Rancangan Alat menara Guna Pengembangan Daerah tertinggal dan Terdampak Bencana Dengan Studi Kasus Daerah Ponorogo
Main Article Content
Abstract
Indonesia memiliki kondisi geografis yang menantang, khususnya di wilayah pegunungan seperti Ponorogo, yang mempersulit pembangunan infrastruktur jaringan internet. Tantangan ini diperburuk dengan ancaman bencana alam seperti tanah longsor. Penelitian ini bertujuan untuk merancang menara yang mendukung jaringan nirkabel dengan metode Point-to-Point (PTP) menggunakan frekuensi 2,4 GHz dan 5 GHz untuk memperbaiki akses internet di daerah tertinggal dan terdampak bencana. Proses perancangan menara mengadaptasi desain tripod kamera untuk mencapai stabilitas dan kemudahan instalasi, yang kemudian divalidasi melalui pengujian Quality of Service (QoS) dan survei pengguna. Hasil pengujian menunjukkan bahwa desain ini mampu memberikan koneksi yang stabil dan efisien di area dengan medan kompleks, sehingga dapat meningkatkan komunikasi dan mendukung kegiatan ekonomi serta pendidikan di daerah tersebut.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
References
[1] J. Kajian et al., “Geography Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis Sebagai Langkah Strategis Dalam Pemetaan Zona Longsor Di Kecamatan Banjarwangi,” vol. 11, no. 2, 2023, [Online]. Available: http://journal.ummat.ac.id/index.php/geography
[2] L. M. Hamzah and E. Agustin, “Percepatan Pembangunan Ekonomi Daerah Tertinggal (Kabupaten Pesisir Barat),” Jurnal Ekonomi Pembangunan, vol. 9, no. 3, pp. 165–175, Nov. 2020, doi: 10.23960/jep.v9i3.133.
[3] F. Marina, P. Maulina, and S. Fadhlain, “Manajemen Komunikasi Bencana BPBD Nagan Raya Pada Situasi Terdapat Potensi Bencana.” [Online]. Available: http://jurnal.utu.ac.id/JIMSI
[4] J. Pendidikan and D. Konseling, “Pemanfaatan Internet Sebagai Sumber Belajar Rimba Sastra Sasmita.”
[5] M. Puguh Pamungkas, C. Iswahyudi, and S. Raharjo, “Analisis Perbandingan Performansi Jaringan WLAN 2.4 GHz dan 5 GHz,” 2021. [Online]. Available: www.speedtest.net.
[6] R. D. Saputro, P. Kasih, and S. Rochana, “Pengujian Black Box dan Kuesioner Pada Game Gems Advanture.”
[7] S. Eko Prasetyo, “Analisis Quality of Service (QoS) Jaringan Wireless 2.4 GHz dan 5 GHz di Dalam Ruangan dengan Hambatan Kaca,” Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi Asia, vol. 15, no. X2, 2021.
[8] A. Suhendar, “Jurnal Manajemen Informatika (JAMIKA) Dampak Cuaca Terhadap Quality of
Service Wireless pada Sistem First Person View”, doi: 10.34010/jamika.v11i1.
[9] A. Tri Kurniawatik, “Melek Information and Communications Technology (ICT) Pada Masyarakat Pedesaan Di Era Globalisasi,”