. Paris: UNESCO. https://unesdoc.unesco.org/ark:/48223/pf0000191442

UNESCO. (2017). Education for sustainable development goals: Learning objectives. Paris: UNESCO Publishing. https://unesdoc.unesco.org/ark:/48223/pf0000247444

Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.

Downloads

Published

2025-10-06

How to Cite

Sulismadi, Soedarwo, V. S. D., & Salam, A. (2025). Transformasi Karakter Santri melalui Edu-Ecoliteracy Islami sebagai Instrumen Pesantren Muhammadiyah dalam Mendukung Tercapainya SDGs. Sospol, 11(3), 51–69. https://doi.org/10.22219/jurnalsospol.v11i3.42306